<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>

<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
	<channel>
		<title>IndoForum - Forum Edukasi</title>
		<link>http://www.indoforum.org/</link>
		<description>semua yg berhubungan sama otak (permainan, homework, research, dll)</description>
		<language>en</language>
		<lastBuildDate>Fri, 24 May 2013 21:54:35 GMT</lastBuildDate>
		<generator>vBulletin</generator>
		<ttl>60</ttl>
		<image>
			<url>http://www.indoforum.org/images/misc/rss.png</url>
			<title>IndoForum - Forum Edukasi</title>
			<link>http://www.indoforum.org/</link>
		</image>
		<item>
			<title>Ini bentuk sepatu antikekerasan seks karya anak SMP 1 Bogor</title>
			<link>http://www.indoforum.org/showthread.php?t=447290&amp;goto=newpost</link>
			<pubDate>Mon, 13 May 2013 05:26:28 GMT</pubDate>
			<description>Image: http://u.indo.fm/i/NJzs4.jpg  
 
Hibar Syahrul Gafur (14) terkejut melihat banyaknya kasus pemberitaan soal pemerkosaan. ABG cerdas ini pun...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><div style="text-align: center;"><img src="http://u.indo.fm/i/NJzs4.jpg" border="0" alt="" /></div><br />
Hibar Syahrul Gafur (14) terkejut melihat banyaknya kasus pemberitaan soal pemerkosaan. ABG cerdas ini pun putar otak bagaimana menciptakan alat yang bisa melindungi kaum hawa dari bahaya pemerkosaan.<br />
<br />
&quot;Hobi saya itu nonton TV, bakal bisa berlama-lama kalau nonton. Apalagi kalau pemberitaan, nah beberapa waktu lalu pemberitaan yang aku tonton isinya pelecehan dan kekerasan seksual terhadap wanita, serem banget,&quot; kata Hibar saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Minggu (12/5).<br />
<br />
Dari hasil kreativitasnya, terciptalah sepatu antikekerasan seksual tersebut. Sepintas sepatu ini tak berbeda dengan sepatu 'wedges' lainnya. Tapi pada hak sepatu ini tersimpan rangkaian listrik. Jika ada bahaya, kaum hawa tinggal menginjak tombol yang terdapat pada bagian belakang sepatu ini. Maka aliran listrik 450 volt pun akan membuat si pemerkosa terjungkal.<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://u.indo.fm/i/deXo8.jpg" border="0" alt="" /></div><br />
&quot;Listrik ini bertenaga 450 watt. Tinggal tendang ke arah si pelaku kekerasan seksual. Secara otomatis tegangan listrik akan langsung nyerang pelaku,&quot; jelasnya.<br />
<br />
Sebelum mengikuti kompetisi tingkat nasional dan internasional, terlebih dulu Hibar melakukan uji coba. &quot;Saya setrum ayam peliharaan di rumah, guru saya pun ikutan uji coba,&quot; katanya.<br />
<br />
Peralatan yang digunakan oleh Siswa SMPN 1 Bogor ini sebenarnya sederhana. Antara lain gelang logam dan rangkaian raket nyamuk. Bahan-bahan ini mudah didapat.<br />
<br />
Dengan karyanya itu, Hibar berhasil mendapat medali emas pertamanya di ajang internasional. Dia menyabet medali emas di Exhibition of Young Inventors (IEYI) 2013 Kuala Lumpur. Sungguh prestasi yang membanggakan.</div>

]]></content:encoded>
			<category domain="http://www.indoforum.org/forumdisplay.php?f=47">Forum Edukasi</category>
			<dc:creator>yan raditya</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.indoforum.org/showthread.php?t=447290</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Akan Terbit, Jurnal Ilmiah Pornografi Pertama</title>
			<link>http://www.indoforum.org/showthread.php?t=446083&amp;goto=newpost</link>
			<pubDate>Sun, 05 May 2013 11:42:05 GMT</pubDate>
			<description>Image: http://u.indo.fm/i/axT6i.jpg  
 
