Pasang iklan disini, hub: 0878-35152000 ada promo khusus s/d 31 Mei 2013.


Menampilkan hasil 1 s/d 12 dari 12

Thread: Hadits Surga di bawah telapak kaki ibu
Email Halaman Ini

Short URL:
  1. #1
    IndoForum Junior D Alexis's Avatar
    No. Urut
    12131
    Bergabung
    Feb 2007
    Lokasi
    Malang
    Post
    1,951
    Catatan Blog
    8
    Rep Power
    3

    Post Hadits Surga di bawah telapak kaki ibu

    Kita sering mendengar hadits “Surga berada di bawah telapak kaki ibu”, bagaimana kedudukan hadits ini? Syaikh Al-Bany dalam Silisilatu Ahaadits Ad-Dhaifah menjelaskan tentang 2 riwayat, sebuah riwayat merupakan hadits maudhu, sedangkan riwayat yang lain merupakan hadits hasan, oleh karena itu hendaknya kita berpegang pada matan hadits yang hasan tersebut.


    الجنة تحت أقدام الأمهات ، من شئن أدخلن ، و من شئن أخرج
    ن
    Surga berada di bawah telapak kaum ibu. Barangsiapa dikehendakinya maka dimasukannya, dan barangsiapa dikehendaki maka dikeluarkan darinya

    Hadits ini hadits maudhu' (palsu). Telah diriwayarkan oleh Ibnu Adi (I/325) dan juga oleh al-Uqaili dalam adh-Dhu'afa dengan sanad dari Musa bin Muhammad bin Atha', dari Abul Malih, dari Maimun, dari Abdullah Ibnu Abbas radhiallahu’anhu.. Kemudian al-Uqaili mengatakan bahwa hadits ini munkar. Bagian pertama dari riwayat tersebut mempunyai sanad lain, namun mayoritas rijal sanadnya majhul.

    Dalam masalah ini, saya kira cukupi dengan riwayat yang di keluarkan oleh Imam Nasa'i dan Thabrani dengan sanad hasan, yaitu kisah seseorang yang datang menghadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam seraya meminta izin untuk ikut andil berjihad bersama beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bertanya, Adakah engkau masih mempunyai ibu? Orang itu menjawab, Ya, masih. Beliaupun kemudian bersabda,

    فالزمها فإن الجنة تحت رجليها
    Bersungguh-sungguhlah dalam berbakti kepada ibumu, karena sesungguhnya surga itu berada di bawah kedua kakinya


    Referensi
    Hadits ke 593 dari kitab Silsilatu Ahaaditsu Ad-Dhaifah wal Maudhuah wa Atsarus Sayyi fil Ummah karya Syaikh Al-Bany, edisi terjemahan, Silsilah Hadits Dhaif dan Maudhu jilid-2, cetakan Gema Insani Press

    Nabi mempertimbangkan anak tersebut untuk ikut berjihad karena belum dewasa.

  2. #2
    IndoForum Junior D the_jalinus's Avatar
    No. Urut
    15828
    Bergabung
    May 2007
    Lokasi
    in your hearts... PD pisan
    Post
    1,937
    Rep Power
    3
    Thx atas infonya.....

    kalau aku seh gak liat secara harfiah akan hadis itu, tetapi melihatnya kepada maknanya bahwa kita ini harus berbakti kepada orang tua......

  3. #3
    IndoForum Newbie F
    No. Urut
    43817
    Bergabung
    May 2008
    Lokasi
    www.padangjawa.com
    Post
    20
    Rep Power
    0
    Kalau ibunya Nasrani macam mana tu?
    agaknye hadist ni palsu?

  4. #4
    IndoForum Junior D the_jalinus's Avatar
    No. Urut
    15828
    Bergabung
    May 2007
    Lokasi
    in your hearts... PD pisan
    Post
    1,937
    Rep Power
    3
    Kalau ibunya Nasrani macam mana tu?
    agaknye hadist ni palsu?
    beginilah jika kita mengartikan secara harfiah akan hadis ini......

    namanya ibu (baik nasrani ataupun agama lain), tetap saja kita harus memberikan penghormatan dengan berbakti kepadanya...

    bukankah di jaman Nabi ada juga yang anaknya masuk Islam tetapi ortunya tidak. dan nabi tetap menyuruh anak itu untuk berkhidmat kepada ortunya itu... bukan memaksa ortunya untuk masuk islam...

  5. #5
    IndoForum Newbie F
    No. Urut
    43817
    Bergabung
    May 2008
    Lokasi
    www.padangjawa.com
    Post
    20
    Rep Power
    0
    Quote Originally Posted by the_jalinus View Post
    beginilah jika kita mengartikan secara harfiah akan hadis ini......

    namanya ibu (baik nasrani ataupun agama lain), tetap saja kita harus memberikan penghormatan dengan berbakti kepadanya...

    bukankah di jaman Nabi ada juga yang anaknya masuk Islam tetapi ortunya tidak. dan nabi tetap menyuruh anak itu untuk berkhidmat kepada ortunya itu... bukan memaksa ortunya untuk masuk islam...
    Kalau pasal berbakti kepada ibu bapa
    memang betol
    ade didalam Al-quran
    tapi pasal surga di telapak kaki ibu ini
    i masih x setuju la
    betul ke ni hadist nabi?

  6. #6
    IndoForum Junior D the_jalinus's Avatar
    No. Urut
    15828
    Bergabung
    May 2007
    Lokasi
    in your hearts... PD pisan
    Post
    1,937
    Rep Power
    3
    Kalau pasal berbakti kepada ibu bapa
    memang betol
    ade didalam Al-quran
    tapi pasal surga di telapak kaki ibu ini
    i masih x setuju la
    betul ke ni hadist nabi?
    jangan artikan secara harfiah bahwa surga berada di telapak kaki ibu...

    tetapi artikan bahwa, dengan berbakti kepada ibu (orang tua), kita bisa mendapatkan surga......

    Jika kita artikan secara harfiah, hebat dong ibu, kemana-mana bawa surga di kakinya..... hehehehehehe

  7. #7
    IndoForum Beginner A Da_VivoS's Avatar
    No. Urut
    11239
    Bergabung
    Feb 2007
    Lokasi
    AReMa City
    Post
    1,054
    Rep Power
    2
    hadist ni aq perna denger
    emang dhoif namun oleh ulama dikategorikan Hasan (baik)
    secara logika pun jelas ini hadist kurang tepat

    sesuai kata bang jali
    coba kita artikan kalau kita menghormati, taat dan kasih sayang kepada seorang ibu maka kita bisa mendapatkan surga

  8. #8
    IndoForum Newbie D galer02's Avatar
    No. Urut
    43035
    Bergabung
    May 2008
    Lokasi
    jaya raya
    Post
    90
    Rep Power
    0
    - menghormati seorang ibu itu 3 kali lebih baik dibandingkan bapak.........
    > karena ibu harus menderita disaat mengandung
    > karena ibu harus berjuang antara hidup dan mati saat melahirkan
    > karena ibu pun harus menyusui anak sampai umur 2 tahun
    > karena pendidikan anak lebih ditugaskan kepada sang ibu untuk melaksanakannya

    > seorang bapak bertugas mencarikan nafkah hidup yang sudah pasti tugas itupun dapat ditanggung oleh seorang ibu.....
    > seorang bapak harus dapat melindungi anaknya tetapi seorang ibu pun dapat melaksanakannya.......

    tidak ada yang perlu diragukan lagi keutamaanya..........
    masalah hadistnya ana juga kurang paham...........
    sorry........


  9. #9
    IndoForum Newbie A 54mur4i_xXx's Avatar
    No. Urut
    28625
    Bergabung
    Dec 2007
    Lokasi
    Banjarmasin
    Post
    307
    Catatan Blog
    3
    Rep Power
    1
    nambahin dikit ya
    klo misalnya hadits ini dhoif ataupun maudhu'
    kan gag bertentangan jg ama hadits yg lain.,.
    maksudnya disini jgn diliat secara harfiah.,.
    intinya hadits ini kan kita harus menghormati dan berbakti kpd ibu kita...
    so whatever lah, klo intinya baik ya kita ambil.,.
    kecuali hadits tersebut bertentangan dgn Al-Qur'an atau hadits yg lain.,.
    baru dipermasalahkan
    menurutku sie geto
    CMIIW

  10. #10
    IndoForum Beginner E onaners's Avatar
    No. Urut
    6113
    Bergabung
    Sep 2006
    Post
    433
    Rep Power
    1
    Quote Originally Posted by the_jalinus View Post
    beginilah jika kita mengartikan secara harfiah akan hadis ini......

    namanya ibu (baik nasrani ataupun agama lain), tetap saja kita harus memberikan penghormatan dengan berbakti kepadanya...

    bukankah di jaman Nabi ada juga yang anaknya masuk Islam tetapi ortunya tidak. dan nabi tetap menyuruh anak itu untuk berkhidmat kepada ortunya itu... bukan memaksa ortunya untuk masuk islam...
    sedikit nambahin

