IndoForum
   


Go Back   IndoForum > Entertainment > Sports Zone > Soccer Room


Reply
 
Share Menu Thread Mode Tampilan
Old 01-11-2008, 11:55 AM   #321
count d velnous
IndoForum Junior A
 
count d velnous's Avatar
 
No. Urut: 41672
Tgl. Bergabung: Apr 2008
Lokasi: Anfield...Light In Dark!
Post: 3,430
Catatan Blog: 5
Rep Power: 8
count d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orang
Liverbird
28 08 2008

Gambar burung ini ada di dalam setiap crest Liverpool FC. meski berganti bentuk dan lambang, burung ini selalu ada di tengah crestnya. Namun, karena keberadaannya yang simpang siur, sejarahnya pun diwarnai kontroversi, terutama dalam subjek spesies apakah ia?

First, kita bahas asal muasalnya, seperti yang dimuat oleh Om Wiki:

The Liver bird (pronounced /’laivebed/) is the symbol of the city of Liverpool, England.
The word “liver” in the name of the bird rhymes with “diver”, rather than with “river”.

Spesies apakah ia?
Spesies liverbird sendiri sudah lama menjadi topik kontroversi. Awalnya burung ini dikenal sebagai segel resmi dari kota Liverpool, sejak 1350an, yang saat ini segel tersebut berada di British Museum. Pada abad ke-17, asal muasal burung ini perlahan terlupakan, dan direferensikan sebagai burung Cormorant, suatu spesies burung laut yang sering ditemukan di perairan teluk dekat kota Liverpool. Nama Liverbird sendiri awalnya tercetus kala The Earl of Derby menghibahkan sebuah tongkat kebesaran dengan ucapan “engraved with … a leaver”, yang akhirnya dijadikan sebuah rujukan atas nama Liver bird tersebut. Namun beberapa abad berikutnya, sebuah buku manual tentang lambang memelintirkan makna tersebut dengan merujuk pada sebuah kata dalam bahasa Belanda, yaitu lefler, yang berarti Spoonbill, seekor burung yang jarang ditemukan di daerah utara Inggris.

Sempat juga burung ini dimaksudkan menjadi gambaran seekor elang, namun saat ini, telah diresmikan bahwa Liverbird termasuk dalam jenis burung Cormorant. Meski dalam emblem Liverpool FC burung ini digambarkan dengan bentuk kepala yang lebih pendek dan paruh menyerupai burung pemangsa.

Mitos dan Legenda

Kepopuleran burung ini mulai dikenal sejak tahun 1911, saat Royal Liver Friendly Society membangun markas besarnya di tengah kota Liverpool, tepat di ujung dermaga, menghadap ke Sungai Mersey.
Bangunan itu, yang diberi nama The Liver Building, adalah bangunan paling populer di Liverpool. Di atasnya dibangun menara jam kembar dengan burung “cormorant” persis di tengah masing-masing menara itu, menyerupai Liverbird yang didesain oleh Carl Bernard Bartels dan dibangun oleh The Bromgrove Guild. Pemandangan yang sangat mencolok ini (kedua liverbird di atas menara) makin mempertegas mitos yang berkembang di daerah pesisir pantai. Menurut legenda, burung-burung itu adalah Liverbird jantan dan betina (sepasang). Yang betina menghadap ke arah laut (yang bermakna: melihat para nelayan kembali pulang dengan selamat dari laut) dan yang jantan menghadap ke kota (yang bermakna: memastikan pubs/tempat beristirahat masih buka). Legenda lokal juga mengatakan bahwa kedua Liverbird itu tidak menghadap satu sama lain karena jika mereka kimpoi dan terbang, maka kehidupan di kota Liverpool akan berhenti. Bahkan, mereka sengaja di desain demikian untuk mengawasi kota (sebagai perlambang penduduk atau masyarakat) dan laut (sebagai perlambang kesejahteraan).

Selain kedua Liverbird tersebut, ada juga Liverbird lain yang terdapat di dekat Mersey Chambers Office Building, yang berbatasan dengan Church or Our Lady dan St. Nicholas, gereja kota Liverpool. Liverbird keempat, lebih dikenal dengan versi dlm bentuk batuan, biasanya berada di atas gedung perbelanjaan St. John, hingga pembongkarannya di tahun 1964, dan kini Liverbird tersebut dapat dilihat di Merseyside Maritime Museum.
__________________
My Premier Blog's:
http://noveleonzo.wordpress.com/

My Premier Thread In Flame Arena:
http://indoforum.org/showthread.php?t=44049

My Premier Thread In Soccer Room:
http://indoforum.org/showthread.php?t=43978


count d velnous is online now   Reply With Quote

Old 01-11-2008, 10:17 PM   #322
JakaLoco
IndoForum Beginner B
 
JakaLoco's Avatar
 
No. Urut: 32045
Tgl. Bergabung: Jan 2008
Lokasi: Under Pressure
Post: 992
Rep Power: 1
JakaLoco dipertanyakan oleh banyak orang
@^atas

Nice info..
keep your good work!

emang hewan 'legenda' sering dimanfaatkan sebagai simbol suatu golongan atau wilayah..
misalnya Thailand (negeri gajah putih(gajah Airawata)), China (Naga), Nigeria (Elang Afrika),dll...

Indonesia lambang PSSInya koq padi dan kapas ya????
__________________
JakaLoco is offline   Reply With Quote
Old 01-11-2008, 11:39 PM   #323
Raikenshi
IndoForum Beginner C
 
Raikenshi's Avatar
 
No. Urut: 24041
Tgl. Bergabung: Oct 2007
Lokasi: ¯`'•.¸Not Here¸.•'´¯
Post: 812
Rep Power: 1
Raikenshi pernah didengar namanya oleh orang
Send a message via Yahoo to Raikenshi
info bagus tuch...
wa baru tau nich...

^atas
mungkin doloY orang PSSI pedagang padi n kapas...

btw,,
COUNT
klw ada info about THE REDS wa dksh tau lagi ya...
__________________
ADD MY FACEBOOK

LIAT DI NOTE ANE GAN UNTUK LIAT LAPAK GF POINTS TERMURAH

Spoiler for don't open it:
Dach Dbilangin Jangan Dbuka malah Dbuka
Jadi Sekarang...
BAGI CENDOL-nya DUNG
Raikenshi is offline   Reply With Quote
Old 02-11-2008, 09:36 AM   #324
count d velnous
IndoForum Junior A
 
count d velnous's Avatar
 
No. Urut: 41672
Tgl. Bergabung: Apr 2008
Lokasi: Anfield...Light In Dark!
Post: 3,430
Catatan Blog: 5
Rep Power: 8
count d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orang
WATCH HIGHLIGHTS ONLINE: SPURS 2-1 LFC
Jimmy Rice 02 November 2008
Liverpool's unbeaten start finally ended at White Hart Lane despite a raft of chances. Goals and highlights can now be viewed online on demand.
Dirk Kuyt gave the visitors a dream start when he blasted home on three minutes after a great turn from Spurs old boy Robbie Keane.

The scores were levelled when Jamie Carragher headed into his own net from a corner.