Topik tentang seks dan produk budaya yang merujuk kepadanya biasanya selalu dianggap tabu untuk dibicarakan....</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><div style="text-align: center;"><img src="http://u.indo.fm/i/axT6i.jpg" border="0" alt="" /></div><br />
Topik tentang seks dan produk budaya yang merujuk kepadanya biasanya selalu dianggap tabu untuk dibicarakan. Namun, Routledge akan memicu perbincangan serius tentangnya dengan menerbitkan jurnal khusus pornografi pertama di dunia, Porn Studies.<br />
<br />
Porn Studies akan dipublikasikan mulai tahun 2014. Routledge mendeskripsikan jurnal ini sebagai &quot;jurnal peer review internasional pertama yang didedikasikan untuk secara kritis menggali produk budaya dan pelayanan yang dianggap pornografi serta konteks budaya, ekonomi, sejarah, legal, institusional, dan sosial yang dimiliki.&quot;<br />
<br />
Diberitakan New York Times, Selasa (30/4/2013), jurnal terutama akan menaruh perhatian khusus pada masalah seksualitas, jender, ras, kelas, usia, dan kemampuan seksual.<br />
<br />
Meski masih akan terbit setahun lagi, jurnal yang akan diedit oleh dua akademisi Inggris, Feona Attwood dan Clarisaa Smith, ini sudah menarik perhatian banyak ilmuwan dunia.<br />
<br />
Julie Peakman, sejarawan University of London dan penulis buku &quot;Mighty Lewd Books: The Development of Pornography in the Eighteenth-Century England&quot; itu mengatakan, &quot;kita telah menunggu lama kehadiran jurnal akademik yang menaruh perhatian pada representasi seksualitas manusia secara serius seperti seharusnya didapatkan.&quot;<br />
<br />
&quot;Saya menantikan perdebatan yang hidup dan serius lintas bidang kajian lewat jurnal ini,&quot; sambung Peakman.<br />
<br />
Ilmuwan dari belahan dunia mana pun berhak memasukkan artikel atau hasil kajiannya ke jurnal ini. Salah satu syaratnya adalah panjang artikel sekitar 5000-8000 kata untuk tiap makalah, 500-1500 kata untuk forum, dan 800 - 1500 kata untuk resensi buku.<br />
<br />
Topik tentang seksualitas mendapat perhatian setelah beberapa universitas ternama, seperti Harvard dan Yale, mengadakan beragam acara yang membahas seputar seks. Di antaranya adalah Sex Week yang menawarkan pameran dan workshop dengan sex toys, serta kuliah dari para bintang porno.</div>

]]></content:encoded>
			<category domain="http://www.indoforum.org/forumdisplay.php?f=47">Forum Edukasi</category>
			<dc:creator>facebookeb</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.indoforum.org/showthread.php?t=446083</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Helm Pencegah Gegar Otak</title>
			<link>http://www.indoforum.org/showthread.php?t=445824&amp;goto=newpost</link>
			<pubDate>Fri, 03 May 2013 06:22:50 GMT</pubDate>
			<description>Image: http://u.indo.fm/i/h5cZF.jpg  
 
