[Universal] (Hal hal Yang menarik): Tentang Ajaran Buddha

Discussion in 'Buddha' started by meilynor, 14 Apr 2007.

  1. meilynor

    meilynor IndoForum Newbie E

    No. Urut:
    13405
    Joined:
    29 Mar 2007
    Messages:
    42
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    PENGERTIAN DASAR BUDDHA DHARMA
    1. Tri Ratna

    Seorang telah menjadi umat Buddha bila ia menerima dan mengucapkan
    Tri Ratna (Skt) atau Tiga Mustika (Ind) yang berarti Buddha, Dharma,
    Sangha. Pada Saat sembahyang atau kebaktian di depan altar Hyang
    Buddha. Tri Ratna secara lengkap diucapkan dengan tenang dan khusuk
    sampai tiga kali atau disebut Trisarana. Trisarana adalah sebagai
    berikut:

    Bahasa Sansekerta :

    Buddhang Saranang Gacchami
    Dharmang Saranang Gacchami
    Sanghang Saranang Gacchami

    Dwipanang Buddhang Saranang Gacchami
    Dwipanang Dharmang Saranang Gacchami
    Dwipanang Sanghang Saranang Gacchami

    Tripanang Buddhang Saranang Gacchami
    Tripanang Dharmang Saranang Gacchami
    Tripanang Sanghang Saranang Gacchami

    Bahasa Indonesia :

    Aku Berlindung kepada Buddha
    Aku Berlindung kepada Dharma
    Aku Berlindung kepada sangha

    Kedua kali Aku Berlindung kepada Buddha
    Kedua kali Aku Berlindung kepada Dharma
    Kedua kali Aku Berlindung kepada sangha

    Ketiga kali Aku Berlindung kepada Buddha
    Ketiga kali Aku Berlindung kepada Dharma
    Ketiga kali Aku Berlindung kepada sangha

    1.1. Buddha

    Berasal dari bahasa Sansekerta budh berarti menjadi sadar,
    kesadaraan sepenuhnya; bijaksana, dikenal, diketahui, mengamati,
    mematuhi. (Arthur Antony Macdonell, Practical Sanskrit Dictionary,
    Oxford University Press, London, 1965).

    Tegasnya, Buddha berarti seorang yang telah mencapai Penerangan atau
    Pencerahan Sempurna dan Sadar akan Kebenaran Kosmos serta Alam
    Semesta. "Hyang Buddha" adalah seorang yang telah mencapai Penerangan
    Luhur, cakap dan bijak menuaikan karya-karya kebijakan dan memperoleh
    Kebijaksanaan Kebenaraan mengenai Nirvana serta mengumumkan doktrin
    sejati tentang kebebasan atau keselamatan kepada dunia semesta
    sebelum parinirvana.

    Hyang Buddha yang berdasarkan Sejarah bernama Shakyamuni pendiri
    Agama buddha. Hyang Buddha yang berdasarkan waktu kosmik 1) ada
    banyak sekali dimulai dari Dipankara Buddha.

    1.2. Dharma

    Hukum Kebenaran, Agama, hal, hal-hal apa saja yang berhubungan dengan
    ajaran agama Buddha sebagai agama yang sempurna.

    Dharma mengandung 4 (empat) makna utama :
    1. Doktrin
    2. Hak, keadilan, kebenaran
    3. Kondisi
    4. Barang yang kelihatan atau phenomena.

    Buddha Dharma adalah suatu ajaran yang menguraikan hakekat kehidupan
    berdasarkan Pandangan Terang yang dapat membebaskan manusia dari
    kesesatan atau kegelapan batin dan penderitaan disebabkan
    ketidakpuasan. Buddha Dharma meliputi unsur-unsur agama, kebaktian,
    filosofi, psikologi, falsafah, kebatinan, metafisika, tata susila,
    etika, dan sebagainya.


    1.3. Sangha

    Persaudaraan para bhiksu, bhiksuni (pada waktu permulaan terbentuk).
    Kemudian, ketika agama Buddha Mahayana berkembang para anggotanya
    selain para bhiksu, bhiksuni, dan juga para umat awam yang telah
    upasaka dan upasika dengan bertekad pada kenyataan tidak-tanduknya
    untuk menjadi seorang Bodhisattva, menerima dan mempraktekkan
    Pancasila Buddhis ataukah Bodhisattva Sila.