    وَوَصَّيْنَا ٱلإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ ٱلْمَصِيرُ


    “Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusunya), dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun; (dengan yang demikian) bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibubapamu; dan (ingatlah), kepada Akulah jua tempat kembali (untuk menerima balasan).” (Surah Luqman:14)

    وَإِن جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَن تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي ٱلدُّنْيَا مَعْرُوفاً ……



    "Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kaum mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik." (Luqmaan: 15)

    wassalamualaikum

  11. #11
    IndoForum Beginner D tQkai's Avatar
    No. Urut
    42250
    Bergabung
    Apr 2008
    Lokasi
    卐 (svástika स्वास्तिक ) 卍
    Post
    661
    Rep Power
    1
    assalamu alaikum saudara2 muslim yg saya cintai kerena allah SWT
    saya juga meyakini ini memang benar dan terbukti hadits ini kerena
    bukan terbukti secara real dalam dunia mama saya dan saya
    mungkin dalam kesaksian saya ini, belom bisa menjelaskan panjang lebar
    tentang kebenara hadits ini dalam kehidupan keluarga saya
    bagi saya yg juga penganut konsep supranatural
    ayah = rezeki
    ibu = restu

    wassalam
    Terakhir di-edit oleh tQkai; 02-08-2008 Pk. 10:25 PM.

  12. #12
    IndoForum Beginner E onaners's Avatar
    No. Urut
    6113
    Bergabung
    Sep 2006
    Post
    433
    Rep Power
    1
    assalamualaikum
    ngomong 2 soal surat lugman 15...saya dapet cerita


    Di zaman Rasulullah tersebutlah seorang pemuda berusia tujuh belas tahun yang bernama Saad bin Abi Waqqash. Suatu hari pemuda itu berkata, "Pada suatu malam, di tahun ini, saya bermimpi seolah-olah tenggelam di dalam kegelapan yang bertumpuk-tumpuk. Ketika saya terbenam di dalam kegelapan itu, tiba-tiba ada cahaya bulan yang menerangiku. Saya kemudian mengikuti arah cahaya itu dan saya dapati di sana ada sekelompok manusia, di antara mereka terdapat Zaid bin Haritsash, Ali bin Abi Thalib, dan Abu Bakar Ash-Shidiq. Saya bertanya, "Sejak kapan kalian ada di sini?" Mereka menjawab, "Satu jam."

    Manakala siang telah muncul, saya mendengar suara dakwah Muhammad saw. kepada Islam. Saya meyakini bahwa saya sekarang berada di dalam kegelapan dan dakwah Muhammad saw. adalah cahaya itu. Maka, saya pun mendatangi Muhammad dan aku dapati orang-orang yang kujumpai dalam mimpi, ada di samping beliau. Maka, aku pun masuk Islam.

    Tatkala ibu Sa'ad mengetahui hal ini, dia mogok makan dan minum, padahal Sa'ad sangat berbakti kepadanya sehinga dia merayunya setiap waktu mengharapkannya untuk mau makan walau hanya sedikit, tapi ibunya menolak. Manakala Sa'ad melihat ibunya tetap teguh berpendirian, dia berkata kepadanya, "Wahai ibu! Sesungguhnya saya sangat cinta kepadamu, namun saya lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya. Demi Allah, seadainya engkau mempunyai seratus nyawa lalu keluar dari dirimu satu persatu, aku tidak akan meninggalkan agamaku ini demi apapun juga."

    Tatkala sang ibu melihat keteguhan hati anaknya, dia pun menyerah lalu kembali makan dan minum meskipun tidak suka. Allah kemudian menurunkan ayat tentang mereka yang artinya, "Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik." (Luqmaan: 15)

    Maha Benar Allah yang Maha Agung.

    Sumber: Asyabalunal 'Ulama (65 Kisah Teladan Pemuda Islam Brilian), Muhammad Sulthan.

Thread lain yang mungkin anda sukai

  1. Awas Hadits-Hadits Palsu!
    Oleh bbbb1985able di forum Islam
    Tanggapan: 14
    Post Terakhir: 23-01-2010, 11:03 PM
  2. Tanggapan: 33
    Post Terakhir: 02-09-2009, 01:47 PM
  3. Surga Di Telapak Kaki Ibu
    Oleh adit83 di forum Joke & Cartoon
    Tanggapan: 5
    Post Terakhir: 15-08-2009, 10:06 AM
  4. Tanggapan: 4
    Post Terakhir: 15-09-2008, 01:32 PM

Ketentuan Posting

  • Anda tidak boleh membuat thread baru
  • Anda tidak boleh memberikan tanggapan
  • Anda tidak boleh memberikan sisipan file
  • Anda tidak boleh mengedit posting anda
  •  
IF Live Support:

ipv6 ready