Siapa yang masuk sorga dan neraka

Discussion in 'Hindu' started by Made Suryadi Artana, 24 Oct 2008.

  1. Made Suryadi Artana

    Made Suryadi Artana IndoForum Beginner B

    No. Urut:
    23549
    Joined:
    8 Oct 2007
    Messages:
    1.029
    Likes Received:
    10
    Trophy Points:
    38
    Om Swastyastu,

    Mo nanya lagi.

    sempet terbesit dipikiran siapa yang masuk sorga dan neraka?. siapa sih, apa atman?. lho bukkannya atman itu adalah Sinar Suci Hyang Widhi, nggak panteslah klo Sang Atman Berada di Sorga dan Neraka. seharusnya di langsung menyatu dengan Hyang Widhi. apakah yang ke Sorga dan Neraka Roh?, tambah bingung lagi gw sama pertanyaan ini roh buknnya sama dengan atman ato berbeda, apa bedanya?.

    2. SEperti apa sih Sorga dan Neraka menurut rekan2 sekalian,

    3. Film Constantine, apakah kayak gitu neraka?

    4. Sorga dan tempat para dewa2 dan dewi2 apakah sama

    5. Dimana letaknya para leluhur kita apa di sorga apa di neraka

    6. saya diceritaain bahwa setelah seseorang meninggal Atmannya atau rohnya tidak lanngsung menuju sorga dan neraka tetapi masih ngayah di Pure Dalem, ngapaian beliau disana ?, kok bisa disana?.

    7. kalo orang gila masuk mana sorga atau neraka?

    8. pertanyaan yang paling gw pengen tau klo dosanya seimbang dengan pahala masuk mana ?

    9. maap kebanyakan nanya, :P


    oh iya ngemeng2 di Hindu Blom ada moderator yaa apa emang ga perlu ada, klo blom ada dan boleh memilih gw milih Bli Goesdun ah.....:x
    Sekian dulu pertanyaan qu

    Om Shanti Shanti Shanti Om
  2. Made Suryadi Artana

    Made Suryadi Artana IndoForum Beginner B

    No. Urut:
    23549
    Joined:
    8 Oct 2007
    Messages:
    1.029
    Likes Received:
    10
    Trophy Points:
    38
    Ga ada yang jawab=((X(:((>:P:!!/pif
  3. Bhyclops

    Bhyclops IndoForum Newbie A

    No. Urut:
    55548
    Joined:
    23 Oct 2008
    Messages:
    339
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Location:
    Di Sekitar Sungai Amazone :D
    Waduh masa kk isa nentuin si tunggu aja nanti :P
  4. goesdun

    goesdun IndoForum Mod In Training Staff Member

    No. Urut:
    32661
    Joined:
    7 Feb 2008
    Messages:
    3.021
    Likes Received:
    65
    Trophy Points:
    48
    Location:
    Perbukitan Karst Jimbaran
    Bila surga neraka tempat sesudah mati, lantas bumi tempat kita hidup sekarang ini apa?

    Waktu jaman sebelum masehi Benua Atlantis disebut-sebut sebagai sorga dunia, dan lenyap.

    Waktu Bom Bali I, ada bilang tragedi di pulau sorga.
    Sampai saat Bali masih disebut satu-satunya tempat didunia sebagai pulau sorga, tentu dengan berbagai alasan. Dan tak diragukan banyak orang datang dan pergi ke pulau ini untuk suatu pengalaman sorganya.

    Menurut saya karena pulau ini hampir tidak pernah mengenal istilah hantu / roh-roh yang gentayangan.
    Dan Hindu tidak mengenal hal yang demikian.
    Roh yang tiada lain adalah Atman selalu berusaha menyatu dengan Brahman (Moksa).

    Bumi adalah pertengahan antara surga dan nekara, sehingga dua sisi kehidupan itulah yang ada di permukaan bumi ini (Rwabineda selalu ada yaitu siang-malam, hidup-mati, baik-buruk, pro – kontra dan lain sebagainya + dan -, suka x duka ).
    Dalam pandangan Hindu pengalaman sorga & neraka pasti akan kita nikmati, tentu dengan prosentase tertentu.

    Jadi pengalaman Sorga atau Neraka sangat ditentukan oleh 'sari-sari pikiran' semasa hidup di duni ini, yang membungkus Roh / Atman.

    Terkait Atman untuk mencapai Brahman dalam praktek Hindu Dharma saat orang itu meninggal Atman atau rohnya disebut Preta.

    Setelah diupacarai ngaben melalui Ngaskara maka rohnya disebut Pitara.