    Bhiksu (sebutan untuk lelaki) dan bhiksuni (sebutan untuk perempuan)
    adalah seseorang yang kehidupanya sudah tidak lagi mencampuri urusan
    duniawi, telah menjalankan kehidupan suci, dan patuh serta setia
    menghayati dan mengamalkan Buddha Dharma.
  2. meilynor

    meilynor IndoForum Newbie E

    No. Urut:
    13405
    Joined:
    29 Mar 2007
    Messages:
    42
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Kitab Suci Agama Buddha

    TRIPITAKA/TIPITAKA

    Kitab suci yang dewasa ini dipakai dalam agama Buddha ditemukan dalam bahasa Pali dan bahasa Sanskerta. Nama umum yang diberikan untuk kumpulan kitab suci agama Buddha adalah Tripitaka. "Tri " berarti "tiga " dan "pitaka " berarti "keranjang " atau biasa diartikan sebagai "kumpulan ". Tripitaka dengan demikian adalah " Tiga Keranjang " atau "Tiga Kumpulan", terdiri dari:
    1. Vinaya Pitaka atau Kumpulan Disiplin Vihara.
    2. Sutta/Sutra Pitaka atau Kumpulan Ceramah/Dialog.
    3. Abhidhamma/Abhidharma Pitaka atau Kumpulan Doktrin Yang Lebih Tinggi, hasil susunan sistematis dan analisis skolastik dari bahan-bahan yang ditemukan dalam Sutta/Sutra Pitaka.

    Vinaya Pitaka:
    1. Parajika
    2. Pacittiya
    3. Mahavagga
    4. Culavagga
    5. Parivara

    Sutta Pitaka:
    1. Digha Nikaya
    2. Majjhima Nikaya
    3. Samyutta Nikaya
    4. Anguttara Nikaya
    5. Khuddaka Nikaya

    Abhidhamma Pitaka:
    1. Dhammasangani
    2. Vibhanga
    3. Dhatukatha
    4. Puggalapannatti
    5. Kathavatthu
    6. Yamaka
    7. Patthana

    Vinaya Pitaka
    Vinaya Pitaka merupakan suatu kumpulan Tata Tertib dan Peraturan Cara Hidup yang ditetapkan untuk mengatur murid-murid Sang Buddha yang telah diangkat sebagai bhikkhu atau bhikkhuni ke dalam Sangha. Peraturan-peraturan ini berupa himbauan dari Sang Buddha dengan tujuan agar mereka menguasai dan mengendalikan perbuatan jasmani dan ucapan mereka. Kitab ini juga menyangkut hal-hal mengenai pelanggaran peraturan; terdapat berbagai jenis peringatan dan usaha pengendalian sesuai dengan sifat pelanggaran yang dilakukan.

    Secara umum Vinaya Pitaka dapat dibagi atas :
    (1) Sutta Vibhanga
    Bagian yang berhubungan dengan Pratimoksa/Patimokha yaitu peraturan-peraturan untuk para bhikkhu/bhikshu (227 peraturan) dan bhikkhuni/bhikshuni (311 peraturan).

    (2) Khandaka-khandaka , terdiri dari Mahavagga dan Cullavagga.
    Mahavagga merupakan serangkaian peraturan mengenai upacara penahbisan bhikkhu, upacara Uposatha, peraturan tentang tempat tinggal selama musim hujan [vassa], upacara pada akhir vassa [pavarana], peraturan mengenai jubah, peralatan, obat-obatan dan makanan, pemberian jubah Khatina setiap tahun, peraturan bagi bhikhu yang sakit, peraturan tentang tidur, tentang bahan jubah, tata cara melaksanakan sanghakamma (upacara sangha), dan tata cara dalam hal terjadi perpecahan.