Then, just as it seemed the points would be shared, Roman Pavlyuchenko popped up in injury-time to leave the Reds trailing new league leaders Chelsea on goal difference.
Kekalahaan pertama musim ini semoga yang terakhir...
__________________
My Premier Blog's:
http://noveleonzo.wordpress.com/

My Premier Thread In Flame Arena:
http://indoforum.org/showthread.php?t=44049

My Premier Thread In Soccer Room:
http://indoforum.org/showthread.php?t=43978


count d velnous is online now   Reply With Quote
Old 02-11-2008, 07:46 PM   #325
count d velnous
IndoForum Junior A
 
count d velnous's Avatar
 
No. Urut: 41672
Tgl. Bergabung: Apr 2008
Lokasi: Anfield...Light In Dark!
Post: 3,430
Catatan Blog: 5
Rep Power: 8
count d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orang
Playmaker di Liverpool FC

Tulisan dari Kusnadi (Fans Liverpool)

Pada hakikatnya sepak bola adalah permainan yang rumit. Tapi sepak bola sebenarnya sebuah permainan yang penuh dengan kegembiraan. Sebuah tim, layaknya seperti sebuah mata rantai yang tak pernah terputus, rotasi posisi, baik saat menguasai bola maupun ketika bergerak tanpa bola, semuanya harus tetap menuju ke satu titik fokus, tanpa pernah kehilangan konsentrasi, pemahaman akan posisi teman, maupun pemahaman tentang karakter teman satu tim. Bola harus terus mengalir, seperti air yang tanpa henti, seperti alunan musik yang terus menggema, dawai demi dawai terpaut, menjalin sebuah ritme yang menghanyutkan, membuai keindahan lapangan hijau. Tapi disaat yang sama kita tak boleh berhenti untuk bergerak. Kita harus mampu sebagai pelayan, tapi di sisi lain kita bisa meminta untuk dilayani. Kolektifitas dan saling pengertian yang akurat seperti itu harus dilakukan sebuah tim sepanjang 90 menit. Bukankah permainan ini menjadi demikian rumit? Tapi, walau demikian, sepak bola pada dasarnya adalah sebuah permainan yang penuh kegembiraan, karena sepak bola tak jauh berbeda dengan sebuah pagelaran orchestra, ada komando yang mampu mengatur tinggi dan rendahnya nada, ada yang bertanggung jawab untuk mampu merubah dari satu pola ke pola lainnya, tanpa pernah kehilangan ritme, ada perjuangan, ada keuletan manusia di dalamnya untuk mempertahankan integritas pribadi, memperjuangakan harkat sebuah tim, serta rasa bangga dan kehormatan. Itulah sebabnya sepak bola sampai sedemikian memesona manusia.

Memahami uraian singkat di atas, ada satu kunci yang memang menjadi titik sentral permainan, yaitu adanya seorang yang memegang kendali permainan secara cerdas. Itulah yang sering kita sebut dengan istilah “playmaker”.

Memahami sebuah tim besar seperti Liverpool, pasti kita harus mengerti rangkaian panjang perjalanan sejarah tim ini. Tulisan ini hendak mengurai secara garis besar peran playmaker dalam kedigjayaan Liverpool dimasa lalu. Banyak suara-suara dari berbagai media yang kita baca mengetengahkan tidak adanya seorang playmaker di tubuh Liverpool saat ini yang membuat perjalanan tim dengan julukan The Reds ini tersendat-sendat, bahkan selama satu dekade terakhir tim besar di Inggeris ini tak pernah lagi merengkuh gelar juara Liga Inggeris.

Mengurai awal kedigjayaan Liverpool, kita mulai dari sebuah Revolusi besar yang dilakukan oleh Bill Shankly. Bill inilah yang menjadi peletak dasar dari skema permainan menawan Liverpool sepanjang sejarah di Liga Inggeris. Hal pertama yang Bill lakukan di musim panas tahun 1961 adalah membawa Liverpool naik kembali ke divisi satu, kemudian Bill membeli dua orang pemain, yaitu seorang striker Ian St.John dan seorang central defender Ron Yeats, keduanya berasal dari Skotlandia. Tidak dapat dipungkiri, bahwa dasar skema sepak bola Bill adalah adanya seorang pemain yang mampu menggalang semua pola permainan di lapangan, dan tugas ini saat itu dipikul secara sistematis oleh Ron Yeats. Jika Ron berhalangan main, maka Ian Callaghan yang mengambil alih tugas tersebut. Ron maupun Ian Callaghan memang pemain yang memiliki determinasi luar biasa. Tidak heran jika Ian St.John dan Roger Hunt sebagai duet striker saat itu tinggal menyelesaikan bola-bola matang dari Ron maupun Ian. Skema dasar dari pola yang dikembangkan oleh Bill adalah pola “pass and move”. Pola ini meninggalkan corak permainan sepak bola Inggeris “kick and rush”. Pola pass and move ini diimplementasikan dalam suatu skema yang disebut dengan “five-a-side”, dimana pergerakan pemain dan bola secara simultan memiliki lima titik penting: bek sayap kanan dan kiri berfungsi juga sebagai penyerang sayap saat menyerang dan bertahan saat tim kehilangan bola, kemudian satu titik lainnya di central defender, titik lainnya di posisi striker, yang keempat titik ini diolah dan dikreasikan secara simultan oleh seorang pemain jangkar di tengah lapangan, dialah sang “playmaker”. Dari perkembangan selanjutnya, peran playmaker ini sangat vital. Selama satu dekade tahun 60-an itu Liverpool telah membuktikan bahwa peran playmaker merupakan peran yang besar yang menterjemahkan skema permainan di lapangan. Hal ini memang didasari oleh metode yang dikembangkan oleh Bill yang sangat membutuhkan seorang pemain yang mampu menjadi dirigent. Pola pass and move yang disinergikan dalam bentuk five-a-side tersebut harus dijalankan dengan komando seorang playmaker. Revolusi Bill ini sangat berhasil, dan itulah sebabnya Liverpool menjadi sangat terkenal sebagai tim pertama di daratan Inggeris yang berani meninggalkan pola Kick and Rush yang terkesan membosankan itu. Dalam pola kick and rush memang peran playmaker sangat kecil, karena system dimana bola dari lini pertahanan langsung mengarah ke depan dimana striker telah menunggu, di sisi lain, dengan pola yang demikian sangat diharapkan terjadinya suatu scrimmage di depan gawang lawan. Sehingga barisan gelandang hanya sangat berfungsi menjadi barisan pertama menghempang serangan lawan. Di pola yang dikembangkan Bill tersebut, dapat pula digambarkan adanya seorang creator yang mampu mengolah bola lebih lama, dan sedapat mungkin untuk tidak terlalu cepat kehilangan bola.

Dalam perkembangan selanjutnya, ketika Bill pensiun tahun 1974, datanglah sebagai pengganti si legenda lainnya dari Anfield yaitu Bob Paisley. Bob ini juga tetap mempertahankan doktrin pass and move milik Bill, bahkan ditangan Bob, Liverpool sangat jauh melesat di Liga Inggeris maupun Eropa. Hal ini juga karena kelebihan Bob sebagai manajer yang memiliki kecerdasan luar biasa dalam me-manage pemain, baik di dalam maupun di luar lapangan. Bahkan Bob mampu menjadi seorang motivator yang jenius saat menemani para pemainnya yang sedang dalam perawatan saat cedera. Pada era Bob ini yang jadi playmaker adalah King Kevin Keegan, dan barang tentu kita tahu semua siapa orang ini. Saat Keegan pindah ke Hamburg di Bundesliga, yang memikul tugas playmaker di lapangan tengah Liverpool adalah King Kenny Dalglish. Di komunitas fans Liverpool, Keegan dan Dalglish memang diasosiasikan sebagai raja atau ‘King’ . Talenta lain yang menghiasi lapangan tengah Liverpool masa itu adalah Souness, Alan Hansen, Terry Mc Dermott, dan lain-lain. Skema Bob waktu itu adalah Neal di kanan, Kennedy di kiri, Alan Hansen central defender, dan Rush di depan, dan Dalglish yang jadi dirigent dari orchestra ini. Dalam kenyataannya memang pola yang dikembangkan Bill dan Bob ini sangat membutuhkan pemain bertalenta tinggi. Masa itu Liverpool bisa memenuhi persyaratan yang demikian, secara regenerasi pemain yang keluar dan masuk semua memiliki kualitas yang mampu menterjemahkan skema pass and move tersebut.

Bahkan ketika Bob juga pensiun, Joe Fagan yang memegang Liverpool tahun 1983-1985 dan juga Kenny Dalglish sebagai pengganti untuk waktu selanjutnya tahun 1985-1991 -yang juga merangkap sebagai pemain waktu itu- tetap mampu menguraikan doktrin tersebut, dan sepertinya saat itu Liverpool tak pernah kehabisan pemain yang bertalenta bagus.

Kalau kita runut sejarah dari Revolusi Bill tahun 1959 dan kemudian Liverpool masuk divisi satu tahun 1961 sampai ketika King Kenny mengakhiri masa jabatannya tahun 1991, Liverpool selama tiga dekade itu mampu merajai Liga Inggeris dan Eropa dengan prestasi yang sangat menakjubkan. Dan dari setiap kepemimpinan yang kita kemukakan di atas tadi, selalu saja ada peran besar pemain yang mampu menjadi “leader” sekaligus pemegang kendali permainan secara menyeluruh, sehingga pola menyerang dan bertahan sama bagusnya.

Kenyataan sejarah yang dikemukakan di atas dapat memberikan gambaran kepada kita, bahwa pada hakikatnya walaupun permainan sepak bola itu berkembang dan terjadi perubahan pola dan gaya, namun jika Liverpool masih menerapkan pola pass and move dengan mensinergikan metode five-a-side, maka pola itu masih bisa mengimbangi tim-tim lain saat ini, Liverpool akan tetap memiliki kekuatan yang sulit diimbangi tim lain. Namun hal tersebut juga membutuhkan adanya seorang playmaker.

Sejak Dalglish mundur sebagai pemain yang merangkap sebagai manajer tahun 1991, Graeme Souness yang merupakan pemain produk dari Bob Paisley, duduk sebagai manajer menggantikan Dalglish. Tapi The Reds ternyata tak lagi mampu meneruskan sejarah kedigjayaannya. Materi pemain yang masih dihuni Peter Berdsley dan John Barnes kurang mampu mendukung pola yang telah sekian lama dianut para legenda Liverpool. Souness hanya bertahan sampai tahun 1994, dan setelah mundur datanglah Roy Evans, tapi juga gagal membawa The Reds berdiri sejajar dengan Manchester United dan Arsenal yang mulai menguasai Liga Primer Inggeris. Sampai akhirnya muncul manajer yang waktu itu sempat menghebohkan Anfield, karena Gerard Houllier yang ditunjuk menjadi Manajer justru bukanlah produk Liverpool. Liverpool dalam hal ini juga merubah sejarah perjalanannya sendiri dalam hal penunjukan manajer.

Gerard Houllier sebenarnya bukanlah pelatih kelas kacangan, frenchman ini memiliki kecerdasan yang sangat baik, namun ada hal yang diterapkan olehnya, yaitu dalam sebuah tim -menurutnya- kita tidak boleh tergantung pada seseorang. Playmaker tidak dibutuhkan dalam tim saya, demikian ujarnya dalam suatu kesempatan.

Perjalanan tim Anfield ini pun tersendat-sendat, bahkan sulit dibayangkan tim sebesar Liverpool hanya untuk masuk 4 besar di Liga Primer Inggeris pun sepertinya sangat sulit. Komposisi pemain yang dimiliki Houllier sebenarnya sangat bagus. Pemain cemerlang seperti Owen, Hamman, Heskey, Steven Gerard, dan terakhir hadirnya Kewell, ternyata juga tidak mampu mengangkat Liverpool kembali ke jalur juara.
Houllier memang mengingkari sejarah perjalanan Liverpool. Puluhan tahun kiprah Liverpool di Liga Inggeris selalu melahirkan pemain-pemain besar di daratan Inggeris, terutama pemain-pemain yang mampu menjadi roh, menjadi jiwa dari permainan tim. Playmaker yang cemerlang telah banyak lahir dari rahim Liverpool, tapi saat ini organisasi permainan tim sangat mudah terbaca.

Talenta besar yang dimiliki Owen hanya dibentuk Houllier sebagai pemain yang mengandalkan sprint dengan bola-bola diagonal yang dirancang oleh Steven Gerard dari lapangan tengah. Namun pola ini akhirnya mudah terbaca oleh tim lain, itu sebabnya kemampuan Owen mencetak gol mulai menurun drastis. Padahal Owen merupakan penyerang yang memiliki kemampuan yang cukup lengkap. Kecepatannya merupakan yang terbaik di Inggeris. Hanya Giggs dari MU yang mampu mengimbangi kecepatan pemain ini. Dribel bolanya baik sekali, serta pemain bertubuh agak kecil untuk ukuran orang eropa ini berani melakukan body charge. Sungguh ulet sebenarnya pemain ini.

Ironi yang terjadi pada Gerard Houllier pernah terjadi pada tahun 2001. Saat itu Gary Mc Allister yang bermain hanya semusim di Liverpool justru mampu menempatkan dirinya menjadi seorang playmaker, walau usia pemain yang akrab dipanggil “macca” ini sudah melebihi 35 tahun waktu itu tapi justru mampu menghadirkan prestasi bagus.

Walaupun Liverpool belum bisa meraih juara Liga Inggeris, tapi paling tidak prestasi menjuarai Piala Liga, Piala FA, dan Piala UEFA, Charity Shield, merupakan perolehan yang luar biasa, mengingat selama satu dekade Liverpool seperti tertidur pulas. Memang prestasi itu bukan semata peran Macca, tapi dengan adanya peran playmaker, tim ini mampu meramu pola pass and move milik Bill.

Satu musim terakhir Houllier pada akhirnya juga melakukan perubahan mendasar. Bisa jadi hal ini disebabkan adanya kritik dan umpatan dari para fans Liverpool di seluruh dunia. Perubahan itu adalah diberikannya kebebasan kepada Steven Gerard untuk menjelajahi semua sisi lapangan. Gerard menjadi roh permainan, gaya mainnya yang sangat elegan, membuat Gerard sangat menikmati peran besarnya ini, bahkan kini dia menjadi kapten tim. Gerard menterjemahkan peran seorang playmaker, dia petarung sejati. Tendangan kaki kanannya amat keras, umpan panjangnya yang sangat terukur membuat Gerard menjadi pemain terbaik di Inggeris dengan umpan terukur dari jarak 20 meter.

Dalam dua musim terakhir ketika Houllier menyerahkan kursi manager kepada Rafael Benitez, peran Steven Gerard semakin menakjubkan, lapangan tengah Liverpool menjelma menjadi salah satu yang terbaik di EPL. Formasi lima sudut posisi dimainkan dengan baik sekali oleh para pemain The Reds, central lini belakang oleh Carragher, sayap kanan oleh Garcia, sayap kiri oleh Riise/Kewell, striker oleh Baros (musim 2004/2005) maupun oleh Crouch di musim ini. Lingkaran ini dikomandoi oleh dirigent paling fenomenal saat ini yaitu Steven Gerard, semua titik permainan disetiap sudut lapangan menjadi aliran air yang tanpa pernah putus mengalir, yang dengan elegan diatur sedemikian rupa oleh Steven Gerard. Ditangan Rafa, Gerard memang benar-benar menjelma menjadi Dalglish dimasa Bob Paisley, atau Ian Callaghan dimasa Bill Shankly.
Adakah semua lintasan sejarah ini menjadi mata rantai yang tersambung? saya tidak berani menjawabnya, namun kenyataannya, apa yang pernah terlahir dari ide revolusinya Bill Shankly dan Bob Paisley, kini muncul kembali dalam kemasan yang lebih manis, lebih passion, dan tentunya lebih bergairah. Dalam keheningan disudut Anfield, bisa jadi, Rafael Benitez belajar tentang Bill dan Bob, sebuah pelajaran yang tak pernah difahami oleh seorang Houllier. Entahlah..!

Semoga tulisan ini punya manfaat buat semua
Jabat erat selalu !
__________________
My Premier Blog's:
http://noveleonzo.wordpress.com/

My Premier Thread In Flame Arena:
http://indoforum.org/showthread.php?t=44049

My Premier Thread In Soccer Room:
http://indoforum.org/showthread.php?t=43978


count d velnous is online now   Reply With Quote
Old 02-11-2008, 08:50 PM   #326
count d velnous
IndoForum Junior A
 
count d velnous's Avatar
 
No. Urut: 41672
Tgl. Bergabung: Apr 2008
Lokasi: Anfield...Light In Dark!
Post: 3,430
Catatan Blog: 5
Rep Power: 8
count d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orang
Quote:
Originally Posted by count d velnous View Post
WATCH HIGHLIGHTS ONLINE: SPURS 2-1 LFC
Jimmy Rice 02 November 2008
Liverpool's unbeaten start finally ended at White Hart Lane despite a raft of chances. Goals and highlights can now be viewed online on demand.
Dirk Kuyt gave the visitors a dream start when he blasted home on three minutes after a great turn from Spurs old boy Robbie Keane.

The scores were levelled when Jamie Carragher headed into his own net from a corner.

Then, just as it seemed the points would be shared, Roman Pavlyuchenko popped up in injury-time to leave the Reds trailing new league leaders Chelsea on goal difference.
Kekalahaan pertama musim ini semoga yang terakhir...
---------
Benitez: Liverpool Cuma Tak Beruntung
Rossi Finza Noor - detiksport


Reuters/Dylan Martinez
London - Apa yang menyebabkan Liverpool kalah dari Tottenham Hotspur? Menurut Rafa Benitez, timnya tak bermain dengan buruk, hanya saja kurang beruntung.

Manajer asal Spanyol itu paham betul bagaimana perasaan anak-anak buahnya ketika laga di Stadion White Hart Lane, Minggu (2/11/2008) dinihari WIB, berakhir. Sudah tampil habis-habisan mereka akhirnya takluk juga. Itu merupakan kekalahan pertama mereka di Premier League musim ini.

Benitez menyayangkan banyaknya peluang yang gagal berbuah menjadi gol. Pada akhirnya ia pun tak percaya timnya bisa kalah dalam pertandingan tersebut.

"Saya tak percaya kami kalah dalam pertandingan ini. Kami memiliki beberapa peluang dan banyak yang membentur tiang. Membuat peluang memang penting, tapi lebih penting lagi membuat gol," tandasnya kepada Setanta Sports.

"Saya merasa kecewa. Kami kurang beruntung. Kebobolan dua gol tersebut sangat sulit dijelaskan bagaimana rasanya," imbuh mantan pembesut Valencia ini.

Hasil tersebut membuat The Reds harus menyerahkan tampuk pimpinan klasemen sementara kepada Chelsea. Meski memiliki poin sama, 26, tetapi The Blues lebih unggul dalam selisih gol.

( roz / din )
__________________
My Premier Blog's:
http://noveleonzo.wordpress.com/

My Premier Thread In Flame Arena:
http://indoforum.org/showthread.php?t=44049

My Premier Thread In Soccer Room:
http://indoforum.org/showthread.php?t=43978


count d velnous is online now   Reply With Quote
Old 03-11-2008, 04:44 PM   #327
JakaLoco
IndoForum Beginner B
 
JakaLoco's Avatar
 
No. Urut: 32045
Tgl. Bergabung: Jan 2008
Lokasi: Under Pressure
Post: 992
Rep Power: 1
JakaLoco dipertanyakan oleh banyak orang
GGGGGRRRRRRR......

Pemain belakang LFC gak konsentrasi penuh waktu ngelawan Spurs!!!
Lini belakang benar2 perlu dirapatkan!
__________________
JakaLoco is offline   Reply With Quote
Old 03-11-2008, 06:54 PM   #328
Emon32
IndoForum Mod In Training
 
Emon32's Avatar
 
No. Urut: 28559
Tgl. Bergabung: Dec 2007
Lokasi: Bintaro sektor 5
Post: 4,524
Rep Power: 21
Emon32 adalah orang terkenalEmon32 adalah orang terkenalEmon32 adalah orang terkenalEmon32 adalah orang terkenalEmon32 adalah orang terkenalEmon32 adalah orang terkenalEmon32 adalah orang terkenalEmon32 adalah orang terkenalEmon32 adalah orang terkenalEmon32 adalah orang terkenalEmon32 adalah orang terkenal
Send a message via MSN to Emon32 Send a message via Yahoo to Emon32
aduh kecewa aq...
koq bisa kalah 2-1 sih...
arghhh...
__________________
Sebelum Posting Baca Dulu Ini : Peraturan Indoforum



Klik Siggy bwt FB gw...
Klo mo nge-add jangan lupa bilang kalo anak IF...
Emon32 is offline   Reply With Quote
Old 03-11-2008, 09:31 PM   #329
count d velnous
IndoForum Junior A
 
count d velnous's Avatar
 
No. Urut: 41672
Tgl. Bergabung: Apr 2008
Lokasi: Anfield...Light In Dark!
Post: 3,430
Catatan Blog: 5
Rep Power: 8
count d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orang
Quote:
Originally Posted by Emon32 View Post
aduh kecewa aq...
koq bisa kalah 2-1 sih...
arghhh...
Hanya kurang beruntung saja.......Karena peluang gol LFC banyak dan beberapa kali membentur tiang gawang!
__________________
My Premier Blog's:
http://noveleonzo.wordpress.com/

My Premier Thread In Flame Arena:
http://indoforum.org/showthread.php?t=44049

My Premier Thread In Soccer Room:
http://indoforum.org/showthread.php?t=43978



Terakhir di-edit oleh count d velnous; 05-11-2008 Pk. 11:34 AM.
count d velnous is online now   Reply With Quote
Old 04-11-2008, 08:08 PM   #330
genocide the jackals
IndoForum Mod In Training
 
genocide the jackals's Avatar
 
No. Urut: 37451
Tgl. Bergabung: Mar 2008
Lokasi: Kingdom Jushin Rakuen 9th
Post: 20,049
Catatan Blog: 1
Rep Power: 44
genocide the jackals adalah artis IndoForumgenocide the jackals adalah artis IndoForumgenocide the jackals adalah artis IndoForumgenocide the jackals adalah artis IndoForumgenocide the jackals adalah artis IndoForumgenocide the jackals adalah artis IndoForumgenocide the jackals adalah artis IndoForumgenocide the jackals adalah artis IndoForumgenocide the jackals adalah artis IndoForumgenocide the jackals adalah artis IndoForumgenocide the jackals adalah artis IndoForum
Send a message via Yahoo to genocide the jackals
Khu,,khu,,khu,,khu,,khu.........................

Wah nyetak duluan tapi malah kalah...........................
__________________

"Puasa...Puasa...Puasa..."


Harem Kingdom di istirahatkan dulu....
Update: 100810
genocide the jackals is online now   Reply With Quote

Old 05-11-2008, 11:34 AM   #331
count d velnous
IndoForum Junior A
 
count d velnous's Avatar
 
No. Urut: 41672
Tgl. Bergabung: Apr 2008
Lokasi: Anfield...Light In Dark!
Post: 3,430
Catatan Blog: 5
Rep Power: 8
count d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orang
Rabu, 05/11/2008 06:39 WIB

Penalti yang Membingungkan Gerrard
Doni Wahyudi - detiksport

Liverpool - Penalti di penghujung masa injury time menghindarkan Liverpool dari kekalahan di kandang. Meski diuntungkan, Steven Gerrard yang jadi eksekutor justru meragukan hadiah tersebut.

Waktu sudah menunjuk menit 93 saat wasit menunjuk titik putih di kotak penalti Atletico Madrid. Sang pengadil sepertinya menganggap Pernia melakukan pelanggaran terhadap Gerrard saat memperebutkan bola di udara, keputusan yang bisa diperdebatkan karena sang kapten terlihat terjatuh sendiri saat berusaha menyundul bola dan kemudian jatuh menimpa Pernia.

Gerrard bahkan harus dua kali dipanggil wasit untuk melakukan eksekusi penalti sebelum sepakannya ke arah kanan gagal diantisipasi kiper Leo Franco. Meski diuntungkan dengan putusan tersebut, yang kemudian menyamakan kedudukan menjadi 1-1, gelandang 28 tahun itu mengaku tak yakin kalau The Reds layak dapat penalti.

"Kami meningkatkan permainan di babak kedua dan puncaknya terjadi di injury time. Saya tak yakin kalau itu adalah penalti," ungkap Gerrard seperti diberitakan Goal. "Saya pikir kalau itu terjadi di luar kotak penalti maka saya akan mendapat tendangan bebas."

Jika Gerrrad tak yakin kalau The Kop berhak dapat penalti, tidak demikian dengan Rafael Benitez. Menurut pria Spanyol tersebut, jatuhnya sanksi penalti adalah atas masukan hakim garis yang punya sudut pandang lebih jelas.

"Saya pikir begitu (penalti itu layak), lihatlah tayangan ulangnya. Saya pikir hakim garislah yang memutuskan kalau itu merupakan penalti, tapi lebih baik untuk tidak membicarakan soal wasit," singkat Rafa.

( din / krs )
__________________
My Premier Blog's:
http://noveleonzo.wordpress.com/

My Premier Thread In Flame Arena:
http://indoforum.org/showthread.php?t=44049

My Premier Thread In Soccer Room:
http://indoforum.org/showthread.php?t=43978


count d velnous is online now   Reply With Quote
Old 06-11-2008, 02:59 PM   #332
count d velnous
IndoForum Junior A
 
count d velnous's Avatar
 
No. Urut: 41672
Tgl. Bergabung: Apr 2008
Lokasi: Anfield...Light In Dark!
Post: 3,430
Catatan Blog: 5
Rep Power: 8
count d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orang
__________________
My Premier Blog's:
http://noveleonzo.wordpress.com/

My Premier Thread In Flame Arena:
http://indoforum.org/showthread.php?t=44049

My Premier Thread In Soccer Room:
http://indoforum.org/showthread.php?t=43978


count d velnous is online now   Reply With Quote
Old 07-11-2008, 11:41 PM   #333
Anthony89
IndoForum Senior C
 
Anthony89's Avatar
 
No. Urut: 13440
Tgl. Bergabung: Mar 2007
Lokasi: Home Sweet Home
Post: 5,437
Rep Power: 10
Anthony89 dikenal oleh kebanyakan orangAnthony89 dikenal oleh kebanyakan orangAnthony89 dikenal oleh kebanyakan orangAnthony89 dikenal oleh kebanyakan orangAnthony89 dikenal oleh kebanyakan orang
Send a message via MSN to Anthony89 Send a message via Yahoo to Anthony89
Gila nih, thread nya bagus banget ...

Bener2 fans sejati nih di Liverpool ...

GRP 4 u
__________________
Hai semua ^^V
Anthony89 is offline   Reply With Quote
Old 08-11-2008, 07:59 PM   #334
Emon32
IndoForum Mod In Training
 
Emon32's Avatar
 
No. Urut: 28559
Tgl. Bergabung: Dec 2007
Lokasi: Bintaro sektor 5
Post: 4,524
Rep Power: 21
Emon32 adalah orang terkenalEmon32 adalah orang terkenalEmon32 adalah orang terkenalEmon32 adalah orang terkenalEmon32 adalah orang terkenalEmon32 adalah orang terkenalEmon32 adalah orang terkenalEmon32 adalah orang terkenalEmon32 adalah orang terkenalEmon32 adalah orang terkenalEmon32 adalah orang terkenal
Send a message via MSN to Emon32 Send a message via Yahoo to Emon32
wadow LFC makin keren!
meski pringkat 2 tetep cool
__________________
Sebelum Posting Baca Dulu Ini : Peraturan Indoforum



Klik Siggy bwt FB gw...
Klo mo nge-add jangan lupa bilang kalo anak IF...
Emon32 is offline   Reply With Quote
Old 09-11-2008, 09:44 AM   #335
count d velnous
IndoForum Junior A
 
count d velnous's Avatar
 
No. Urut: 41672
Tgl. Bergabung: Apr 2008
Lokasi: Anfield...Light In Dark!
Post: 3,430
Catatan Blog: 5
Rep Power: 8
count d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orang
Minggu, 09/11/2008 02:35 WIB

Dua Gol Keane Antar Liverpool ke Puncak
Doni Wahyudi - detiksport


Reuters
Liverpool - Robbie Keane mencetak gol pertamanya untuk Liverpool di Premiership. Tak cuma satu, dia mencetak dua gol yang membantu Liverpool menang 3-0 atas West Bromwich Albion dan membawa timnya ke puncak klasemen.

Dua gol pertama Keane lahir, atau yang ketiga secara keseluruhan setelah yang perdana dia lesakkan ke gawang PSV Eindhoven pada ajang Liga Champions, di paruh pertama pertandingan. Sementara gol penutup datang dari Alvaro Arbeloa di masa injury time babak kedua.

Total 26 poin yang dikumpulkan Liverpool menyusul kemenangan atas West Bromwich Albion ini. The Reds unggul tiga angka atas Chelsea yang baru akan bertanding malam nanti menghadapi Blackburn Rovers.

Jalannya Pertandingan

Berlaga di depan pendukungnya sendiri, Stadion Anfield, Minggu (9/11/2008) dinihari WIB, Liverpool tampil menekan sejak awal. Peluang pertama datang dari Keane yang melepaskan tembakan sambil membalikkan diri namun masih terlalu lemah hingga dengan mudah diantisipasi kiper Scott Carson.

Setelah peluang tim tamu lewat Valero dihadang Jamie Carragher, The Reds kembali menebar ancaman melalui Yossi Benayoun yang menusuk dari sayap kanan. Sepakannya dari dalam kotak penalti masih bisa dihalau Carsson, namun bola yang bergulir liar sempat menyentuh tangan Jonas Olsson yang berusaha menghalau bola. Tak ada penalti diberikan wasit dari insiden tersebut.

Liverpool baru membuka keunggulan di menit 34 melalui Keane. Gol pertama striker Republik Irlandia itu di Liga Inggris datang dari umpan terobosan yang dilepaskan Steven Gerrard.

Dua menit sebelum turun minum Si Merah sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Lagi-lagi Keane yang menjadi goal scoarernya kali ini memaksimalkan assist Fabio Aurelio ditambah aksi indiviu saat mengecoh kiper Carson.

Memasuki babak kedua, tim tamu gantian menebar ancaman di menit 51. Dari kerjasama yang rapi, usaha Robert Koren memperkecil ketinggalan timnya gagal karena Pepe Reina tampil bagus mengamankan gawangnya. Sementara peluang lain dari Koren datang beberapa menit berselang ketika tendangannya masih melenceng jauh.

Di beberapa menit selanjutnya kembali Liverpool lebih menguasai pertandingan dengan Keane punya kesempatan mencetak hat-trick. Namun justru tim tamu yang kemudian punya peluang melalui Chris Brunt yang tendangan bebasnya cuma membentu tiang gawang.

Saat kemenangan 2-0 sudah di depan mata memasuki masa injury time, publik Anfield justru makin bergemuruh tepatnya di menit kedua. Yang jadi penyebabnya adalah gol Arbeloa yang memastikan Liverpool memetik kemenangan 3-0. ( din / din )
__________________
My Premier Blog's:
http://noveleonzo.wordpress.com/

My Premier Thread In Flame Arena:
http://indoforum.org/showthread.php?t=44049

My Premier Thread In Soccer Room:
http://indoforum.org/showthread.php?t=43978


count d velnous is online now   Reply With Quote
Old 10-11-2008, 04:24 PM   #336
count d velnous
IndoForum Junior A
 
count d velnous's Avatar
 
No. Urut: 41672
Tgl. Bergabung: Apr 2008
Lokasi: Anfield...Light In Dark!
Post: 3,430
Catatan Blog: 5
Rep Power: 8
count d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orang
Benitez Perpanjang Kontrak 4 Tahun

Pelatih Liverpool Rafael Benitez sukses membawa timnya memuncaki klasemen sementara Premier League musim ini. Sebagai balasannya, The Reds siap menawarkan perpanjangan kontrak serta kenaikan gaji bagi Benitez.

Meskipun kontraknya belum akan berakhir hingga 2010 mendatang, namun Benitez menginginkan kepastian mengenai karirnya di Liverpool. Lebih lanjut, pelatih asal Spanyol itu pun merasa berhak mendapatkan kenaikan gaji atas prestasi yang telah diraihnya bersama Steven Gerrard dkk di musim ini.

Beruntung, para pemilik Liverpool Tom Hicks dan George Gillet tampaknya setuju untuk memenuhi keinginan Benitez. Sebuah kontrak selama empat tahun serta kenaikan gaji hingga lima juta poundsterling setiap musim siap ditawarkan kepada mantan pelatih Valencia itu, demikian diberitakan News of the World, Minggu (9/11/2008).

Jika rencana itu benar-benar terwujud, maka Benitez akan masuk dalam jajaran pelatih termahal di Premier League, seperti halnya Luiz Felipe Scolari (Chelsea), Sir Alex Ferguson (Manchester United) dan Arsene Wenger (Arsenal).

Selain masalah gaji dan periode kontrak, Gillet dan Hicks dikabarkan juga telah menambah klausa yang melarang Benitez mengkritisi kebijakan klub.
__________________
My Premier Blog's:
http://noveleonzo.wordpress.com/

My Premier Thread In Flame Arena:
http://indoforum.org/showthread.php?t=44049

My Premier Thread In Soccer Room:
http://indoforum.org/showthread.php?t=43978


count d velnous is online now   Reply With Quote
Old 11-11-2008, 09:24 AM   #337
count d velnous
IndoForum Junior A
 
count d velnous's Avatar
 
No. Urut: 41672
Tgl. Bergabung: Apr 2008
Lokasi: Anfield...Light In Dark!
Post: 3,430
Catatan Blog: 5
Rep Power: 8
count d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orang
Liverpool may have the financial wealth to compete for the best players from around the globe, but their decision to fund and build a multi-million pound Academy five years ago demonstrated their desire to continue to nurture and develop their own young talent.

The Academy is a world-class facility designed to give every young boy on the club's books the best possible chance of following in the footsteps of some of the club's greatest players.

Michael Owen, Steven Gerrard, Robbie Fowler, Steve McManaman and Jamie Carragher all came through the youth ranks of Liverpool FC to prove that locally produced players can develop into world class stars having been groomed by the Reds from an early age. Hopefully there will be many more on the way over the coming years.

Frank Skelly, the former Academy Operations Director, takes us on an exclusive tour behind the scenes and explains the facilities on offer to the potential future stars of Liverpool FC. To take a virtual tour of The Academy Click Here ››



Tom Saunders Lecture Theatre
Frank Skelly: The Tom Saunders Lecture Theatre has only been named in the last two years, but we were very proud and honoured to be friends and acquaintances and colleagues of Tom Saunders', whose contribution to the football club is quite unique. He was a mentor to every manager since Bill Shankly and being an ex-headmaster, he was also the first youth development officer in England really.

It's an education room. On Monday, Wednesday and Friday mornings our boys can use this partly as a classroom and a lecture hall. Dave Shannon and John Owens have their games videotaped and they will come in on a Monday afternoon and they will go through and discuss and analyse, with the boys, certain aspects of their game.

Legend wall
Frank Skelly: Our legends wall celebrates the achievements of the likes of Bill Shankly, Bob Paisley, Joe Fagan and obviously Steve Heighway, who played over 300 times for the first team and is one of the most famous legends that we have.

We never forget where we've been because these guys were the start of the regeneration of Liverpool Football Club. We're doing well and we're playing in a difficult environment and a difficult time for football, but we'll make it.

Education
Frank Skelly: It's useful to see the degree in which the football club have invested in the facilities. Our education room has changed in the last eighteen months into a very high-tech room with computers and both our education and welfare managers have made a significant contribution education in terms of good accreditation.

The boys do a lot of subjects, it is very well managed and an awful lot of good work takes place and I'd say that they boys really enjoy the work. A lot of it is sports-related in terms of Sports science and it sets them on a good career path after they have finished playing football. It certainly makes them a rounded person in terms of what we are trying to do, not only as a footballer but to deal with the media at a very young age and to be able to use their finances in the right sort of way.

The education side of things is a large part of the infrastructure of the development of an Academy player and as such a lot of emphasis is placed on it.

Pool Room
Frank Skelly: This is essentially a classroom area, but as you can imagine, you can't have the boys having to always concentrate on the football side, so this is where they relax. We've developed it with a pool table and a little footy table and table tennis. It's important that during their lunch times they can relax because it's hard work. People think it's easy coming from Monday-Friday and playing on a Saturday, but it is actually quite hard physically and mentally. This is provided for them so they can chill-out for the hours in between the hard work and concentration.

Cafeteria
Frank Skelly: All the boys will eat in the cafeteria have a breakfast here and will eat at lunchtime all together. There is no top table. They have a very healthy diet organised by John, Di and Joe, our fitness coach, to make sure that the boys are getting good nutrition and not eating fat.

John and Di work up at Liverpool University and they helped us for three years and when they came here, we enjoyed their bacon butties so much that we decided we'd bring them with us.

Pitches
Frank Skelly: We have 10 grass pitches altogether, of which four are full size. Two are intermediate and three are junior pitches as well as the front pitch. The quality and the work that Neil Holden and his boys put in is tremendous.

The water is pumped out of bore holes, which are 300 feet underground and we have 200 sprinklers to make sure the pitches are always being watered and fed. They're basically sand based, so they do need water in order to stay healthy.

The standard that we're working to is second to none and it's a credit to the lads that they're able to do it. I've worked out that we need eight playing surfaces a week to meet our commitments and if you put that in perspective it tells you the amount of work that's necessary to keep us going and maintain those standards.

Match pitch
Frank Skelly: We're very proud of our main match pitch. This is where all the boys from 9-year olds and upwards aspire to play because then they will be playing for the U18s team or U16s team, which ultimately means they might be of the standard necessary to join up with the Melwood squad.

Every Saturday morning some of the staff from Melwood will be here watching our games, so that they can see how our boys are developing. Then they can have friendly matches down at Melwood, where our boys can go down and mingle with the boys down there, which will help their development. It gives them a good awareness of what they have to do in order to meet the standards necessary for us to take them through and basically earn a living from the game.

Gymnasium
Frank Skelly: The gymnasium is well equipped and well set out. Each boy has his own programme as they each require different things. It might be upper body strength, or it might be abdominal strength, but essentially it's providing a fitness programme and a strength programme to meet the requirements. First and foremost, the boys have got to be athletes these days because the rules of the game have made it faster and so the boys have got to be able to cope with that as well as the skill side of things.

The emphasis on technique work is because we've been behind other countries such as the Spanish or Italians. I'm not saying we've actually achieved those levels, but in my view if you look at the England set-up, the technique is much better than it used to be.

Medical Centre
Frank Skelly: We have a hydrotherapy pool, two full-time chartered physios and a doctor. We have a very quick fast track to getting the boys up and running and going again.

Even though we're on the youth side of things, these facilities are probably better than a lot of league clubs and those are Liverpool Football Club's standards shining through again.

We thought at one time that we'd be getting money from the lottery and the sports council, which never materialised, so everything that has been put into it has been a result of Liverpool Football Club's commitment to the youth side of things. It's been paid back as we haven't done badly in terms of what has come out of the hard work of the Academy director and the coaches here.

Laundry
Frank Skelly: When our laundry lady comes in on a Monday there will be somewhere in the region of ten kits ready to wash. She'll have to come in on Saturday and Sunday to do work that's been left over from Friday. Then she has to prepare all the kits for the boys to go out and train in. Its quite considerable in the winter because there's winter clothing and winter tops.

Very similar to any club, part of her work is doing some sewing and putting some numbers on. Each boy has his own number and has all his own kit which is renewed every year. All the junior boys from 7-8 years upwards get a full kit as well to train and play in, the same as the first team.

Dressing Rooms
Frank Skelly: We have 10 dressing rooms at The Academy. The youngsters have got their own showers, hairdryers, washbasins and it's always maintained immaculately. Whether it's the away teams that we play or whether it's our own youngsters in the evenings, we set the standards in terms of hygiene, cleanliness and the way it's looked after. If it's allowed to drop, then very quickly you can get into bad habits.

We can play six games in one day with the facilities that we have. Invariably we don't because generally four is a good amount to cope with.

Top ››

ALL ABOUT...LFC ACADEMY!
__________________
My Premier Blog's:
http://noveleonzo.wordpress.com/

My Premier Thread In Flame Arena:
http://indoforum.org/showthread.php?t=44049

My Premier Thread In Soccer Room:
http://indoforum.org/showthread.php?t=43978


count d velnous is online now   Reply With Quote
Old 12-11-2008, 09:37 AM   #338
count d velnous
IndoForum Junior A
 
count d velnous's Avatar
 
No. Urut: 41672
Tgl. Bergabung: Apr 2008
Lokasi: Anfield...Light In Dark!
Post: 3,430
Catatan Blog: 5
Rep Power: 8
count d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orang
Sejarah Menunjukkan Liverpool di Atas Angin

“Bisa jadi persaingan di musim ini berjalan jauh lebih ketat dibanding perkiraan sebelumnya,” ujar Arsene Wenger seusai Arsenal memenangi laga big-match-nya yang pertama di musim ini, mengalahkan juara bertahan Manchester United 2-1 (1-0) di Emirates Stadium, Sabtu (8/11) lalu. Pasalnya, tambah Wenger, “Tim-tim yang berada di papan bawah menunjukkan kinerja yang membaik. Alhasil, sangat sulit bagi kami untuk meraih kemenangan di partai tandang.”

Pernyataan Wenger tersebut dapat dimaklumi terkait kegagalan The Gunners meraih satu poin pun saat berjumpa dengan tim-tim ‘kelas teri’, semacam Fulham, Hull City dan Stoke City. Statement tersebut juga memberi isyarat tegas kepada tim-tim kandidat juara untuk tidak menganggap remeh kiprah tim-tim papan tengah dan bawah.

Namun, berbicara tentang jawara premiership, merujuk catatan sejarah dalam lima musim terakhir, tim-tim yang tampil di puncak klasemen di akhir musim adalah salah satu tim dari the big four—kecuali Liverpool—yang berhasil meraih poin paling banyak saat bertanding dengan tim-tim the big four lainnya.

Karenanya, Liverpool boleh berbangga diri. Sejauh ini, Steven Gerrard dkk berada dalam pole position atau di atas angin. Dari dua laga big-match yang telah dilalui, pasukan Rafael Benitez mendapat hasil sempurna, enam poin hasil dua kali kemenangan saat menjamu MU (13 September) dan berkunjung ke kandang Chelsea (26 Oktober). Catatan Arsenal—yang baru sekali bertanding di laga big-match—pun masih ‘bersih’: mendapat tiga poin juga dari hasil melibas MU.

Sebaliknya, catatan tersebut menjadi sinyal alarm bagi Sir Alex Ferguson. Sejauh ini, MU hanya mampu meraih satu poin—hasil bermain imbang melawan Chelsea di Stamford Bridge, 21 September—dari tiga laga big-match yang telah dilakoni. Guna membuka peluang mempertahankan gelar, tidak ada jalan lain bagi Rio Ferdinand dkk selain meraih hasil maksimal saat menjamu ketiga tim rivalnya tersebut.

Performa ciamik MU saat berhadapan dengan ketiga tim elite lainnya terjadi di musim lalu. Dari enam laga yang dilalui, MU berhasil meraih 13 poin dari maksimal 18 angka. Hasilnya, MU tampil sebagai kampiun. Di musim 2005-06, ketika itu masih ditangani Jose Mourinho, Chelsea nyaris meraih hasil sempurna: 15 poin hasil lima kali menang. Satu poin lebih tinggi dibanding pencapaian John Terry dkk di musim sebelumnya yang juga terbukti menghasilkan gelar.

Pengecualian dari catatan unik tersebut terjadi di musim 2006-07. Ketika itu skuad Wenger meraih hasil terbaik dibanding tiga tim lainnya: meraih 11 poin hasil tiga kali menang, dua kali bermain imbang dan sekali kalah. Namun, enam kekalahan tandang (away) saat bertemu tim-tim ‘kelas dua’ (Manchester City, West Ham United, Bolton Wanderers, Fulham, Sheffield United, dan Everton) membuat mimpi Arsenal musnah. Itulah intisari pernyataan Wenger di atas.
__________________
My Premier Blog's:
http://noveleonzo.wordpress.com/

My Premier Thread In Flame Arena:
http://indoforum.org/showthread.php?t=44049

My Premier Thread In Soccer Room:
http://indoforum.org/showthread.php?t=43978


count d velnous is online now   Reply With Quote
Old 13-11-2008, 10:44 AM   #339
count d velnous
IndoForum Junior A
 
count d velnous's Avatar
 
No. Urut: 41672
Tgl. Bergabung: Apr 2008
Lokasi: Anfield...Light In Dark!
Post: 3,430
Catatan Blog: 5
Rep Power: 8
count d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orang
TOTTENHAM HOTSPUR 4-2 LIVERPOOL
Wednesday 12 November 2008 19:45 , Carling Cup

REDS CRASH OUT OF CARLING CUP

Liverpool have been knocked out of the Carling Cup after going down 4-2 against Tottenham Hotspur at White Hart Lane

Frazier Campbell and Roman Pavlyuchenko both scored twice for the north-London club, while Damien Plessis and Sami Hyypia found the net for the Reds.

It was an absorbing tie from start to finish, but Liverpool ultimately paid the price for some relaxed marking and unforced errors.

Aaron Lennon caused the Reds all sorts of problems in the opening exchanges and put a great ball in on three minutes, but it was too high to cause any real danger in the Reds penalty area.

Things continued in this vein for much of the first period and the Liverpool defence struggled to deal with the attacking threat of Jamie O'Hara and Aaron Lennon on the left and right flank respectively.

Roman Pavlyuchenko headed back across goal on the 15-minute mark from a dangerous O'Hara cross in search of Frazier Campbell, but Sami Hyppia managed to put himself in the way of the follow-up.

Harry Redknapp and his new assistant might have been disappointed not to get a penalty for the alleged handball form the Finnish international, but Rafa Benitez was also incensed by the incident and sprang from the dugout to bark orders at his players.

Then it was Daniel Agger's turn to put himself in the way of a Tottenham attack. The Great Dane put in a great block from a measured Aaron Lennon shot inside the Reds' penalty area on 21 minutes.

The ball fell to the unmarked Lennon from a whipped in but overhit Spurs cross and the wideman had time to pick his spot, but Agger got in the way to keep the scores at 0-0.

But Liverpool were being overrun in the midfield and it was only a matter of time until they were made to pay for the space they were affording the Spurs forwards.

Where Harry Redknapp's men had out and out clear chances during the first half, Liverpool couldn't put the killer touch on a succession of attacks and couldn't find a way to unlock the Spurs' rearguard.

Frazier Campbell jinked in down the left flank non 38 minutes to pull the ball back for an unmarked Roman Pavlyuchenko, who made no mistake from close range to put Spurs 1-0 up.

Campbell went from provider to scorer four minutes later and made it 2-0 after a comedy of errors in the Reds penalty area. A lofted ball from Michael Dawson led to Dossena charging into Cavalieri to leave Campbell with an empty net.

Campbell couldn't believe his luck and easily put the ball into an empty net despite a somewhat acute angle.

Liverpool's nightmare continued minutes later and Campbell got on the end of a Lennon cross to put Spurs 3-0 before the end of the half.

Three goals in eight first-half minutes and Liverpool looked out for the count, but they got a quick goal from the kick-off in the second half to give themselves a fighting chance.

Torres won a corner from the kick-off for Liverpool and, although the kick came to nothing, it proved to be the first sign of a new spring in the Reds' step.

The Spanish starlet was heavily involved again two minutes later and won the ball in midfield to set away Ryan Babel down the left flam

Damien Plessis rose to head home from the corner past Nuno Gomes, who was particularly suspect and should have really done better with it.

But Plessis wasn't complaining and the goal was all that Liverpool deserved after turning on the pressure for more than they had done for the whole of the first period.

Liverpool might have been looking for an Istanbul-like revival, but their hopes were dashed when Didier Zakora darted into the Liverpool box to find Pavyluchenko unmarked, who made sure he hit the target and made it four for Spurs via a deflection on 52 minutes.

Gareth Bale came close to making it five a minute later, but Lucas headed out for a Spurs corner.

But Spurs weren't finished yet and Campbell nearly completed his hat-trick from the corner kick when he headed inches wide of Cavalieri's goal.

After a tired Torres was withdrawn, Ngog played up front on his own with El Zhar supporting in behind him. Babel went onto the right flank, while Insua took up the left-wing berth.

The change added some spark to the proceedings and El Zhar took on half the Spurs defence in the 63rd minute before playing it over to Insua whose shot deflected over for another corner.

Corners proved to be our best form of attack during this match and we found the net again through a classic Sami Hyypia header on 63 minutes.

El Zhar was involved again to test the shaky Gomes, and the Brazilian fumbled again but collected second time around.

The Spurs stopper then came off worse from a clash with Philipp Degen on 68 minutes. The Swiss full-back cut in from the outside to go through on goal, but the Brazilian clattered into Degen and went down from the challenge.

It was just a 50-50 challenge between the pair and it proved to be the last part Gomes would play in the match. Cesar Sanchez was brought into that action to take his place after Gomes was stretchered off.

But Degen continued to press up the right and found himself in a great space again on 82 minutes.

Gareth Bale took down Degen in the area to spark penalty appeals from the travelling Kop, but referee Mike Riley waved play on.

But Degen was injured in the exchange and Stephen Darby came on to replace him.

It was very much a case of game on from that moment on and Lucas, Agger and Babel took up advanced positions.

An incredible nine minutes of stoppage time inspired Liverpool to go all out and reduce the arrears before the final whistle, but ultimately it wasn't to be and the Cup holders marched on to claim a quarter-final spot.

Teams

Tottenham Hotspur: Gomes, Bale, Corluka, Dawson (c), Hutton, O'Hara, Huddlestone, Zokora, Lennon, Campbell, Pavlyuchenko. Subs - Bent, Bentley, Boateng, Gunter, Modric, Rocha, Sanchez

Liverpool: Cavalieri, Dossena, Agger, Hyypia (c), Degen, Babel, Leiva, Plessis, El Zhar, Ngog, Torres. Subs - Alonso, Benayoun, Carragher, Darby, Gulacsi, Insua, Riera

Referee: Mike Riley

Conditions:

Attendance: Unavailable
__________________
My Premier Blog's:
http://noveleonzo.wordpress.com/

My Premier Thread In Flame Arena:
http://indoforum.org/showthread.php?t=44049

My Premier Thread In Soccer Room:
http://indoforum.org/showthread.php?t=43978


count d velnous is online now   Reply With Quote
Old 14-11-2008, 09:41 AM   #340
count d velnous
IndoForum Junior A
 
count d velnous's Avatar
 
No. Urut: 41672
Tgl. Bergabung: Apr 2008
Lokasi: Anfield...Light In Dark!
Post: 3,430
Catatan Blog: 5
Rep Power: 8
count d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orangcount d velnous dikenal oleh kebanyakan orang
Beginilah jadinya kemungkinan New Anfield nantinya...Kalau terrealisasikan!



atau



atau



atau



atau



atau



Silahkan pilih...Yang mana anda suka!
__________________
My Premier Blog's:
http://noveleonzo.wordpress.com/

My Premier Thread In Flame Arena:
http://indoforum.org/showthread.php?t=44049

My Premier Thread In Soccer Room:
http://indoforum.org/showthread.php?t=43978


count d velnous is online now   Reply With Quote

Reply

Bookmarks


Menu Thread
Mode Tampilan

Ketentuan Posting
Anda tidak boleh membuat thread baru
Anda tidak boleh memberikan tanggapan
Anda tidak boleh memberikan sisipan file
Anda tidak boleh mengedit posting anda

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Ke Forum


< Jakarta | Bandung | Pekanbaru | Surabaya | Semarang >

Waktu saat ini adalah Pk. 05:41 AM (GMT +7)


Powered by vBulletin ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
Copyright ©2006 - 2010, IndoForum. All Rights Reserved.
In Collaboration With PT. Indonesia Digital Media.