    Selanjutnya dengan upacara Atman Wedana seperti upacara Nyekah, Memukur atau Maligia maka Sang Hyang Atma sebutannya meningkat menjadi Dewa Pitara.

    Saat roh masih dalam status Preta keluarganya belum mampu menyelenggara upacara ngaben maka roh yang disebut Preta itulah yang distanakan di Pura Prajapati.

    Jadi Prajapati adalah planet/loka (tempat transit semua roh tidak memandang warna atau golongan, semua roh manusia sama di Pura Prajapati ini.

    Sedangkan stana sementara Sang Roh adalah berupa Sanggah Cukcuk yang umumnya ditancapkan di bagian hulu kuburan.

    Saat itulah ada upacara matur piuning atau permakluman dan permohonan kepada Sang Hyang Sedahan Setra yang berstana di Prajapati.

    Di Prajapati inilah terdapat Padmasana, yang menghubungkan manusia dengan Brahman.

    (Di dinilah bedanya Pura Khayangan Tiga: Puseh-Desa-Dalem yang bersifat membina suka dan duka sebagai harmonisari Trikona), sedangkan Prajapati sebagai hubungan Vertikal.

    Kalau sudah saatnya akan melaksanakan upacara ngaben tiga hari sebelumnya ada proses upacara ada yang menyebut upacara ngendagin atau upacara ngebug tanah yang bertujuan memanggil sang roh yang masih dalam status Preta dengan permakluman atau atur piuning pada Sedahan Setra yang disebut Ida Ratu Ayu lain sebutan dari Sang Hyang Siwa Durgha.

    Jadinya Pura Prajapati itu adalah salah satu bagian dari simbol Para Loka tempat sementara sang Preta berada sebelum diupacarai oleh keluarganya yang masih hidup.

    Keberadaan Para Loka ini harus diyakini sebagai umat Hindu.
    Kalau tidak yakin pada keberadaan Para Loka ini menurut Sarasamuscaya 110 maka kita akan sengsara dalam hidup ini dan kelak.


    Menurut Lontar tentang Pitra Yadnya seperti Yama Purana Tattwa menyatakan bahwa kalau roh yang masih berstatus Preta itu tidak distanakan di setra dengan Pura Prajapati sebagai hulunya maka sang roh akan menjadi apa yang disebut Atma Diyadiyu dan akan gentayangan ke desa-desa mengganggu kehidupan di dunia sekala.

    Menstanakan roh yang masih berstatus Preta itu dilakukan dengan Tirtha Pengentas Tanem.

    Nanti kalau sudah ngaben akan dilanjutkan dengan Tirtha Pengentas Pemuput.

    Demikianlah praktek yang dilakukan, tidak sekedar pemahaman Purana tentang Prajapati sebagai asal penciptaan manusia.

    Dan pada akhirnya Prajapati pulalah yang menentukan roh untuk selanjutnya menuju Brahman.

    Jadi yang menentukan jalan menuju Brahman tidak saja pengetahuan agama dalam arti teori, justru yang lebih penting adalah prosesi yang harus dilewatkan.

    Sama halnya proses Check In atau Check Out itulah yang lebih penting.

    Artinya Agama Hindu wajib melakukan proses upacara dari dalam kandungan - hingga roh menjadi Bhatara.

    Karena melalui proses yang sudah ditentukan itulah secara langsung akan mengetahui jalan menuju Brahman.

    Kenapa itu harus dilakukan karena untuk mencapai Moksa sangat sulit.

    Prajapati inilah yang menentukan tempatnya sesuai dengan nilai Panca Maya Kosa / Karma yang membungkus Atman.

    Prajapati inilah yang bertugas menentukan masa di sorga % neraka.

    Dalam Agama Hindu tentu Prajapati adalah manifestasi Tuhan sebagai penguasa semua mahluk hidup.

    Dan di atas Prajapati tentu ada lagi manifestasi Tuhan sebagai Dewa penguasa Sorga dan Dewa penguasa Neraka.

    Dan Pada akhirnya manifestasi Tuhan sebelum mencapai pengertian bahwa Tuhan = Brahman, ada manifestasi yang paling tinggi yaitu dalam sifatnya sebagai Tri Kona (sebagai Pencipta - Pemelihara - Pelebur).

    Khususnya yang banyak mengajarkan masalah Surga Neraka secara detail adalah kitab-kitab Itihasa dan Purana.
  5. Made Suryadi Artana

    Made Suryadi Artana IndoForum Beginner B

    No. Urut:
    23549
    Joined:
    8 Oct 2007
    Messages:
    1.029
    Likes Received:
    10
    Trophy Points:
    38
    ok thank you bli Gus atas sourcenya, purana dan ithasa yaa? i will check it out.
    oh iya saya masih bingung bli mo nanya lagi

    "Terkait Atman untuk mencapai Brahman dalam praktek Hindu Dharma saat orang itu meninggal Atman atau rohnya disebut Preta.

    Setelah diupacarai ngaben melalui Ngaskara maka rohnya disebut Pitara.

    Selanjutnya dengan upacara Atman Wedana seperti upacara Nyekah, Memukur atau Maligia maka Sang Hyang Atma sebutannya meningkat menjadi Dewa Pitara"

    kalau kita langsung setelah meninggal melakukan Atman wedana, berarti beliau tidak lagi "bergentanyangan dan juga tidak berada algi di Prajapati, dan itu berarti sang atman tidak menjalani sorga dan nerka mengingat bahwa sang atman sudah menjadi Pitara yaitu Dewa Pitara. bener ga kesimpulan saya?

    oh iya bli, bahasanya tersirat banget, susah nyari maknanya. he..he...
    ngomong2 bli tinggal dimana, biar tak datengin aja kerumahnya, nanya ampe puas.

    kawan2 yang lain jawabannya mana lagi nih,
    Khusus buat Bung Jakaloco dilarang masuk (otaknya kumat soalnya =))) becanda ding:D
  6. goesdun

    goesdun IndoForum Mod In Training Staff Member

    No. Urut:
    32661
    Joined:
    7 Feb 2008
    Messages:
    3.021
    Likes Received:
    65
    Trophy Points:
    48
    Location:
    Perbukitan Karst Jimbaran
    Dengan Atma Krtih yaitu upacara terhadap Atma yang merupakan tindak lanjut dari upacara atiwa-tiwa, seperti: Nyekah, Mukur, Baligeya (Mataharai), maka roh si mati tidak lagi menjadi pirata, yaitu roh yang berkeliaran di dunia bawah yang dapat mengganggu mahluk lain, melainkan menjadi pitara, yaitu roh leluhur yang sudah berbahagia di khayangan para dewa yang dulu dipuja semasa hidupnya.

    Jadi upacara ini adalah proses untuk peralihan roh dari duni bawah menjadi dunia roh atas ( PIRATA => PITARA) yaitu RATA menjadi TARA.

    Jadi pirata akan menjadi Bhatara (Guru) bagi keluarga yang ditinggalkan.

    Bhatara yang kemudian disimbolkan dengan arca-arca adalah perwujudan dari “arca leluhur” meskipun mempunyai ciri kedewaan.

    Ciri kedewaan ini menggambarkan roh yang sudah menjadi bhatara, setingkat dewa.

    Kemudian baik buruk, lebih kurang dari leluhur itu harus diterima sebagai warisan.

    Baiknya harus diupayakan untuk terus dipertahankan bahkan dikembangkan eksistensinya supaya lebih berguna bagi kehidupan selanjutnya.

    Sedangkan buruk dari berbagai kekurangan dari leluhur itu harus direduksi agar tidak berkembang merusak kehidupan selanjutnya.

    [FONT=&quot]Dari proses Yadnya inilah melahirkan konsep Filsafat Ekosistem Dalam Hindu Dharma yaitu [/FONT] [FONT=&quot]Tri Hita Karana.

    [/FONT]
    Menurut arti katanya, Tri Hita Karana berarti tiga sebab adanya kebaikan. Tri=tiga; Hita=kebaikan; dan Karana=sebab (sumber).

    Ketiga sumber inilah yang melahirkan Sorga di alam nyata (Sekala) dan sorga bahkan samapai alam Bhatara dan dewa-dewa di alam tidak nyata (Niskala).

    Tri Hita Karana merupakan pedoman bagi penganut Agama Hindu di dalam mengembangkan hidup kemasyarakatannya. Ini berkembang menjadi ajaran tentang keserasian, keselarasan, dan keseimbangan, sekaligus tentang ketergantungan satu sama yang lain dalam berbagai aspek kehidupan ini. Dalam pandangan Agama Hindu masyarakat itu sendiri diwarnai oleh sesuatu yang hidup oleh kehidupan itu sendiri, dan oleh yang menghidupi.

    Tiga sebab (sumber) kebaikan ini berkisar sekitar:

    • hubungan manusia dengan manusia;
    • hubungan manusia dengan lingkungannya; dan
    • hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

    Masing-masing sebab ini mempunyai jalur tertentu yang mengarah pada satu kaitan yang satu dengan yang lain saling berkaitan, sebagai satu-kesatuan. Karena tidak akan berakibat kebaikan bila jalur yang satu tidak mengindahkan yang lainnya.