    Cullavagga, terdiri dari peraturan untuk menangani pelanggaran-pelanggaran, tata cara penerimaan kembali seorang bhikkhu ke dalam sangha setelah melakukan pembersihan atas pelanggarannya, tata cara untuk menangani masalah-masalah yang timbul, berbagai peraturan yang mengatur cara mandi, mengenakan jubah, menggunakan tempat tinggal, peralatan, tempat bermalam dan sebagainya, mengenai perpecahan kelompok-kelompok bhikkhu, kewajiban guru [acariya] dan calon bhikkhu [samanera], upacara pembacaan Patimokkha, penahbisan dan bimbingan bagi bhikkhuni, kisah mengenai Pasamu Agung Pertama di Rajagraha, dan kisah mengenai Pesamuan Agung Kedua di Vesali.

    (3) Parivara,
    Merupakan suatu ringkasan dan pengelompokan peraturan-peraturan Vinaya yang tersusun dalam bentuk tanyajawab untuk dipergunakan dalam pengajaran dan ujian.

    Sutra Pitaka [Sutta Pitaka]
    Merupakan kumpulan pembicaraan antara Sang Buddha dengan berbagai kalangan, semasa Beliau mengembangkan ajaranNya. Sutra Pitaka dapat dikelompokkan dalam lima kelompok utama, yaitu :
    - Digha Nikaya (kumpulan sutra yang isinya panjang),
    - Majjhima Nikaya (kumpulan sutra yang isinya tidak terlalu panjang),
    - Samyutta Nikaya (kumpulan sutra yang isinya secara kelompok),
    - Anguttara Nikaya (kumpulan sutra atas beberapa topik utama),
    - Khuddaka Nikaya (kumpulan sutra dari berbagai bahan).

    Abhidhamma Pitaka
    sesuai uraian dari kaum Sthaviravada (Pali canon) dapat diuraikan menjadi tujuh jilid buku [pakarana], yaitu :
    a. Dhammasangani, menguraikan mengenai etika dilihat dari sudut pandang ilmu jiwa

    b. Vibhanga, menguraikan apa yang terdapat dalam buku Dhammasangani dengan metode yang berbeda. Buku ini dapat dibagi lagi dalam delapan bab [vibhanga], dan masing-masing bab memiliki tiga bagian yaitu Suttantabhajaniya, Abhidhammabhajaniya dan Pannapucchaka atau daftar pertanyaan-pertanyaan.

    c. Dhatukatha, menguraikan mengenai unsur-unsur batin yang terbagi atas empat belas bagian.

    d. Puggalapannatti, menguraikan berbagai watak manusia [puggala] yang terkelompok dalam sepuluh urutan kelompok.

    e. Kathavatthu, terdiri dari dua puluh tiga bab yang merupakan kumpulan percakapan [katha] dan sanggahan terhadap pandangan salah yang dikemukan oleh berbagai sekte tentang hal-hal yang berhubungan dengan theologi dan metafisika.

    f. Yamaka, terdiri dari sepuluh bab [yamaka], yaitu Mula, Khanda, Ayatana, Dhatu, Sacca, Sankhara, Anusaya, Citta, Dhamma dan Indriya.

    g. Patthana, menerangkan mengenai sebab-sebab yang berkenaan dengan dua puluh empat hubungan antara batin dan jasmani [Paccaya].
  3. meilynor

    meilynor IndoForum Newbie E

    No. Urut:
    13405
    Joined:
    29 Mar 2007
    Messages:
    42
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    32 tanda keagungan Buddha

    32 tanda-tanda keagungan (Dvatrimsam Maha Purusa Laksanani / Dvattimsa Maha Purisa Lakkhanani)



    1) Kaki yang datar

    2) Kaki yang bercirikan suatu roda dengan seribu jeruju (Utsanga-pada)

    3) Jari tangan yang ramping

    4) Kaki dan tangan yang lemah gemulai

    5) Jari kaki dan tangan terselaput secara indah (Jal-anguli-hasta-pada)

    6) Tumit yang berukuran sempurna

    7) Permukaan bagian atas di antara jari kaki dan pergelangan kaki melengkung

    8) Paha yang seperti raja rusa jantan

    9) Tangan yang mencapai ke bawah lutut

    10) Alat tubuh rahasia lelaki yang tersembunyi

    11) Tinggi dan lebar tubuh yang seimbang

    12) Rambut yang berwarna biru tua

    13) Bulu badan yang ikal dan halus gemulai

    14) Tubuh yang berwarna keemasan

    15) Kaki yang memancarkan cahaya

    16) Kulit yang lembut nan halus

    17) Tujuh bagian tubuh (2 telapak kaki, 2 muka tangan, 2 bahu dan kepala gigi) padat ideal (Sapt-Otsada, Sapt Occhada)

