TULUNGAGUNG - Kaiman (65), petani asal Desa Pulutondo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung nekat menyudahi hidup. Diduga, dia bunuh diri karena sakit kepala yang tidak kunjung sembuh.
Di dapur rumahnya yang berlantai tanah, jasad Kaiman ditemukan tergantung tak bernyawa.
Seutas tali serupa selendang kain yang terikat pada bagian atas kerangka rumah menjerat batang lehernya. “Adanya sperma yang keluar dan tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan menunjukkan peristiwa ini sebagai murni bunuh diri," kata Kapolsek Ngunut, Kompol Suseno, Minggu (2/8/2012).
Kaiman cukup lama mengidap sakit kepala. Pada saat kelelahan usai bekerja di sawah, rasa tidak nyaman dalam kepala itu biasanya kambuh. Pada saat demikian, Kaiman kerap merasa kesakitan. Keluarga korban sudah berusaha mengobatinya secara medis dan alternatif, namun penyakit tersebut tidak juga sembuh.
“Informasi yang berkembang, sebelum ditemukan dalam keadaan tewas korban pernah mengeluh sudah merasa tidak kuat dengan apa yang dialaminya. Dan dia ingin mengakhiri rasa tidak nyaman itu sendiri," terangnya.
Kenyataanya, rasa sakit itu benar-benar lenyap. Namun, nyawa petani tua itu juga turut melayang. Perbuatan yang dilarang agama itu dilakukanya saat situasi rumah dalam kondisi yang benar-benar sepi.
Tak heran, anggota keluarga yang menjadi saksi pertama kali langsung menjerit histeris melihat tubuh ringkih Kaiman terayun-ayun di dalam ruang dapur. “Setelah dilakukan visum, jasad langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan ke tempat pemakaman umum," pungkas Suseno.
Bookmarks