Di saat anak seusianya senang bermain, Linus Nara Pradhana (14) justru giat bereksperimen. Penemuannya, helm...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><div style="text-align: center;"><img src="http://u.indo.fm/i/h5cZF.jpg" border="0" alt="" /></div><br />
Di saat anak seusianya senang bermain, Linus Nara Pradhana (14) justru giat bereksperimen. Penemuannya, helm dengan sistem endoterm untuk mencegah gegar otak saat terjadi benturan, menyabet penghargaan nasional sekaligus internasional.<br />
<br />
Siswa kelas VIII SMP Kristen Petra 5 Surabaya ini memiliki gagasan out of the box sehingga menghasilkan penemuan sederhana, tetapi sangat bermanfaat. Helm yang diciptakan memiliki sistem pendingin di dalam bantalan untuk mengantisipasi perdarahan di bagian kepala.<br />
<br />
”Harapannya, helm ini bisa menjadi alat pertolongan pertama bagi korban kecelakaan sebelum dibawa ke rumah sakit,” kata Nara, demikian ia biasa dipanggil, ketika ditemui di rumahnya di kawasan Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (27/4/2013).<br />
<br />
Hasil kreasi Nara ini mengantarnya menjadi finalis Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) akhir Februari lalu. Hak paten temuan ini telah didaftarkan dan akan diproduksi secara massal oleh produsen helm PT Sentral Bahana Ekatama di Surabaya.<br />
<br />
Nara membutuhkan waktu lima bulan untuk merealisasikan ide awalnya menjadi helm bernama Cool Impact tersebut. Dengan bantuan ayahnya, Gunawan Siswoyo (54), Nara melakukan penelitian di tiga lokasi, yakni laboratorium SMP Kristen Petra 5, PT Sentral Bahana Ekatama, dan Balai Konsultasi Industri.<br />
<br />
<b>Cara kerja</b><br />
<br />
Sistem pendingin helm ini terletak pada serbuk dan cairan kimia yang tercampur di dalam ruang bantalan pelindung saat terjadi benturan. Cairan kimia dikemas dalam plastik yang kekuatannya berbeda dengan plastik bungkus serbuk merah muda serupa garam.<br />
<br />
Bahan plastik kemasan cairan kimia lebih mudah pecah dan berukuran kecil sehingga dapat disisipkan ke dalam plastik berbahan lebih kuat berisi serbuk. Jika terjadi benturan, plastik yang lebih kecil akan robek sehingga cairan kimia akan keluar membanjiri plastik berisi serbuk.<br />
<br />
Saat cairan dan serbuk kimia bercampur, terjadi reaksi endotermik sehingga suhu di dalam helm yang semula 32,2 derajat celsius dapat turun menjadi 11,5 derajat celsius. Cairan dingin di dalam bantalan helm berfungsi sebagai pengompres kepala.<br />
<br />
”Suhu dingin di dalam helm ini hanya bertahan 25 menit. Karena itu, sifatnya hanya sebagai pertolongan pertama,” ujar Nara. Ia tidak bersedia menyebut nama cairan dan serbuk kimia itu karena terikat kontrak dengan PT Sentral Bahana Ekatama.<br />
<br />
Cairan dan serbuk dalam plastik dimasukkan ke bantalan helm di tiga sisi, yakni belakang, samping kiri, dan samping kanan. Penemuan bahan kimia itu tidak terlepas dari kontribusi Gunawan yang mengarahkan Nara untuk membaca beberapa literatur kimia.<br />
<br />
Nara mengungkapkan, serbuk dan cairan kimia dalam bantalan tersebut hanya dapat berfungsi jika dipasang pada helm yang memenuhi standar keamanan. ”Kalau helmnya lepas atau pecah saat benturan, ya, sistem pendingin tidak berguna,” kata Nara yang bercita-cita menjadi pilot ini.<br />
<br />
Nara telah memperhitungkan bahwa kekuatan benturan yang diperkirakan akan membahayakan kepala akan memecahkan plastik berisi cairan kimia. Nara telah menguji coba kekuatan benturan menggunakan semangka yang dimasukkan ke dalam tiga helm berbeda kualitas, kemudian dijatuhkan dari ketinggian 6 meter. Semangka itu diibaratkan kepala manusia.<br />
<br />
Hasilnya, di helm pertama yang berkualitas rendah, semangka tidak pecah, tetapi helm pecah. Pada helm kedua dengan bahan memenuhi standar keamanan berkualitas sedang, semangka dan helm sama-sama tidak pecah. Di helm terakhir yang berkualitas tinggi, semangka pecah, tetapi helm tidak pecah.<br />
<br />
<b>Pengembangan</b><br />
<br />
Helm pencegah gegar otak ini merupakan pengembangan dari helm berpendingin yang lebih dulu digagas saat Nara duduk di kelas VI SD. Nara berinisiatif menciptakan helm berpendingin karena merasa iba dengan ayahnya yang kerap merasa kepanasan saat menggunakan helm.<br />
<br />
Helm berpendingin ini menggunakan gel sodium polyacrylate (biasa ditemukan dalam popok bayi dan pembalut wanita) yang diletakkan di atas tempurung helm dan dapat menampung air 100 mililiter. Adanya air, mampu menurunkan suhu di dalam helm hingga 21 persen.<br />
<br />
Berkat helm berpendingin tersebut, Nara meraih medali emas dalam penghargaan International Exhibition for Young Inventors (IEYI) di Bangkok, Thailand, pertengahan 2012.<br />
<br />
”Gara-gara helm sebelumnya jadi juara dan dikontrak PT Sentral Bahana Ekatama, Nara jadi senang bereksperimen dengan helm,” kata Gunawan, ayah sekaligus pembimbing penelitian Nara.<br />
<br />
Apa yang diraih Nara sejauh ini memang tidak terlepas dari peran Gunawan yang berprofesi sebagai guru elektro dan karya ilmiah di SMP Kristen Petra 3 Surabaya. Sejak menginjak kelas II SD, Nara kerap ikut sang ayah ke laboratorium. Hal ini yang membuat Nara menyenangi eksperimen dan dunia penelitian.<br />
<br />
”Ide awal selalu dari Nara. Saya hanya membantu mengarahkan Nara untuk mewujudkan ide-idenya itu,” ujar Gunawan yang mengaku menjadi ikut sibuk sejak anak sulungnya tersebut meraih penghargaan dalam berbagai perlombaan.</div>

]]></content:encoded>
			<category domain="http://www.indoforum.org/forumdisplay.php?f=47">Forum Edukasi</category>
			<dc:creator>steven yan</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.indoforum.org/showthread.php?t=445824</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Apakah Anda Belajar Untuk Lulus Atau Belajar Untuk Kehidupan?</title>
			<link>http://www.indoforum.org/showthread.php?t=445309&amp;goto=newpost</link>
			<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 04:26:43 GMT</pubDate>
			<description><![CDATA[http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=9M4tdMsg3ts 
 
Sebuah video pidato dari Erica Goldson di Youtube menjadi begitu fenomenal. Ini...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><div style="text-align: center;">
<iframe class="restrain" title="YouTube video player" width="640" height="390" src="//www.youtube.com/embed/9M4tdMsg3ts?wmode=opaque" frameborder="0"></iframe>
</div><br />
Sebuah video pidato dari Erica Goldson di Youtube menjadi begitu fenomenal. Ini menjadi semacam 'pidato pengakuan' yang dilakukan siswi terbaik di sekolahnya itu. Vemale akan mengulas sejenak pada Anda.<br />
<br />
Ladies, sejak kecil kita dididik untuk mau belajar. Semakin rajin mengerjakan pe-er, rajin belajar dan mendapat nilai yang bagus saat ulangan, maka kita dinilai 'bagus'. Namun seringkali kita lupa pada hakekat 'belajar' itu sendiri. Itulah yang dirasakan oleh Erica.<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://u.indo.fm/i/RdAg.jpg" border="0" alt="" /></div><br />
Dalam pidatonya yang seharusnya menjadi momen membanggakan itu, Erica mengakui bahwa dirinya takut. Mengapa?<br />
<br />
Erica memang adalah siswi terpandai di sekolahnya. Ia memang selalu mendapatkan nilai terbaik dan seharusnya bisa bangga dengan dirinya saat mengucapkan pidato tersebut. Namun setelah direnungkan, ia mengakui bahwa dirinya tidaklah lebih pintar dari teman-temannya.<br />
<br />
Selama ini Erica hanya menjalankan apa yang diperintahkan padanya. PR, ulangan, dan aturan sekolah. Ia hanya mengikuti aturan tersebut begitu saja agar ia terhindar dari hukuman, tidak lulus dan formalitas lainnya. Kenyataan ini mungkin menunjukkan betapa rajin dan tertibnya Erica. Setelah ini ia akan lulus, mendapatkan ijazah dan siap bekerja.<br />
<br />
Namun Erica adalah seorang manusia yang berpikir dan mencari pengalaman hidup, bukan pekerja. Menurutnya pekerja adalah orang yang terjebak dalam rutinitas dan sistem yang mengatur serta membatasi mereka.<br />
<br />
&quot;Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.&quot; ujar Erica.<br />
<br />
Semua rutinitas pendidikan formal yang ia jalani membuatnya terbiasa untuk tekun, namun tidak terbiasa untuk menyadari 'pelajaran' yang sebenarnya. Hal inilah yang membuatnya takut untuk melangkah setelah kelulusan tiba.<br />
<br />
Dalam pidatonya, ia nampak menyesali karena semasa sekolah ia seperti tidak 'hidup'. Saat temannya lupa mengerjakan PR karena sibuk mengerjakan hobi mereka, Erica memang sudah siap dengan PR yang tuntas dikerjakan. Saat teman-temannya membuat lirik lagu, Erica memang sudah memiliki catatan pelajaran atau bahkan mengambil ekstra SKS.<br />
<br />
Karena sibuk belajar, Erica tak sempat memikirkan hobi dan hal apa yang diinginkannya. Ia pun belajar hanya demi lulus, bukan sebenar-benarnya belajar untuk mempersiapkan hidup di masa depan. Hal inilah yang menjadi pengakuan terpendam Erica, betapa rutinitas sekolah ternyata membuatnya kini terhenyak bahwa ia hanya belajar untuk lulus.<br />
<br />
Pidato Erica ini memberikan pelajaran bagi kita yang belajar, kita yang akan membelajari dan kita yang akan memiliki anak-anak kita nantinya. Semua orang memang butuh berprestasi, butuh bekal teori, namun jangan lupa untuk memenuhi bekal hidup.<br />
<br />
Masa muda adalah masa yang baik untuk memiliki impian, memiliki apa yang Anda inginkan dan berusaha mewujudkannya. Jangan terjebak dalam rutinitas sekolah yang memenjarakan, namun imbangi dengan kehidupan sosial dan kehidupan untuk Anda sendiri.</div>

]]></content:encoded>
			<category domain="http://www.indoforum.org/forumdisplay.php?f=47">Forum Edukasi</category>
			<dc:creator>steven yan</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.indoforum.org/showthread.php?t=445309</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Agama dan budaya Indonesia</title>
			<link>http://www.indoforum.org/showthread.php?t=445304&amp;goto=newpost</link>
			<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 03:54:56 GMT</pubDate>
			<description>Jika kita teliti budaya Indonesia, maka tidak dapat tidak budaya itu  terdiri dari 5 lapisan. Lapisan itu diwakili oleh budaya agama pribumi, Hindu,...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Jika kita teliti budaya Indonesia, maka tidak dapat tidak budaya itu  terdiri dari 5 lapisan. Lapisan itu diwakili oleh budaya agama pribumi, Hindu, Buddha, Islam dan Kristen (Andito, ed,1998:77-79)<br />
<br />
<div class="bbcode_container">
	<div class="bbcode_description">Quote:</div>
	<div class="bbcode_quote printable">
		<hr />
		
			Lapisan pertama adalah agama pribumi yang memiliki ritus-ritus yang berkaitan dengan penyembahan roh nenek moyang yang telah tiada atau  lebih setingkat yaitu Dewa-dewa suku seperti sombaon di Tanah Batak, agama Merapu di Sumba, Kaharingan di Kalimantan. Berhubungan dengan ritus agama suku adalah berkaitan dengan para leluhur menyebabkan terdapat solidaritas keluarga yang sangat tinggi. Oleh karena itu maka ritus mereka berkaitan dengan tari-tarian dan seni ukiran, Maka dari agama pribumi  bangsa Indonesia mewarisi kesenian dan estetika yang tinggi dan nilai-nilai kekeluargaan yang sangat luhur.<br />
<br />
Lapisan kedua dalah Hinduisme, yang telah meninggalkan peradapan yang menekankan pembebasan rohani agar atman bersatu dengan Brahman maka dengan itu ada solidaritas mencari pembebasan bersama dari penindasan sosial untuk menuju kesejahteraan yang utuh. Solidaritas itu diungkapkan dalam kalimat Tat Twam Asi, aku adalah engkau.<br />
<br />
Lapisan ketiga adalah agama Buddha, yang telah mewariskan nilai-nilai yang menjauhi ketamakan dan keserakahan. Bersama dengan itu timbul nilai pengendalian diri dan mawas diridengan menjalani 8 tata jalan keutamaan.<br />
<br />
Lapisan keempat adalah agama Islam yang telah menyumbangkan kepekaan terhadap tata tertib kehidupan melalui syari’ah, ketaatan melakukan shalat dalam lima waktu,kepekaan terhadap mana yang baik dan mana yang jahat dan melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat (amar makruf nahi munkar) berdampak pada pertumbuhan akhlak yang mulia. Inilah hal-hal yang disumbangkan Islam dalam pembentukan budaya bangsa.<br />
<br />
Lapisan kelima adalah agama Kristen, baik Katholik maupun Protestan. Agama ini menekankan nilai kasih dalam hubungan antar manusia. Tuntutan kasih yang dikemukakan melebihi arti kasih dalam kebudayaan sebab kasih ini tidak menuntutbalasan yaitukasih tanpa syarat. Kasih bukan suatu cetusan emosional tapi sebagai tindakan konkrit yaitu memperlakukan sesama seperti diri sendiri. Atas dasar kasih maka gereja-gereja telah mempelopori pendirian Panti Asuhan, rumah sakit, sekolah-sekolah dan pelayanan terhadap orang miskin.
			
		<hr />
	</div>
</div>Bagai mana jika dalam masing-masing lapisan budaya agam terjadi perselisihan, menurut kalian apa yang akan terjadi  dan bagi man kalian menyingkapinya ?</div>

]]></content:encoded>
			<category domain="http://www.indoforum.org/forumdisplay.php?f=47">Forum Edukasi</category>
			<dc:creator>manz88</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.indoforum.org/showthread.php?t=445304</guid>
		</item>
	</channel>
</rss>