    18) Dibawah ketiak berisi padat (Cit-antaramsa)

    19) Tubuh berbentuk singa

    20) Tubuh yang lurus (Nyagrodha)

    21) Bahu yang padat (Susamvrita)

    22) Jumlah gigi empat puluh

    23) Gigi yang putih, rata, rapat (Avirala-danta)

    24) Empat gigi taring putih murni

    25) Rahang yang seperti rahang singa

    26) Air liur yang dapat melezatkan makanan (rasa-rasagrata)

    27) Lidah yang panjang dan lebar (Prabhuta-tanu-jihva)

    28) Suara yang ulam dan merdu (Brahma-svara)

    29) Mata yang biru tua (Abhinila)

    30) Bulu mata seperti bulu mata raja sapi jantan

    31) Suatu lingkaran putih di antara bulu matanya memancarkan cahaya (urna)

    32) Kepala gigi yang penuh daging
  4. meilynor

    meilynor IndoForum Newbie E

    No. Urut:
    13405
    Joined:
    29 Mar 2007
    Messages:
    42
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Alias gitu Loh

    Gelar atau sebutan lain Hyang Buddha

    Menurut waktu sejarah, Buddha yang kita kenal ialah Buddha Gautama
    sedangkan menurut waktu kosmik dalam agama Buddha Mahayana terdapat banyak sekali Buddha sebagaimana dinyatakan di dalam sutra-sutra Mahayana.
    Gelar atau sebutan lain Hyang Buddha ada sepuluh, yakni :

    1. Tathagata : ‘Dia’ yang telah datang dan telah melaksanakan semua tugas Buddha, yang mengambil jalan absolut mengenai sebab dan akibat, dan telah mencapai kebijaksanaan maha sempurna.

    2. Arahat : Buddha sempurna, yang berarti ‘patut dipuja’. Juga berarti seorang suci tingkat tertinggi dalam aliran Hinayana, sedangkan Mahayana adalah Bodhisattva.

    3. Samyak-Sambuddha : ‘Dia’ yang telah mencapai Penerangan Sempurna dan Maha mengetahui.

    4. Vidyâ-Carana-Sampanna : Yang berbakat Pengertian Kesucian Leluhur, Yang mencapai Bodhi Teragung ( Pengetahuan-perbuatan-sempurna).

    5. Sugata : Yang Maha Mulia; Yang telah mencapai Jalan yang benar.

    6. Lokavid : Yang telah mengetahui atau memahami Kebenaran sejagad.

    7. Anuttara : Yang tak dapat dibandingkan; yang telah memperoleh segala-galanya dan mencapai setinggi-tingginya ( Anuttara-Samyak-Sambuddha)

    8. Purusa-Damya-Sârathi : Penunjuk, Pendidik serta pemimpin seluruh makhluk yang memerlukan Pembinaan-Nya. Penjinak hawa nafsu.

    9. Sâstâ-Deva-Manusyânâm : Guru junjungan para Dewa-Dewi serta manusia.

    10. Buddha-Lokanatha atau Bhagavân : Sang Maha Suci yang sempurna Kebijaksanaan-Nya. Yang dihormati dunia, Buddha sempurna.
  5. meilynor

    meilynor IndoForum Newbie E

    No. Urut:
    13405
    Joined:
    29 Mar 2007
    Messages:
    42
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    10 Karma Baik

    10 (sepuluh) Jenis Karma Baik

    1. Gemar beramal dan bermurah hati, akibatnya adalah
    diperolehnya kekayaan dalam kehidupan ini atau kehidupan yang akan
    datang.

    2. Hidup bersusila, akibatnya adalah penitisan dalam keluarga
    luhur yang keadaannya bahagia.

    3. Sering melakukan meditasi, akibatnya adalah penitisan di alam
    bahagia.

    4. Berendah hati dan hormat, akibatnya adalah penitisan dalam
    keluarga luhur

    5. Berbakti, akibatnya akan diperoleh penghargaan dari masyarakat

    6. Cenderung untuk membagi kebahagiaan kepada orang lain.

    7. Bersimpati terhadap kebahagiaan orang lain, akibatnya adalah
    menyebabkan terlahir dalam lingkungan yang menggembirakan.

    8. Sering mendengarkan Dharma, akibatnya adalah berbuah dengan
    bertambahnya kebahagian.

    9. Gemar menyebarkan Dharma, akibatnya adalah berbuah dengan
    bertambahnya kebijaksanaan

    10. Meluruskan pandangan orang lain yang keliru, akibatnya
    berbuah dengan diperkuatnya keyakinan.
  6. meilynor

    meilynor IndoForum Newbie E

    No. Urut:
    13405
    Joined:
    29 Mar 2007
    Messages:
    42
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    10 Karma Buruk

    10 (Sepuluh) Jenis Karma Buruk.

    1. Pembunuhan, akibatnya pendek umur, berpenyakitan, senantiasa
    dalam kesedihan karena terpisah dari keadaan atau orang yang dicintai,
    dalam hidupnya senantiasa berada dalam ketakutan.

    2. Pencurian, akibatnya kemiskinan, dinista dan dihina,
    dirangsang oleh keinginan yang senantiasa tidak tercapai,
    penghidupannya senantiasa tergantung kepada orang lain.

    3. Perbuatan asusila, akibatnya mempunyai banyak musuh, beristri
    atau suami yang tidak disenangi, terlahir sebagai pria atau wanita
    yang tidak normal perasaan seks-nya.

    4. Berdusta, akibatnya menjadi sasaran penghinaan, tidak
    dipercaya khalayak ramai.

    5. Bergunjing, akibatnya kehilangan teman-teman tanpa sebab yang
    berarti.

    6. Kata-kata atau ucapan kasar dan kotor, akibatnya sering
    didakwa yang bukan-bukan oleh orang lain.

    7. Omong kosong, akibatnya bertubuh cacat, berbicara tidak
    tegas, tidak dipercaya oleh khalayak ramai.

    8. Keserakahan, akibatnya tidak tercapai keinginan yang sangat
    diharap-harapkan.

    9. Dendam, kemauan jahat/niat untuk mencelakakan makhluk lain,
    akibatnya rupa buruk, macam-macam penyakit, watak tercela.

    10. Pandangan salah, akibatnya tidak melihat keadaan yang
    sewajarnya, kurang bijaksana, kurang cerdas, penyakit yang lama
    sembuhnya, pendapat yang tercela.
  7. meilynor

    meilynor IndoForum Newbie E

    No. Urut:
    13405
    Joined:
    29 Mar 2007
    Messages:
    42
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    5 Bentuk Karma Celaka

    5 (Lima) Bentuk Karma Celaka:

    Lima perbuatan durhaka berikut ini mempunyai akibat yang sangat berat ialah penitisan di alam neraka.

    1. membunuh ibu,
    2. membunuh ayah,
    3. membunuh orang suci, Arahat, Bodhisattva,
    4. melukai seorang Buddha,
    5. menyebabkan perpecahan dalam Sangha (hanya berlaku untuk para bhiksu yang mematuhi vinaya secara taat).
  8. meilynor

    meilynor IndoForum Newbie E

    No. Urut:
    13405
    Joined:
    29 Mar 2007
    Messages:
    42
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Pancasila

    PANCASILA


    Sila Pertama : (Membunuh makhluk hidup)
    Semua makhluk hidup takut dihukum atau mati. Kehidupan diinginkan oleh semua makhluk. Dengan menempatkan diri kita pada posisi mereka, kita dapat menyadari bahwa kita secara pribadi tidak perlu membunuh atau dibunuh (bunuh diri).
    Dengan prinsip Dharma ini, Hyang Buddha bermaksud supaya kita dapat
    mengerti dan merasakan perasaan orang lain, bahwa semua makhluk hidup
    mencintai kehidupannya seperti kita sendiri dan takut akan kematian.

    Catatan :
    Untuk memutuskan apakah kuman-kuman adalah makhluk hidup
    atau tidak (makhluk yang dimaksud dalam sila pertama), kita harus
    melihat sejarah kehidupan Hyang Buddha sendiri.
    Bilamana Hyang Buddha sakit, Beliau mengijinkan dokternya yang
    bernama Jivakakomarabhaca untuk menggunakan obat luar atau obat
    dalam.
    Dengan demikian maka kita dapat menyimpulkan bahwa sila pertama tidak meliputi kuman-kuman.
    Bila tidak demikian, maka tidak dapat makan atau minum sesuatu, ataupun
    bernafas yang bebas dari adanya kuman-kuman, maka tidak mungkin
    seorang pun dapat melaksanakan Sila-pertama.

    Sila Kedua : (Tidak mencuri)
    Digariskan untuk mengembangkan saling hormat-menghormati hak masing-masing pada milik kita masing-masing.

    Sila Ketiga : (Tidak berzinah).
    Digariskan untuk mengembangkan rasa hormat pada keluarga masing-masing.

    Sila Keempat : (Tidak berbohong).
    Bertujuan untuk melindungi kepentingan kita masing-masing dengan selalu benar.

    Sila Kelima : (Tidak bermabukan).
    Membantu kita untuk terhindar dari ketidak-waspadaan atau sifat alpa.
  9. meilynor

    meilynor IndoForum Newbie E

    No. Urut:
    13405
    Joined:
    29 Mar 2007
    Messages:
    42
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    mengenai Cia-cai

    1. Semi Vegetarian, ialah orang yang hanya memakan daging pada waktu menghadiri suatu pesta atau pertemuan.

    2. Partial Vegetarian, yaitu orang yang tidak memakan daging merah yang berasal dari hewan mamalia seperti lembu, kambing, dan babi, tetapi memakan ikan, ayam, telur dan susu, disamping sayur-mayur, kacang kacangan, dan makanan nabati lainnya.

    3. Lacto Ovo Vegetarian (Latin: Lacto=susu, Ovo = telur), ialah orang yang tidak memakan daging dari semua jenis hewan apapun termasuk tidak memakan daging ikan, tetapi memakan telur, mengkonsumsi susu, dan hasil produksi susu disamping sayur-mayur, kacang-kacangan, dan makanan nabati lainnya.
    Jenis ini disebut Lactovarian.

    4. Lacto Vegetarian, ialah orang yang tidak memakan segala jenis daging hewan, ikan dan telur, tetapi mengkonsumsi susu dan hasil produksi susu, sayur-mayur, kacang-kacangan, dan makanan nabati lainnya.
    Jenis ini disebut Lactarian.

    5. Total Vegetarian , ialah orang yang sama sekali tidak memakan segala jenis daging hewan, ikan, telur, susu dan hasil produk susu,bahkan tidak memakai produk yang diolah dari tubuh hewan, misalnya apa saja yang terbuat dari kulit hewan.
    Mereka hanya memakan sayur-mayur, kacang-kacangan, dan makanan nabati lainnya.
    Jenis ini disebut Fruitarian.
  10. meilynor

    meilynor IndoForum Newbie E

    No. Urut:
    13405
    Joined:
    29 Mar 2007
    Messages:
    42
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Makna Persembahan waktu sembahyang

    Umat Buddha biasanya melakukan sembahyang disertai dengan pemberian
    persembahan di altar, berupa :
    1. Dupa
    2. Lilin
    3. Air Minum
    4. Bunga
    5. Buah

    Persembahan barang dalam sembahyang secara lengkap seperti diatas,
    biasanya dilakukan pada hari Uposatha/Upavasatha atau hari-hari raya
    lainnya dan biasanya pada hari itu umat Buddha makan makanan nabati
    (vegetarian), yaitu :

    1. Dupa
    Dupa dengan wangi khasnya selain berguna untuk membersihkan udara dan
    lingkungan (Dharmadatu), juga membuat suasana menjadi religius,
    membuat hati menjadi khusuk. Harumnya dupa yang menyebar ke segenap
    penjuru sama halnya dengan harumnya perbuatan mulia dan nama baik
    seseorang, yang bahkan menyebar ke segala penjuru sekalipun
    berlawanan arah angin.
    Memasang Dupa juga mengandung makna mengundang langsung secara bathin
    atau hati nurani ke hadapan Hyang Tathagata, para Buddha, para
    Boddhisattva Mahasattva, dan para deva-devi (makhluk suci).

    2. Lilin
    Biasanya lilin warna merah yang dipergunakan untuk persembahan.
    Sebelum menyalakan dupa, terlebih dahulu kita menyalakan lilin. Cara
    menyalakan lilin, yang pertama lilin di sebelah kanan, baru kemudian
    lilin yang berada di sebelah kiri.
    Lilin yang telah dinyalakan bermakna memberikan penerangan atau
    cahaya yang menerangi jalan kehidupan dan penghidupan di waktu
    sekarang. Cahaya Buddha Dharma menerangi hati dan pikiran kita,
    dengan selalu membimbing kita ke jalan yang benar, dan membawa kita
    ke jalan penerangan/pencerahan agung. Dan juga melambangkan jiwa
    seorang Bodhisattva yang bermakna ia mencerahi setiap makhluk yang
    mengalami kegelapan bathin tanpa pamrih.

    3. Air
    Persembahan air mempunyai makna agar pikiran, ucapan dan perbuatan
    anda selalu bersih. Air dapat membersihkan segala kotoran bathin
    (klesa) yang berasal dari keserakahan (lobha), kebencian (dvesa), dan
    kebodohan/kegelapan bathin (moha) dan ia memancarkan kasih sayang
    (maitri), Welas asih (karuna), memiliki rasa simpati (mudita) dan
    keseimbangan bathin (upeksha).

    4. Bunga
    Bunga mempunyai makna ketidakkekalan, semua yang berkondisi adalah
    tidak kekal atau tidak abadi. Demikian juga dengan badan jasmani anda
    adalah tidak kekal; lahir, tumbuh, tua/lapuk, kemudian
    meninggal/hancur. Yang tertinggal hanyalah keburukan atau keharuman
    perbuatan selama hidupnya saja, yang kelak dikenang oleh sanak
    saudara dan handai taulan.

    5. Buah
    Persembahan buah mempunyai makna hasil dari proses kehidupan, bahwa
    benih perbuatan buruk/kejahatan akan tumbuh dan berbuah
    kepurukan/kejahatan pula, begitu juga perbuatan baik akan berbuah
    kebaikan.
  11. meilynor

    meilynor IndoForum Newbie E

    No. Urut:
    13405
    Joined:
    29 Mar 2007
    Messages:
    42
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Persyaratan nikah dgn cara Buddhis

    he.he.he. yang ini sih cuma sempilan aja yah.. siapa tahu, ada yg berjodoh diforum ini terus mau nikah...

    Sesuai dengan Undang Undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan dan
    Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975 tentang pelaksanaan Undang
    Undang No. 1 Tahun 1974, dimana Persyaratan Surat Perkawinan Catatan
    Sipil harus dilengkapi dengan Surat Perkawinan Agama Buddha, dan...

    untuk memperoleh Surat Perkawinan Agama Buddha khusus warganegara
    Indonesia adalah sebagai berikut : (dokumen suami dan istri)
    1. Fotocopy KTP dan KK
    2. Fotocopy Akta Kelahiran
    3. Fotocopy Surat Warganegara Indonesia
    4. Fotocopy Ganti Nama, bilamana ada ganti nama
    5. Pasphoto berdampingan 4 x 6 sebanyak 4 lembar

    Dan untuk pengurusan Akta Perkawinan di Catatan Sipil khusus
    warganegara Indonesia, harus dilengkapi surat-surat sebagai berikut :
    (dokumen suami dan istri)
    1. Fotocopy KTP dan KK (dilegalisir di kantor kelurahan setempat)
    2. Fotocopy Akta Lahir dan Asli
    3. Surat Pelengkap dari Kantor Kelurahan setempat, yaitu :
    a. PM 1 : Surat Keterangan untuk mengurus perkawinan di
    Kantor Catatan Sipil DKI Jakarta
    b N 1 : Surat Keterangan untuk menikah
    c N 2 : Surat Keterangan Asal Usul
    d N 3 : Surat Keterangan tentang Orang Tua
    4. Fotocopy Surat Warganegara Indonesia
    5. Fotocopy Ganti Nama, bilamana ada ganti nama
    6. Pasphoto berdampingan 4 x 6 sebanyak 6 lembar
  12. I C E

    I C E IndoForum Beginner E

    No. Urut:
    9424
    Joined:
    11 Dec 2006
    Messages:
    431
    Likes Received:
    33
    Trophy Points:
    28
    nice post GRP for you.../no1
  13. LomX

    LomX IndoForum Beginner D

    No. Urut:
    6383
    Joined:
    9 Sep 2006
    Messages:
    694
    Likes Received:
    9
    Trophy Points:
    18
    Occupation:
    High School Student
    Location:
    Indonesia
    Kok pake sanskrit gak pake pali?
  14. GloryFrench

    GloryFrench IndoForum Newbie A

    No. Urut:
    2045
    Joined:
    10 Jun 2006
    Messages:
    380
    Likes Received:
    7
    Trophy Points:
    18
    Location:
    Everywhere Happy
    Apa perbedaan bahasa sansekerta dan bahasa pali? sebenarnya banyak orang yang sering menanyakan ini. kita lihat waktu dulu bahasa indonesia sebelum di sempurnakan tjang dan yang apa perbedaannya? jadi bahasa sansekerta adalah pembaruan dari bahasa pali.sama seperti dhamma dan dharma
  15. Silfadrive

    Silfadrive IndoForum Junior A

    No. Urut:
    5337
    Joined:
    22 Aug 2006
    Messages:
    2.727
    Likes Received:
    172
    Trophy Points:
    63
    Occupation:
    Maha Student
    Location:
    depan meja komp
    nice thread
    sticky
    1 person likes this.
  16. hendri

    hendri IndoForum Newbie D

    No. Urut:
    13383
    Joined:
    29 Mar 2007
    Messages:
    91
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Inilah salah satu kebijaksanaan buddha, tidak pernah mengatakan ajaran lain jelek, beliau hanya mengajarkan kita tentang kebenaran.

    beda dengan ajaran lain, dimana jika percaya dengan ajaran lain, maka akan dimasukkan ke neraka.

    ini yang menambah keyakinan saya terhadap ajarannya
  17. LomX

    LomX IndoForum Beginner D

    No. Urut:
    6383
    Joined:
    9 Sep 2006
    Messages:
    694
    Likes Received:
    9
    Trophy Points:
    18
    Occupation:
    High School Student
    Location:
    Indonesia
    tepat sekali
  18. h3r2y

    h3r2y IndoForum Mod In Training Staff Member

    No. Urut:
    12904
    Joined:
    20 Mar 2007
    Messages:
    2.523
    Likes Received:
    99
    Trophy Points:
    48
    Occupation:
    留学生
    Location:
    广州
    Halo, semua !
    Salam kenal, ya ........
    Saya juga yakin bahwa ajaran Budha la yang dpat menjawab apa yang telah terjadi dan yang mungkin akan terjadi.....
    Ajaran agama Budha sungguh luar biasa, dia mengajarkan kita semua berbuat baik tanpa memandang harkat dan martabat.

    Selain tu, ajaran agama Budha yang sebenarnya tidak pernah mengajar umatnya bahwa agama lain tu tidak benar ato apa gtu .......
    Yang jelas, Ajaran Budha sangat objektif dan relevan....
    Itu yang membuat saya semakin ingin memperdalam ajaran agama Budha.
  19. LomX

    LomX IndoForum Beginner D

    No. Urut:
    6383
    Joined:
    9 Sep 2006
    Messages:
    694
    Likes Received:
    9
    Trophy Points:
    18
    Occupation:
    High School Student
    Location:
    Indonesia
    terima kasih
  20. quintie

    quintie IndoForum Junior E

    No. Urut:
    1001
    Joined:
    8 May 2006
    Messages:
    1.608
    Likes Received:
    558
    Trophy Points:
    113
    Occupation:
    StRipPeR
    Location:
    SoMeWheRe I BeLonG~
    Yeah,,ni lah yg membuat gw menjadi seorang buddhis ,,

    Tidak ad paksaan untuk masuk jadi seorang buddhis,,dan jg ajarannya yg memang benar2 mengikuti perkembangan jaman /no1/no1

    Sabbe Satta Bhavantu Sukkhitatta...

    Smoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia ...

    Sadhu...Sadhu...Sadhu...

Share This Page

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG