BS, 35 tahun, sempat menyimpan potongan tubuh istrinya di dalam kamar tidur selama tiga hari. Sang istri, Darna Sri Astuti (33) dihabisi Minggu malam, 4 Maret lalu saat sedang terlelap di kediaman mereka di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Dan mayat Sri dibuang pada Selasa pagi di ruas Tol Cikampek.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan setelah membunuh dan memutilasi istrinya, BS tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Pelaku yang kesehariannya berjualan soto itu tetap berdagang meski masih menyimpan potongan tubuh korban di dalam kamar tidurnya.
"Selama tiga hari itu tubuh korban yang telah dimutilasi disimpan di bawah tempat tidurnya," kata Rikwanto, Kamis, 7 Maret 2013. Sebelum kejadian, Rikwanto menjelaskan bahwa pelaku sempat cekcok dengan istrinya sampai menganiaya korban hingga tewas.
Setelah mengetahui korban tewas pelaku panik BS memotong tubuh korban menjadi beberapa bagian. BS kemudian membungkus potongan tubuh korban rapat dengan kantong plastik dan menyimpannya di kolong tempat tidur. Plastik tersebut dibeli oleh T, pembantu rumah tangganya.
"Karena pelaku sadar ini akan membusuk, akhirnya dia memutuskan untuk membuangnya," ucap Rikwanto. BS ditangkap di kawasan Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu malam. Bersama BS, turut diamankan T.
BS dan T terancam pasal yang berbeda. BS terkena pasal 340 jo pasal 338 KUHP, dengan ancaman pidana hukuman mati atau hukman penjara minimal 20 tahun. "Sedangkan T dikenakan pasal 55 jo 56 jo 340 KUHP."
Tetangga Pelaku Mutilasi Sempat Cium Bau Amis Menyengat
Kepolisian berhasil mengungkap kasus pembunuhan disertai mutilasi di jalan tol Cikampek. Korban diketahui bernama Darna Sri Astuti. Pelaku mutilasi diketahui adalah suaminya sendiri, Bengget Situmorang.
Sekitar empat hari yang lalu, tetangga mencium bau amis yang bersumber dari air limbah warung pelaku. Air limbah itu mengalir di sekitar kawasan depan rumah warga sekitar.
"Warungnya sempat tutup sehari sekitar empat hari lalu. Pas tutup itu, air limbah warungnya bau amis. Warga di sini sempat protes," kata Karti, tetangga korban dalam perbincangan dengan VIVAnews di sekitar rumah pelaku, Jalan Bungur, Ciracas, Jakarta Timur, RT 1 RW 6 Nomor 6, Kamis 7 Maret 2013.
Tetangga protes karena air yang amis itu sempat menggenangi depan warung ini. Saat tetangga menanyakan air amis itu, pelaku mengatakan sumber bau amis itu adalah darah ayam.
"Katanya dia lagi bersihkan ayam dipotong-potong. Eh tahunya.. di berita mayat istrinya," tuturnya.
Senada dengan Karti, pemilik warung di sebelah warung pelaku, Elis, juga mengatakan beberapa hari lalu dirinya juga mencium bau amis yang cukup kuat.
"Kata dia habis mencuci ayam dan bau amis itu bau tuak," kata dia menirukan.
Selain itu, Elis juga mengatakan, pelaku sering mabuk-mabukan di warungnya. "Dia sering mabuk, tiap hari kali," tuturnya.
Tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Mabes Polri menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian mutilasi di Jalan Bungur Raya, Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis 7 Maret 2013.
Warga ramai menonton olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di sekitar warung soto milik pelaku mutilasi. Polisi meminta beberapa warga untuk menjadi saksi pengambilan barang bukti. “Ada sarung golok dan palu yang diamankan polisi,” kata Sanusi, warga yang menjadi saksi.
Sanusi mengatakan, warung Soto Lamongan milik pelaku mutilasi, Benget Situmorang, sebetulnya hanya kedok untuk menutupi dagangannya yang sesungguhnya, yaitu minuman beralkohol asal Medan. “Dia (Benget) jualan tuak. Makanya dia berkedok dagang Soto Lamongan,” ujar Sanusi.
Di warung itu pula Benget tinggal bersama Darna Sri Astuti, istri yang akhirnya ia bunuh dan mutilasi. Warga mengatakan, sebetulnya mereka tidak setuju dengan cara Benget mencari nafkah yang berasal dari berdagang tuak di lingkungan mereka.
“Dulu sempat ramai (ribut) sewaktu kami dari warga meminta dia untuk menutup warungnya. Dia tidak mau menutup warungnya, berdalih tuak yang dia jual kadar alkoholnya kecil,” kata Sanusi.
Dalam membuang potongan-potongan tubuh istrinya, Benget dibantu oleh pembantunya, Tini, yang belakangan diketahui juga merupakan selingkuhan dia. Mereka berdua kini telah diringkus oleh polisi. Benget sendiri terancam hukuman mati atau minimal 20 tahun penjara.
Sejumlah organ dalam tubuh Darna Sri Astuti, korban pembunuhan dengan mutilasi oleh suaminya, Benget Situmorang, diketahui telah dibuang oleh pelaku ke sungai Ciliwung.
"Bagian organ dalam korban seperti jantung, limpa dan lain sebagainya itu menurut pengakuan tersangka dibuang di sungai Ciliwung," kata Kapolres Jakarta Timur, Kombes Mulyadi Kaharani di Polres Jakarta Timur, Jumat (8/3/2013).
Berdasarkan keterangan dari tersangka kepada polisi, Mulyadi menjelaskan, pembunuhan yang di lakukan Benget karena dia cemburu terhadap istrinya yang selingkuh.
"Namun nanti akan kami kembangkan meminta keterangan dari tetangga, karena dia kan sudah cukup lama tinggal di sana," pungkasnya.
Benget Situmorang ditangkap Rabu malam di rumahnya, kawasan Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur. Penangkapan Benget berdasarkan keterangan saksi mata yang melihat sebuah angkot membuang bungkusan berisi potongan tubuh Darna di ruas Tol Cikampek, Jakarta Timur Selasa lalu.
Benget ditangkap bersama seorang penjual jamu bernama Tini yang belakang diketahui merupakan kekasih gelap pelaku. Berdasarkan pengakuannya kepada polisi, Tini juga ikut serta membuang jenazah Darna yang sudah dipotong beberapa bagian oleh Benget.
Bookmarks