    Kiranya sudah terjawab bagaimana mencapai Sorga Sekala & Niskala yaitu melaksankan [FONT=&quot]Tri Hita Karana[/FONT]
  7. JakaLoco

    JakaLoco IndoForum Beginner A

    No. Urut:
    32015
    Joined:
    31 Jan 2008
    Messages:
    1.188
    Likes Received:
    19
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Under Pressure
    @Made Suryadi Artana

    Roh sama dengan Atma, atma adalah partikel2 dari Tuhan(Parama Atma)...
    atma ini kotor, berwujud(jazad),terpengaruh oleh maya(dunia),bersemayam dlm setiap insan makhluk hidup sedangkan Parama Atma sangat suci(mahasuci),maha besar(parama), tiada berwujud, ada di mana-mana(wyapi wyapaka)...
    Atma sangat pantas berada di sorga ataupun neraka karena perbuatan semasa hidup, tetapi sifatnya hanya sementara, setelah menikmati sorga dan dihukum di neraka maka atma diputuskan olah Hyang Siwa apakah moksa atau kembali ke dunia (Keputusan Dala)..
    semua roh manusia akan masuk sorga maupun neraka..perhatikan kata yg saya cetak tebal!maksudnya kedua tempat ini akan dilalui oleh atma..mengapa?
    karena manusia adl makhluk tidak sempurna!tidak ada kejahatan yg sempurna, pun tidak ada kebaikan yg sempurna!orang jahat pernah berbuat baik, orang baik pernah berbuat jahat!Contoh yg paling baik:
    "Yudistira sebelum mencapai Moksa harus dihukum di neraka karena semasa hidup beliau pernah bermain dadu(judi)..siksaan ini berupa Yudistira menyaksikan adik2nya dan istrinya disiksa di neraka,..setelah hukuman selesai maka beliau moksa!"

    2.Seperti apa surga dan neraka?ntar kita juga akan tahu..hehehe
    3,4, ada dewa yg di surga misalnya Dewa Indra, dewa yg di neraka misalnya Dewa Yama.

    5. Leluhur kita di sorga atau neraka?tergantung perbuatan semasa hidup, jika banyakan dosa maka surga duluan baru neraka, dan sebaliknya!yg jelas sorga dan neraka bagi leluhur sifatnya sementara, jika mereka tidak moksa maka mereka terlahir kembali, jika mereka moksa maka mereka kembali kpd Hyang Widhi, dan jika mereka akan dipuja oleh keturunan2nya maka mereka akan malingga malinggih di Merajan!Apakah leluhur pasti malingga malinggih di Merajan?jawabannya belum tentu..

    6. Orang mati, rohnya 'kasanggra/kegamel' ring Luhurin Dalem dan jazadnya ring Luhurin Setra, jadi ketika mati mereka akan berada di Dalem, kemudian akan diputuskan oleh Hyang Siwa kemanakan sang roh akan menuju..
    itulah alasan mengapa Pura dalem letaknya berdekatan dengan kuburan..

    7. Orang gila juga manusia!jadi dua-duanya baik sorga dan neraka mereka lalui,
    palingan di sorga mereka cuma numpang lewat...
    pertanyaan saya >> "mengapa ada orang gila??" hehehehe..

    8. Seimbang ataupun tidak seimbang, sorga dan neraka pasti dimasuki!

    9. Anda kebanyakan nanya!!!hahahahaha...

    Iya nich..saya juga udah mohon sodara @goesdun agar bersedia menjadi moderator di FR Hindu..tetapi dia nolak!
    Ayo kita rayu bung @goesdun..
    Coblos bung @goesdun utk jd moderator..
    gimana kalo kita kirimin permohonan lewat PM??
  8. Made Suryadi Artana

    Made Suryadi Artana IndoForum Beginner B

    No. Urut:
    23549
    Joined:
    8 Oct 2007
    Messages:
    1.029
    Likes Received:
    10
    Trophy Points:
    38
    Setuju ayo kita racunin bro goesdun buat jadi moddy he..he..

    @Jakaloco, tenkyu penjelasannya sangat bermanfaat, jujur nih bro goesdun klo ngirim thread asli nggak connect karena bahasanya tersirat dan dalem banget:D
  9. goesdun

    goesdun IndoForum Mod In Training Staff Member

    No. Urut:
    32661
    Joined:
    7 Feb 2008
    Messages:
    3.021
    Likes Received:
    65
    Trophy Points:
    48
    Location:
    Perbukitan Karst Jimbaran
    Tri Hita Karana (Filsafat Ekosistem Dalam Hindu Dharma)

    Thread memang harus dibahas sampai tuntas/jelas, tapi kadang sulit mencari kosa katanya nggak connect karena maksudnya terlalu dalam/diinti, mesti digali/dikupas dahulu.

    Untuk memperjelasnya saya coba menguraikan konsep "Filsafat Ekosistem Dalam Hindu Dharma" yaitu Tri Hita Karana (Tiga Sumber Kebaikan).

    Menurut arti katanya, Tri Hita Karana berarti tiga sebab adanya kebaikan.
    Tri=tiga; Hita=kebaikan; dan Karana=sebab (sumber).

    Tri Hita Karana merupakan pedoman bagi penganut Agama Hindu di dalam mengembangkan hidup kemasyarakatannya. Ini berkembang menjadi ajaran tentang keserasian, keselarasan, dan keseimbangan, sekaligus tentang ketergantungan satu sama yang lain dalam berbagai aspek kehidupan ini. Dalam pandangan Agama Hindu masyarakat itu sendiri diwarnai oleh sesuatu yang hidup oleh kehidupan itu sendiri, dan oleh yang menghidupi.

    Tiga sebab (sumber) kebaikan ini berkisar sekitar:

    • hubungan manusia dengan manusia;
    • hubungan manusia dengan lingkungannya; dan
    • hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

    Masing-masing sebab ini mempunyai jalur tertentu yang mengarah pada satu kaitan yang satu dengan yang lain saling berkaitan, sebagai satu-kesatuan. Karena tidak akan berakibat kebaikan bila jalur yang satu tidak mengindahkan yang lainnya.

    1. Jalur dalam “Sebab” yang pertama di atas (hubungan manusia dengan manusia) adalah hukum abadi yang pada hakikatnya telah melekat pada rasa tata susila. Yaitu tingkah laku yang baik dan mulia yang harus menjadi pedoman manusia. Tujuannya ialah membina hubungan yang selaras antara seseorang (jiwatman) dengan makhluk yang hidup di sekitarnya, hubungan selaras antara keluarga yang membentuk masyarkat itu sendiri, antara bangsa dengan bangsa yang lainnya, antara manusia dan alam sekitarnya. Dalam hubungan manusia dengan manusia ini, merupakan pengertian “TAT TWAM ASI” “AHAM BRAHMA ASMI” menekankan, bahwa hidup manusia dan sesamanya di manapun mereka berada, apa pun warna, dan bangsanya adalah sama. Ia terdiri atas zat yang sama; dengan percikan Atman dan Paramatma, dan oleh karena itu, bila kita berbuat baik pada seseorang ini pun berarti berbuat untuk diri sendiri. Menghormati orang lain berarti menghormati diri kita sendiri. Demikian pula bila kita menyakiti orang lain, maka ini tiada lain kita menyakiti diri sendiri.

    Kalau kita merasa sakit kalau dicubit, maka orang lain pun sakit kalau kita cubit.
    Dalam memberi, berarti kita sebenarnya telah menerima, dan ini disebut hukum abadi yang memberi ingat pada manusia untuk selalu berbuat baik pada sesamanya, dengan mawas diri. Untuk berbuat kita semestinya dipikirkan terlebih dahulu.

    Sehingga jika kita berbuat baik, kita harus berpkir baik, dan sekaligus harus berbicara baik.



    2. Dari sebab yang kedua: hubungan manusia dengan alam sekitarnya terlihat jalur, yaitu asal mula kehidupan ini sendiri. Manusia dan alam terdiri atas zat-zat yang sama, yang bernama “Panca Mahabhuta” yaitu pratiwi, unsure zat padat yang pada diri manusia berbentuk menjadi tulang, kulit, daging, kuku, dan bagian tubuh yang keras lainnya. Apah unsure zat air yang pada diri manusia berbentuk darah, lemak, enzim, dan cairan lainnya. Teja unsure zat panas yang pada diri manusia menjadi panas badan, lemak, enzim, dan cairan lainnya. Teja unsure zat panas yang pada diri manusia menjadi panas badan, cahaya muka, dan warna kulit. Bhayu unsur zat udara, yang pada diri manusia menjadi napas, dan bau badan. Akasa unsur zat ether yang dalam diri manusia berbentuk rambut, bulu badan, dan lain-lainnya.

    Alam ini dalam filsafat Hindu disebut Brahmanda yang artinya, lahir dari Brahman.
    Di dalam lontar Tatwa Jnana, Sanghyang Widhi mula-mula menciptakan ala mini dengan unsur “Panca Tanmatra” yaitu lima unsur seperti yang disebutkan di atas, tetapi muncul dari prakerti, yaitu benih-benih materi. Benih-benih materi ini muncul dari kekuatan magis Ida Sanghyang Widhi yang disebut “Maya”. Kemudian unsur “Panca Tanmatra” tadi berubah menjadi atom-atom yang disebut “Parama Anu”. Dari Parama Anu ini muncul zat-zat yang disebut Panca Mahabhuta seperti yang disebutkan di atas.

    Dalam Manawa Dharma sastra I, 27 disebutkan:
    Anwyo matra wina cinyo
    Dacardharnam tuyah suritah,
    Tabhih sadjamidan sarwam
    Sambhawatyamu purwacah

    Artinya, memakai lima alam yang harus dan yang tidak kekal itu sebagai sarana seluruh alam ini dibentuklah oleh-Nya dengan susunan yang diatur secara sempurna. Selanjutnya Bhagawadgita (bab III, 10) menandaskan sebagai berikut.
    Sahajnah prajah srstva
    Puro vaca prajapatih
    Anena prasavisyadvan
    Esa vo’stv ista kamandhuk

    Seloka ini diartikan bahwa sewaktu Ida Sanghyang Widhi menciptakan manusia dengan yadnya, juga turut serta diciptakan alam semesta ini yang diibaratkan sebagai kamaduk (sapi perahan Dewa Indra) yang akan menjadi sumber penghidupan serta memenuhi apa saja yang diingini manusia.

    Dengan inilah manusia akan berkembang karenanya, manusia wajib memelihara sebaik-baiknya ala mini dan seisinya selalu dapat dimanfaatkan. Jadi dorongan berbuat baik saling memelihara, bukanlah hanya antara manusia dengan manusia saja, tetapi juga terdapat alam yang merupakan sumber penghidupan yang selalu dibina manusia.



    3. Hubungan manusia dengan Tuhan sebagai “sebab” ketiga, pada hakikatnya adalah hubungan yang ada dengan Yang Mengadakan. Kita wajib bersyukur karena kita diciptakan menjadi manusia, makhluk yang paling utama. Kehadiran kita sebagai menusia adalah kesempatan mensyukuri apa yang telah ditakdirkan Tuhan kepada kita. Kesempatan ini berarti kesempatan untuk berbuat baik dengan membawa siklus karma pada itu. Karena tujuan daripada hidup kita ini ialah untuk tidak kembali lagi. Diungkapkan dengan kata-kta, suka tanpa wali duka. Inilah yang disebut Moksa, yang walaupun kita masih hidup di duni ini, kita berjiwa tenang (ananda), dan sabar. Sadar untuk menyatu dengan Tuhan (Jiwatma dengan Paramatma). Inilah yang merupakan hakikat ungkpan di atas.

    Di dalam hal ini pun ada kewajiban kita memelihara, seperti ditegaskan di dalam Bhagawadgita (III, 12) sebagai berikut:
    Istan bhogan hi vo dewa
    Dasyanto yajna bhavitah
    Tair dattan apradayai, byo
    Yo bhunkte stena eva sah

    Artinya, dipelihara oleh yadnya para Dewa akan memberi kau kesengan yang kau ingini, Ia yang menikmati pemberian ini tanpa memberikan kepada-Nya, adalah pencuri.

    Selanjutnya dijelaskan lagi,
    Karma brahmodbhavam vidhi
    Brahma, ksarasamudbhavam
    Tasmat sarvagatan brahma
    Nityam yajnopratisthitam

    Artinya, ketahuilah asal mulanya Kama di dalam Veda dan Brahma muncul dari yang abadi. Dari hal itu, Brahma yang meliputi semuanya selalu berpusat di sekeliling Yadnya (III,15).

    Kalau demikian apakah yadnya itu?

    Yadnya pada hakikatnya merupakan persembahan, dan pengabdian, yang dilakukan dengan perasaan ikhlas, hati suci, dan tanpa pamerih. Bentuknya berupa suguhan yang berbagai jenis ragamnya (di Bali dikenal dengan upakara atau bebanten), dengan hiasan penuh rasa keindahan, serta simbul-simbul yang melambangkan hubungan keluhuran yang dipuja dan kesucian hati si pelaksana yadnya.

    Dalam pustaka-pustaka suci Hindu dikenal yadnya yang memiliki macam yang sangat banyak. Seperti halnya Aswameda Yadnya, Rajasuya Yadnya, dan lain-lain yang termuat dalam wiracarita Mahabharata dan Ramayana, tetapi dalam hidup keagamaan Hindu di Bali dikenal adanya Panca Yadnya.


    • Yadnya untuk Ida Sanghyang Widhi, dan para dewa disebut Dewa yadnya;
    • Yadnya untuk Sanghyang Atma (pitara), yaitu Jiwatma orang yang telah meninggal, disebut Pitra Yadnya;
    • Yadnya untuk manusia (Jiwatma yang masih di badan manusia) dari sejak dalam kandungan, lahir, dewasa, kawin, disebut Manusia Yadnya;
    • Yadnya khusus berupa pujaan bagi Sang Sapta Rsi disebut Rsi Yadnya. Dalam perwujudan nyata yadnya ini berupa memberikan punia serta suguhan kepada para Pendeta Siwa/Buddha (Rsi Bojana);
    • Yadnya untuk para Bhuta yaitu kekuatan penyangga alam bawah, disebut Bhuta Yadnya.

    Dalam hal ini yadnya berfungsi sebagai sarana untuk menetralisir hubungan makrokosmos dengan mikrokosmos, guna menjaga tetapnya kondisi yang harmonis.

    Tri Hita Karana sebagai filsafat mengandung suatu ajaran tentang melestarikan adanya keharmonisan dalam kehidupan manusia dengan meraih keseimbangan dan keselarasan dalam berbagai aspeknya. Implimentasinya ialah melalui berbagai bentuk yadnya ini.

    Pengertian lingkungan hidup (ekosistem) dalam kerangka filsafat Tri Hita Karana, tidaklah terbatas pada benda, kondisi, keadaan, dan pengaruh yang terdapat pada ruang yang kita tempati saja, tetapi juga meliputi kekuatan-kekuatan dan getaran-getaran (fibration) yang ada di mayapada ini, yang bias merusak atau menyelamatkan keseimbangan dan keserasian itu.

    Karena itu dalam pola dasar struktur masyarkat tradisional di Bali seperti eksestensi desa adat, banjar, maupun subak senantiasa memperhatikan filsafat Tri Hita Karana ini. Demikian pula dalam hal arsitektur tradisional, pola letak, pembagian ruang sampai pada ornament-ornamennya dibedakan pada bangunan-bangunan suci, bangunan untuk umum maupun perumahan (pawongan). Semuanya membawa arti dan melambangkan hubungan serasi antara manusia dengan lingkungan hidupnya itu. *goesdun

    Untuk mencapai Sorga Sekala & Niskala laksanakan Tri Hita Karana !

  10. bedahOtak

    bedahOtak IndoForum Newbie D

    No. Urut:
    54518
    Joined:
    8 Oct 2008
    Messages:
    101
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    18
    piye bli ,atas keinginan rekan2..
    monggo di tindaklanjuti.smoga g ganggu aktifitasnya krn jd mod..
    kulo setuju,sampeyan dadi modnya...


    smoga ini dianggap sbg realisasi meyadnya dlm mencerdaskan umat via dunia maya..(makjan bahasa mu!)
  11. JakaLoco

    JakaLoco IndoForum Beginner A

    No. Urut:
    32015
    Joined:
    31 Jan 2008
    Messages:
    1.188
    Likes Received:
    19
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Under Pressure
    Jalan Kematian

    When we die...

    Roh kita akan berjalan di suatu tempat yg sangat asing, sadarilah kalo kita sudah mati..
    Jika anda melihat jalan lebih dari satu, maka dipastikan anda belum berhasil mencapai Moksa!
    Semakin banyak jalan yg anda lihat, semakin jahat anda ketika hidup di dunia baik disadari ato tidak,..yg paling parah adl anda melihat 9 jalan (Marga Sanga) buseeet anda jahat banget jadi orang!
    Jika kenikmatan telah selesai anda nikmati di surga dan hukuman di neraka, tiba2 anda dibawa oleh para Rencangan menuju Barat Daya (Kelod Kauh)..di arah ini anda akan melihat cahaya dan anda akan dibuang menuju cahaya tsb dan...anda terlahir kembali sbg makhluk fana (punarbhawa), hal ini oleh Sesuhunan disebut dengan "Keputusan Dala"..

    Kalo anda melihat hanya satu jalan dan anda diantar dengan kereta yg ditarik kuda putih, sadari kalo arah yg anda tuju adalah Timur(kangin), atau Utara(Kaja), atau Timur Laut(Kaja Kangin)..saat menyusuri jalan tersebut anda akan melihat cahaya, di dalam cahaya tersebut terdapat telaga..di tengah2 telaga tersebut ada genah linggih berupa Padmasana, Meru Tumpang Telu, Tugu, dan Tajuk..kemudian anda akan dipersilahkan oleh Sesuhunan utk bersthana (Moksa)..

    ingat baik2 postingan saya ini, buktikan nanti setelah kita mati hehehe...
  12. Made Suryadi Artana

    Made Suryadi Artana IndoForum Beginner B

    No. Urut:
    23549
    Joined:
    8 Oct 2007
    Messages:
    1.029
    Likes Received:
    10
    Trophy Points:
    38
    Info Darimana Bli Source nya?
  13. JakaLoco

    JakaLoco IndoForum Beginner A

    No. Urut:
    32015
    Joined:
    31 Jan 2008
    Messages:
    1.188
    Likes Received:
    19
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Under Pressure
    from The Sanctuary Light of God...

    percaya ato gak percaya, kita buktikan nanti setelah ajal tiba!
  14. JakaLoco

    JakaLoco IndoForum Beginner A

    No. Urut:
    32015
    Joined:
    31 Jan 2008
    Messages:
    1.188
    Likes Received:
    19
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Under Pressure
    @all

    Saya minta maaf sebelumnya kpd rekan2 se-dharma,apa yg sampaikan pd bagian yg saya cetak tebal (yg saya 'quote' di atas) ternyata ada sedikit kekeliruan..
    yg bener adl :Jika kita melihat jalan lebih dari tiga maka dipastikan kita tidak moksa,itu artinya jika kita melihat 1,2,atau 3 jalan kita pasti moksa hanya saja tingkatannya berbeda utk masing2 jumlah jalan.

    suksma...
  15. Made Suryadi Artana

    Made Suryadi Artana IndoForum Beginner B

    No. Urut:
    23549
    Joined:
    8 Oct 2007
    Messages:
    1.029
    Likes Received:
    10
    Trophy Points:
    38
    ok..Bli Sip....

    tapi Bli bukannya saya nggak percaya, cuman saya kurang yakin, artinya kalau sumbernya seperti itu, tidak bisa dipertanggung jawabkan donk bli, masalahnya sekarang kan banyak tuh orang2 yang bermunculan bahwa dirinya nabi... utusan2 segala macam... dengan mengatasnamakan perwakilan Tuhan, ketika ditanya darimana Ia berani mengatakan nabi jawabnya "Sanctuary Light of God"

    Mohon Pencerahannya:)
  16. bcak

    bcak IndoForum Newbie B

    No. Urut:
    77168
    Joined:
    6 Aug 2009
    Messages:
    221
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    Occupation:
    rig
    Location:
    east Indonesia
    Wah benar juga bli Made,.......:D
    menarik sekali jika hal ini dibahas, bagaimana bli Jaka ditunggu responsnya,...:)
  17. JakaLoco

    JakaLoco IndoForum Beginner A

    No. Urut:
    32015
    Joined:
    31 Jan 2008
    Messages:
    1.188
    Likes Received:
    19
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Under Pressure
    @made & @bcak

    Nanti setelah mati baru anda percaya kpd saya hahahahaha...
    btw anda juga gak boleh langsung percaya kpd saya..tolong dihayati dan didalami..
    tinggal nunggu hari kematian aja hehe trus liatin deh ciri2 yg saya paparkan di sini..
    sekali lagi,percaya gak percaya itu urusan anda..suksma.
  18. bcak

    bcak IndoForum Newbie B

    No. Urut:
    77168
    Joined:
    6 Aug 2009
    Messages:
    221
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    Occupation:
    rig
    Location:
    east Indonesia
    Masih bingung.....:-/
    tunggu mati ya......:D
  19. Made Suryadi Artana

    Made Suryadi Artana IndoForum Beginner B

    No. Urut:
    23549
    Joined:
    8 Oct 2007
    Messages:
    1.029
    Likes Received:
    10
    Trophy Points:
    38
    cape...deh.... L-)
  20. JakaLoco

    JakaLoco IndoForum Beginner A

    No. Urut:
    32015
    Joined:
    31 Jan 2008
    Messages:
    1.188
    Likes Received:
    19
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Under Pressure
    oya, "Jalan Kematian" yg saya sampaikan di sini tidak sesederhana itu prosesnya,kita masih harus melalui "Titi ugal-agil" dll..banyak tahap yg dilalui namun yg saya ingat dari piteket Sesuhunan hanya "Titi Ugal-agil","Genah Linggih",dan "Marga Sanga"

Share This Page

Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG