Pura dan Candi di Indonesia

Discussion in 'Hindu' started by goesdun, 23 Feb 2008.

  1. AHIMSA

    AHIMSA IndoForum Newbie F

    No. Urut:
    89420
    Joined:
    14 Jan 2010
    Messages:
    21
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Namaste,
    Rekan 666, pertanyaan anda na'if, menunjukkan siapa anda...
    Buddha dan Hindu tidak dan bukan menyembah patung...
    Patung atau arca-arca yang ada hanya 'membantu' pencitraan. Mereka hanya alat bantu dan bukan tujuan... tolong bedakan... Kalau umat Hindu dan Buddha yang anda 'tuduh' penyembah patung, anda bisa bayangkan patung-patung dan arca-arca buddha tentu tidak akan dijual bebas di art-shop yang bertebaran di Bali.
    Kami penyembah Tuhan Yang Esa...

    AHIMSA,
    menolak segala bentuk kekerasan riil dan virtual
  2. goesdun

    goesdun IndoForum Mod In Training Staff Member

    No. Urut:
    32661
    Joined:
    7 Feb 2008
    Messages:
    3.021
    Likes Received:
    65
    Trophy Points:
    48
    Location:
    Perbukitan Karst Jimbaran
    Candi Prambanan Jadi Sentra Ibadah Hindu

    Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, mengharapkan Candi Prambanan ke depan dapat berkembang menjadi sentra ibadah Umat Hindu sekaligus objek wisata.

    "Hal tersebut akan mampu mengangkat perekonomian masyarakat, dengan tetap mempertahankan nuansa religius dan keaslian budayanya," kata Gubernur Jateng di sela upacara ritual Tawur Agung Kesanga (Wisuda Bumi) di Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Senin.

    Gubernur sangat menghargai upaya itu, karena selama ini ikut merawat atau menjaga kondisi spiritual Candi Prambanan, seperti dalam penyelenggaraan ritual Tawur Agung Kesanga.

    Ia mengatakan, Candi Prambanan ketika dipugar, beberapa bagian candi dan relief masih berserakan dan belum tersusun rapi.

    Selain itu, kata dia, ketika terjadi gempa bumi yang melanda Klaten dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), beberapa waktu lalu, menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian candi.

    Menurut dia, momentum kebersamaan seperti kegiatan upacara ini menjadi awal bagi masyarakat untuk meningkatkan rasa saling memiliki terhadap keagungan Candi Prambanan.

    Ia mengatakan, membangun Candi Prambanan berarti membangun tiga hal penting, yakni membangun kehidupan beragama, pertumbuhan ekonomi, dan pelestarian budaya.

    Bibit Waluyo, berharap dengan keagungan Candi Prambanan dapat dibangun sebuah aset tempat ibadah Umat Hindu, situs budaya, dan objek wisata karya anak bangsa yang bernilai sangat tinggi.

    Oleh karena itu, kata dia, kembalinya keagungan Candi Prambanan dapat menjadi ikon pariwisata yang mempunyai daya tarik internasional, sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

    Selain itu, Bibit juga berharap Candi Prambanan dapat menjadi sentra ibadah Umat Hindu di seluruh dunia, yang memancarkan Dharma Santi kemasyarakatan.

    Sementara itu, Menteri Agama Suryadharma Ali mengakui adanya keluhan dari kalangan pemimpin agama bahwa Kementerian Agama dalam memfungsikan dan memanfaatkan peninggalan bangunan keagamaan yang agung di antaranya Candi Prambanan dan candi lainnya, agar memberikan peran yang besar.

    Namun, kata menteri, hal tersebut sampai sekarang masih menjadi perdebatan apakah situs keagamaan yang memiliki budaya tinggi hanya dikelola institusi kepariwisataan dan kebudayaan, atau juga melibatkan pihak lain.

    Menurut dia, sebaiknya dikelola Kementerian Agama, karena candi semacam itu selain memiliki nilai budaya yang sangat tinggi, tidak boleh dilupakan nilai spiritualnya. "Nanti kita bicarakan dengan instansi yang terkait," katanya.

    Ia mengatakan sejumlah pimpinan agama merasa selama ini pengelolaan peninggalan berupa candi hanya dilihat dari sisi pariwisata atau budayanya, sementara sisi religius atau keagamaannya kurang diperhatikan.
    (U.KR-BDM/M008/P003)
  3. goesdun

    goesdun IndoForum Mod In Training Staff Member

    No. Urut:
    32661
    Joined:
    7 Feb 2008
    Messages:
    3.021
    Likes Received:
    65
    Trophy Points:
    48
    Location:
    Perbukitan Karst Jimbaran
    Altar Raja Dharmawangsa Ditemukan di Ponorogo

    Warga Ponorogo digegerkan dengan temuan sedikitnya dua artefak yang diduga kuat peninggalan dari Kerajaan Medang semasa Raja Dharmawangsa.

    Ini kerajaan penting di Jawa Timur yang pernah menguasai Kerajaan Sriwijaya di Palembang tahun 992 Masehi, jauh sebelum Singhasari dan Majapahit berdiri.

    Kedua artefak di situs purbakala itu ditemukan di Dusun Watu Dhukun, Desa Pager Ukir, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. Artefak itu berbentuk mangkara dan linggajati (altar) besar yang terletak berdampingan.

    Menurut Aryo Putro, pemerhati sejarah dari Kediri yang meninjau situs tadi, tulisan pada kedua artefak itu memakai huruf Pallawa. Ia menduga, mangkara dan linggajati itu peninggalan Dharmawangsa ketika menyikir ke Ponorogo karena bertempur melawan Kerajaan Kahuripan Medang di Sidoarjo, dekat Surabaya sekarang.

    "Jadi, tempat ini merupakan tempat pelarian Airlangga sebelum menjadi raja. Dan tempat ini merupakan lokasi semedi Airlangga hingga mendapat petunjuk untuk menjadi raja," Aryo menduga.

    sumber: Kompas
  4. goesdun

    goesdun IndoForum Mod In Training Staff Member

    No. Urut:
    32661
    Joined:
    7 Feb 2008
    Messages:
    3.021
    Likes Received:
    65
    Trophy Points:
    48
    Location:
    Perbukitan Karst Jimbaran
    Umat Hindu DIY Kesulitan Gunakan Candi

    Candi yang bertebaran di Daerah Istimewa Yogyakarta ternyata tidak bisa digunakan maksimal umat Hindu untuk beribadah. Pasalnya, ketika beribadah umat harus membayar karcis masuk candi. Tak hanya itu, jika tidak tepat waktunya, umat dilarang untuk menggunakannya.

    Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wilayah Yogyakarta, Drs. Ida Bagus Agung, MT menyatakan kesulitan menggunakan candi untuk ibadah seharusnya tidak perlu. Menurutnya, kegelisahan Umat Hindu DIY masih dirasakan hingga kini.

    "Tak hanya di Yogyakarta, umat di Jawa Timur dan Kalimantan juga merasakan kegelisahan yang sama," ungkap Ida Bagus Agung. Keluhan ini disampaikan Ketua PHDI Yogyakarta Drs. Ida Bagus Agung, MT didepan anggota DPD asal DIY yang menggelar Sosialisai DPD dengan masyarakat, tokoh agama, akademisi dan LSM di Gedung Pracimosono, Kepatihan Yogyakarta, Rabu (24/03/2010).

    Menurut Ida Bagus Agung, kegelisahan umat Hindu yang harus membayar masuk candi sudah lama dirasakan sejak puluhan tahun. Selama ini sekitar 18-20 ribu umat Hindu memang menggunakan pura untuk beribadah. Ia menyebut status pura itu sama dengan candi yakni untuk beribadah.

    Namun, umat masih harus membayar dan minta ijin kepada aparat yang menjaga candi. Ketika ditanyakan apakah kegelisahan ini sudah dilaporkan ke Mentri Agama Suryadarma Ali, Ketua PHDI Yogyakarta Ida Bagus Agung mengaku respon positif sudah disampaikan.

    Mengutip sambutan Suryadarma Ali ketika menghadiri Upacara Tawur Kesanga di candi Prambanan(15/03/2010), Ida Bagus menyatakan saat ini pemerintah sedang merevisi Undang-Undang Peninggalan Purbakala yang ada di Indonesia. Karena itu, sekarang ini momen yang tepat untuk Umat Hindu menyampaikan saran kepada pemerintah.

    sumber: Kompas
  5. JakaLoco

    JakaLoco IndoForum Beginner A

    No. Urut:
    32015
    Joined:
    31 Jan 2008
    Messages:
    1.188
    Likes Received:
    19
    Trophy Points:
    38
    Location:
    Under Pressure
    Itu wajar karena candi adalah peninggalan sejarah,takutnya kalo dipake beribadah nanti rusak...mendingan membangun banyak pura baru di Yogyakarta,kita tunggu saja bagaimana kemampuan diplomasi PHDI agar mendapat izin membangun beberapa pura lagi di Yogya..
  6. goesdun

    goesdun IndoForum Mod In Training Staff Member

    No. Urut:
    32661
    Joined:
    7 Feb 2008
    Messages:
    3.021
    Likes Received:
    65
    Trophy Points:
    48
    Location:
    Perbukitan Karst Jimbaran
    10 Seniman Buat Replika Candi Prambanan

    Kota Solo akan menjadi tuan rumah Festival Seni Sakral Keagamaan Hindu tingkat nasional. Saat ini, panitia tengah sibuk mempersiapkan berbagai perlengkapan festival. Namun yang paling unik, tentu saja pembuatan feplika miniatur Candi Prambanan. Pasalnya, sedikitnya 10 seniman patung bekerjasama untuk mewujudkan replika, yang benar-benar menyerupai candi aslinya.

    Candi Prambanan dipilih karena dianggap sebagai simbol tempat ibadah agama Hindu di Jawa. Menurut Gunadi, salah seorang seniman pembuat miniatur Prambanan, pihaknya bekerjasama dengan seniman lainnya, terus berusaha keras agar miniatur candi selesai tepat waktu. Pembuatan replika candi ini tergolong rumit, karena banyak sekali stupa candi dengan detail yang rumit.

    Tidak hanya candi, Gunadi dan beberapa seniman lainnya juga membuat patung Dewi Saraswati dan ornamen Hindu lainnya. Rencananya, festival akan berlangsung pada 15 Juni hingga 17 Juni 2010. Festival Seni Sakral Keagamaan Hindu ini akan diperlombakan 4 acara pokok keagamaan yaitu Tabuh, Poka, Tari Rejan dan Tari Topeng Sidakarya. *
  7. goesdun

    goesdun IndoForum Mod In Training Staff Member

    No. Urut:
    32661
    Joined:
    7 Feb 2008
    Messages:
    3.021
    Likes Received:
    65
    Trophy Points:
    48
    Location:
    Perbukitan Karst Jimbaran
    Mengagumi Kemegahan Candi Muaro Jambi

    [​IMG]
    Wisata Jambi -- MI/SOLMI

    JAMBI, sebuah provinsi Indonesia yang terletak di pesisir timur di bagian tengah Pulau Sumatra menyimpan peninggalan sejarah sangat penting yaitu Candi Muaro Jambi yang kini menjadi salah satu daya tarik wisata.

    Candi Muaro Jambi dianggap salah satu situs arkeologi terkaya di pulau Sumatera. Situs Purbakala ini adalah sebuah kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di Indonesia yang kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu.

    Candi yang diperkirakan berasal dari abad ke-11 M ini juga merupakan kompleks candi terbesar dan yang paling terawat di pulau Sumatera.

    Arkeolog menyimpulkan bahwa situs ini merupakan pusat Jambi kuno, ibukota kerajaan kuno yang memerintah Kerajaan Melayu tertinggi sekitar sepuluh abad yang lalu.

    Kompleks candi Muaro Jambi meliputi wilayah seluas 12 kilometer persegi di sepanjang sisi sungai Batanghari. Di kompleks ini terdapat delapan candi utama. Semuanya terletak di daerah pusat yang dibentengi oleh dinding. Tiga diantaranya sudah direnovasi.

    Pada 1982 sebuah penemuan yang masih berhubungan dengan Candi Muaro Jambi juga ditemukan di Koto Kandis, Kabupaten Muara Sabak. Di wilayah itu ditemukan sebuah patung perunggu perempuan setinggi 32 centimeter. Patung yang diyakini sebagai Dewi Laksmi ini nampak sedang memegang kuncup bunga teratai di tangan kirinya.

    Sebelum terlihat seperti sekarang, pada 1377 situs ini sempat hancur oleh serangan tentara dari Burma. Selama berabad-abad, situs ini juga sempat hilang dan terlupakan jauh di dalam hutan, tetapi ditemukan kembali pada 1920 oleh tim ekspedisi militer Inggris

    Candi Muaro Jambi terletak 30 kilometer timur laut Jambi, di sepanjang Sungai Batanghari. Untuk sampai ke sini, Anda dapat melakukan perjalanan dari Medan atau Padang.

    Dibandingkan Medan, Padang merupakan tujuan populer untuk menuju lokasi ini dan agen perjalanan di Jambi biasanya memiliki paket yang terkait dengan tujuan Padang.

    Selain situs arkeologi, banyak pengunjung menjadikan sisi sungai sebagai tempat rekreasi yang ideal.(*MI/X-12)
  8. bcak

    bcak IndoForum Newbie B

    No. Urut:
    77168
    Joined:
    6 Aug 2009
    Messages:
    221
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    Occupation:
    rig
    Location:
    east Indonesia
    Membangun sebuah pura memerlukan biaya yang tidaklah sedikit, bagaiman klo dimanfaatkan apa yang ada (dalam hal ini candi) yang memang sebenarnya peruntukannya memang untuk itu??? :)

    Bukankah sebaiknya PHDI melobi agar candi tsb bisa digunakan sebagai mana mestinya??? ;)
  9. bcak

    bcak IndoForum Newbie B

    No. Urut:
    77168
    Joined:
    6 Aug 2009
    Messages:
    221
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    Occupation:
    rig
    Location:
    east Indonesia
    Situs Diduga Candi di Benua Kayong

    Situs yang diduga merupakan candi ditemukan di Desa Negeri Baru, Kelurahan Mulai Kerta, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Enam orang tim arkeologi dari Balai Arkeologi Banjarmasin melakukan penelitian dan penggalian di lokasi tersebut sejak sepekan lalu.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ketapang, Yudo Sudharto, juga menduga bahwa rerentuhan bebatuan (berbentuk batu bata merah) yang ditemukan di lokasi tersebut merupakan candi.

    "Kemungkinan dari penganut Buddha, tetapi lebih condong ke Hindu," katanya di Ketapang, Selasa (28/9/10).

    Arkeolog yang melakukan penggalian kesulitan untuk melakukan rekonstruksi karena telah terjadi pergeseran bebatuan. Banyak batuan yang ditemukan sudah bukan lagi pada tempatnya.

    "Kami mencari sudut bangunan dan luas dari bangunan ini. Sampel-sampel bata yang kita temukan nantinya akan kita coba rekonstruksi kembali," ujar Nugroho, peneliti madya, kepada Tribun.

    Para arkeolog itu membentuk masing-masing tim kecil. Mereka dengan dibantu beberapa pekerja dari masyarakat setempat, mencoba mengeruk tanah dari tumpukan batuan tersebut.

    "Kita sudah menduga adanya situs ini di Kalimantan Barat, berdasarkan literatur dari Belanda. Penemuan ini bisa dikatakan terbesar dan termasuk langka di Kalimantan. Di daerah lain di Kalimantan, tidak pernah ada situs seperti ini," kata Nugroho.

    Balai Arkeologi dan Pemkab Ketapang (melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) akan mengajukannya sebagai situs yang dilindungi oleh negara.

    Hal itu sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya. Tanah tersebut secara tidak langsung akan dikuasai negara dengan melakukan proses ganti rugi kepada pemilik tanah.

    Nugroho mengatakan, temuan tersebut bisa mengungkap sejarah Ketapang di masa lalu.
    Peneliti lainnya mengungkapkan, dugaan kuat situs itu memang mengarah ke bangunan candi. Sebab, batu bata biasanya digunakan untuk membangun candi.

    Pada batu yang diduga untuk menyusun candi juga ditemukan relief bermotif. Ada yang berbentuk telinga kelinci, juga bisa berbentuk daun.

    "Masih belum dipastikan apa motif tersebut," ujar sang arkeolog.

    Ia mengatakan, sebagian situs tersebut sudah mengalami kerusakan, yakni terjadi pemampatan. Diduga, lokasi tersebut pernah dijadikan jalan untuk truk angkutan.

    Arkeolog lainnya menjelaskan, untuk mengetahui situs tersebut berasal dari zaman apa, itu bisa diketahu jika ditemukan kayu atau arang di lokasi yang dimaksud.

    "Kalau kita kirim ke Prancis untuk diperiksa, perlu anggaran yang sangat mahal. Belum tentu kita mampu. Makanya, kemungkinan akan lama baru bisa terungkap," ujarnya.

    Kadis Budpar Yudo Sudharto berencana mempromosikan cagar budaya tersebut kepada seluruh masyarakat, termasuk keluar Kalbar, sehingga kelak bisa menjadi potensi wisata.

    "Saya juga rencana akan mengajak Bapak Bupati untuk berkunjung ke sini. Saya melihat beliau cukup antusias dalam promosi wisata," ujarnya.

    Warga setempat, Sabli (52), mengaku tidak tahu menahu adanya benda cagar budaya tersebut.

    "Manalah kita tahu, kalau zaman dahulu sih orangtua kita mungkin paham," ujarnya.

    Warga lainnya, ibu rumah tangga yang rumahnya bersebelahan dengan situs, mengaku terkejut sekaligus bangga. Ia berharap, kalau pun lokasi rumahnya harus diambil pemerintah, maka ia mendapatkan ganti rugi setimpal.

    SUMBER
  10. sakradeva

    sakradeva IndoForum Newbie D

    No. Urut:
    20433
    Joined:
    14 Aug 2007
    Messages:
    107
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    saya pernah baca terjemahan Lontar Andha Bhuawana tapi kok menceritakan tentang Hyang Giriputri dikutuk oleh Bhatara Gana menjadi Durgha lalu menyebarkan penyakit di dunia..... bukan masalah Meru ????
    mohon dijelaskan lagi ke 11 tingkatan tersebut Goes
  11. bcak

    bcak IndoForum Newbie B

    No. Urut:
    77168
    Joined:
    6 Aug 2009
    Messages:
    221
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    Occupation:
    rig
    Location:
    east Indonesia
    Klo pernah baca, dishare juga dong bli :D

    ikut nunggu penjelasan dari bos @Goesdun juga tentang 11 tingkatan ini ;)
  12. Cbhirawa

    Cbhirawa IndoForum Newbie F

    No. Urut:
    156109
    Joined:
    4 Nov 2011
    Messages:
    6
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    OSA,permisi ikut sharing..ada artikel menarik tentang keberadaan sebuah Pura di Kalimantan yg sngt misterius nyama Bali Kotabaru's Site - SIAPA PENYUNGSUNG PURA ,nah klu bsa tolong diulas lbih lngkap di forum ini..shanti....

  13. Prawira Diharja

    Prawira Diharja IndoForum Newbie F

    No. Urut:
    166142
    Joined:
    24 Feb 2012
    Messages:
    1
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    pak goesdun, tiang metaken uning genah padharman dalem segening sane wenten ring besakih lan sane lian ring bali, yen pak goes wenten medue asal-usul dalem segening tiang nunas kirimmin link ke email tiang di alamat [email protected]. niki tiang lagi paling ten uning kawitan niki. suksma pak goes.
  14. goesdun

    goesdun IndoForum Mod In Training Staff Member

    No. Urut:
    32661
    Joined:
    7 Feb 2008
    Messages:
    3.021
    Likes Received:
    65
    Trophy Points:
    48
    Location:
    Perbukitan Karst Jimbaran
    Campuhan Windhu Sagara...

    BEGITULAH kini kompleks pura yang berada tepat di pusaran Loloan Sagara Padanggalak ini dinamakan. Nama ini diberikan atas inspirasi yang didapatkan oleh sang pamangku yang begitu total-penuh-seluruh mengabdikan dirinya bagi perwujudan pura ini, sejak tujuh tahun lalu. Dari tidak ada, lalu dirupakan dengan bangunan beratap rumbia, hingga akhirnya kini dengan dukungan serta kontribusi banyak orang di tempat ini telah terwujud nyata satu palebahan bangunan suci yang dalam tradisi Bali belakangan dinamakan pura. Boleh jadi, inilah pura termuda di Bali, tempat bersimpuh dan bersila orang-orang dari berbagai golongan, jabatan, hingga beragam etnis, bangsa, bahkan juga agama buat mengagungkan Yang Mahaagung Mahatunggal. Di sini jalan-jalan kesadaran Timur, seperti Siwa, Buddha, bahkan Tao memang disatukan, tanpa sekat, layaknya samudraraya yang tiada lagi memilah memilah aliran-aliran air sungai.

    CAMPUHAN Windhu Sagara yang menghampar lapang tanpa tembok pembatas ini seakan menuturkan jelas inti-sari-pati-hakikat kedalaman jalan-jalan kesadaran yang oleh kebanyakan orang lantas diberi judul tunggal: agama. Nun di puncak kedalaman akhir sana, sesejati-sejatinya sekat-sekat alur air sungai itu tiada lagi bernama, tiada berjudul, bahkan tiada pula berasa. Itulah inti-sari-pati-hakikat makna sejati campuhan, titik temu alur-alur alir-alir sungai-sungai. Semua alir alur sungai itu menyatu-padu-tunggal-utuh menjadi Samudraraya tiada terukur, tiada terbilang.

    YANG MENYATU-padu-tunggal-utuh, tiada terukur karena semua ukuran dan pengukuran tiada lagi sanggup mengukur, tiada terbilang karena semua kata dan bilangan tiada lagi sanggup mengatakan, itulah Windhu. Dengan begitu, Windhu bukanlah nama, bukan pula judul, dan karenanya bukan pula pembatasan, sebab Windhu justru adalah hamparan luas leluasa Ketidakterbatasan. Kesahajaan Campuhan Windhu Sagara di tepi Sagara Padanggalak sekaligus tepi Sungai Ayung itu terasa begitu benderang bertutur perihal hamparan luas leluasa Ketidakterbatasan yang terasa begitu nyata di sini, di satu titik di permukaan Bumi yang dinamakan Bali. * nirta ks (BP)
  15. gredag marta

    gredag marta IndoForum Newbie F

    No. Urut:
    172326
    Joined:
    15 May 2012
    Messages:
    1
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Pura adalah Tempat sembahyang umat hindu,pura berasal dari bahasa sansekertha yaitu pur yg artinya benteng...yg perlu di bentengi adalah iman kita....tak satu agama pun menyembah patung...semua menyembah Tuhan..patung hanyalah sebagai media saja...manusia memerlukan media untuk melakukan apa pun bentuk aktivitasnya...Tuhan juga membutuhkan media untuk memberi sesuatu pada umatnya.....

Share This Page

Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG