Iya seh...tp masalahnya ortu dah terlalu terikat ke tradisi selisih 3,6,9 tahun itu ga bagus..gmn ya caranya jelasin ke mereka kalau itu udah ga cocok lg dipake di jaman sekarang??
2Suka Berikut adalah diskusi tentang [Universal]Tanya - Jawab dalam forum Buddha yang merupakan bagian dari Forum Religi IndoForum; Iya seh...tp masalahnya ortu dah terlalu terikat ke tradisi selisih 3,6,9 tahun itu ga bagus..gmn ya caranya jelasin ke mereka ...
Iya seh...tp masalahnya ortu dah terlalu terikat ke tradisi selisih 3,6,9 tahun itu ga bagus..gmn ya caranya jelasin ke mereka kalau itu udah ga cocok lg dipake di jaman sekarang??
Dalam pandangan saya,
Yang perlu dipahami, ortu itu melarang hub 3,6,9 itu karena suatu kepercayaan..
Dimana mereka kwatir, hub anaknya tidak akan berjalan mulus dan baik. (bisa berakhir celaka atau mungkin perceraian)
Itu bukan demi keuntungan mereka, tapi karena mereka sangat sayang pada anda..
Sebelum anda berpikir utk mengubah pikiran orang tua, coba renungkan terlebih dahulu..
Anda ingin merubah ortu, hanya karena memikirkan perasaan sendiri, dimana ego dan kemauan pribadi begitu kuat.
Namun orang tua, yg (mungkin) anda pikir kolot melakukan hal itu karena memikirkan anaknya, bukan karena ego / kemauan dirinya sendiri..
Semua demi kebaikan anaknya, walaupun hal yang dianggap baik belum tentu baik..
Tapi tolong pahami kondisi ini, agar anda bisa lebi bijaksana menghadapi orang tua sendiri..
Percaya de, mereka melakukan semua itu karena ingin anda hidup bahagia..
semua demi anda, bukan mereka..
Namun, kalau anda merasa hidup anda akan sangat bahagia bila bersama pasangan anda.
Anda berhak utk membuktikannya kepada orang tua anda, kalau pasangan anda akan menjadi pendamping yang baik untuk anda..
Saya bold, kata membuktikan..
Karena orang tua, sudah menjalani kehidupan lebih lama dari anda..menemui pengalaman lebih banyak dari anda..
Mereka tidak mudah terkena bujuk rayu atau tangisan buaya, yang mungkin membuat anda tergila2..
Kalau anda yakin anda dapat bahagia, BUKTIKAN pada mereka..
Saya berani jamin, tidak ada orang tua yang ingin anaknya menderita..
Bila mereka melihat anaknya bahagia, kenapa juga mereka harus melarang ?
Bila mereka melihat anda hidup dgn positif, bersemangat, dan penuh kebahagiaan dgn pasangan anda.. Apalage yang mereka kwatirkan ?
Bila mereka melihat pasangan anda adalah wanita baik2, sayang orang tua dan anda, bisa jadi istri yang baik.. Apalage yang hendak mereka cari ?
Gitu aja sih ...
Semoga anda menemukan pasangan yang tepat, dan senantiasa hidup berbahagia yah..![]()
"Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself." - Leo Tolstoy
utk masalah adat, memang susah utk diluruskan, namanya juga sudah tradisi,
utk menaklukan hati orang tua anda, cuma anda yg tau, karena anda pasti tau persis sifat dan karakter orang tua anda seperti apa. contoh perumpaan, saya gak tau medan, jadi jgn tanya saya alamat di medan.
minta dukungan dari sodara2 anda. terutama yg bisa didengar orang tua anda, bisa kakak adek ato paman bibi, bila perlu nenek, tapi dengan catatan saudara tsb yg pro dgn anda.
betul orang tua pasti menginginkan anaknya bahagia berdasarkan cara pikir orang tua,
contoh ilustrasi, orang tua menganggap makan piza jauh lebih lezat daripada burger, tapi belum tentu anak merasakan hal yg sama.
banyak jg orang tua mengambil keputusan yg salah buat masa depan anaknya, di daerah saya pun banyak contohnya
salah satunya jg dikarenakan adat, gara2 tidak boleh menikah melangkah kakak perempuan, sampai sekarang (usia sekitar 60 thnan) tiga bersaudara (perempuan semua) tidak menikah semua.
ada jg karena beda iman ditentang keras oleh orang tua, sehingga anaknya stress
ada jg karena faktor ekonomi, tidak disetujui, eh sekarang yg dulunya miskin malah sukses.
kita tidak tahu apa yg akan terjadi di kemudian hari, kebahagiaan anda bukan ditentukan oleh faktor lain (adat, iman faktor ekonomi), tetapi anda sendiri lah, bisa jadi keputusan orang tua anda benar, tapi bisa jadi juga salah, nah daripada anda menyesal karena keputusan orang lain, lebih baik anda menyesal karena keputusan diri sendiri. karena sifat manusia itu biasanya kalo yg memberi masukan itu benar, belum tentu kita berterima kasih, tapi kalo yg memberi masukan itu salah, dengan mudah kita menyalahkan mereka (gara2 ikut omongan elo nih).
utk itulah kita sebagai calon orang tua juga hendaknya suatu saat bisa memberi kebebasan kepada anak, kita hanya sebatas menasehati jgn beri harga mati, boleh komplain tapi berikan pula jalan keluarnya. klo pun umur 3 6 9 itu tidak baik ada juga kok penangkalnya, pasti org kolot jg tau lah.
karena yg menjalani kehidupan adalah diri kita masing2, bukan orang lain.
semuanya ada jalan keluar...........
kalo anda ingin lebih jelas tentang hal tsb...PM ja
nanti saya akan menunjukkan dimana tempat bertanya yg tepat.......
selanjutnya tergantung anda.......
ayo buka topik baru
Ok mari kita bahas masalah ada tiadanya tuhan? Di mulai dari saya
Apa Tuhan menentukan nasib kita?
Apa Tuhan itu ada?
Ayo ayo ayo
tuhan secara personil itu saya rasa tidak ada, dan sang guru pun pernah berkata jika ada sosok pencipta maka kita semua adalah permainannya, peranan protagonis dan antagonis merupakan hasil pengaturan sang sutradara.
karena pikiran yg menciptakannya
hal ini sudah sering dibahas di forum ini, silahkan cari postingan2 yg berkaitan dgn kata tuhan
seperti parabel tuhan dan pikiran yg membentuk sebuah lingkaran tiada akhir
silahkan dibaca terlebih postingan saya pada forum tetangga
Surga dan Neraka sebenarnya untuk Siapa?
semoga menambah sedikit wawasan
Saat ini terdapat 1 pengguna sedang melihat thread ini. (0 anggota dan 1 tamu)
Bookmarks