PDA

Tampilkan Versi Lengkap : Brian Asal Kuta Pecahkan Rekor Dunia Mengingat 76 Angka Dalam 1 Menit


goesdun
18-08-2009, 04:56 PM
DOMINIC BRIAN (12), pelajar kelas 1 SMP asal Kuta, memecahkan rekor dunia Guiness World Records (GWR). Rekor itu diraih dalam acara Bali’s Best of the Bests, di Bali Zoo Gianyar Sabtu (15/8) kemarin. Acara tersebut disaksikan Alex Iskandar tim penguji GWR yang berasal dari Malaysia dan undangan. Brian berhasil mengingat 76 angka dalam waktu 60 detik, yang berarti memecahkan rekor angka terbanyak yang bisa diingat dalam waktu 1 menit.

Menurut Alex, penghitungan prestasi ‘mengingat angka’ ini pertamakalinya dilakukan GWR. Dengan demikian Brian otomatis tercatat sebagai orang pertama yang mengukir kategori rekor GWR ini. GWR memang pernah mencatat rekor mirip itu. Rekor dicatat Dr Yip Swee Chai yang berhasil menghafal angka dan seluruh kata dalam kamus Oxfoyol.

Brian memang memiliki kecerdasan otak yang luar biasa. Dalam usia 5 tahun, tahun 2002 ia meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri), berkat kemampuannya mengingat 100 deret angka dalam 12 menit. Putra pasangan Gidion H. B.Sc. M.B.A., dan Debora I.T. S.T.P.
kelahiran Surabaya 26 November 1996 ini menuturkan, baginya mengingat angka merupakan kegiatan menyenangkan. “Saya memang sangat suka angka-angka,” ujar siswa SMP kelas I di sekolah Home Schoolling Advanced Training Institute (ATI), USA ini.

Ia dibesarkan kedua orangtuanya di kawasan Kuta, Bali. Dalam usia 5 tahun, saat berada di bangku TK besar, Brian belajar sempoa. Ia menyerap semua materi pelajaran dengan cepat, dan berhasil menuntaskan pelajaran studi sempoanya 2,5 tahun.
Masa paling berat bagi bocah yang sempat mengunjungi Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Cina ini, saat memasuki sempoa dasar level 5. “Ia sempat mengalami kejenuhan. Syukurlah ia bisa melewati masa krisis itu,” ujar Gidion.

Orangtuanya benar-benar merasakan manfaat belajar sempoa bagi anaknya. “Brian memiliki karakter disiplin dan rasa bertanggung jawab setelah berlatih sempoa dan power brain. Pola pikirnya sering melampaui orang dewasa dalam menyelesaikan problem matematis,” tambahnya.
Dalam mengisi masa kanak-kanak, Brian terus bergelut dengan angka. “Sejak kecil ia suka belajar. Bahkan ide mendaftarkan Brian untuk mendapatkan penghargaan Muri pertama-tama datang dari pengasuh bayinya yang melihat Brian sangat cerdas,” ungkap ayahnya.

Usai lulus studi sempoa Brian diikutkan pelatihan power brain oleh ayahnya yang kebetulan guru power brain di sekolahnya. Brian menjadi murid termuda di kelasnya. Ia dapat menghitung angka dengan cepat tanpa perlu alat bantu kalkulator. Bahkan Brian kemudian melatih para murid belajar sempoa di sekolah SLC Sempoa dan Power Brain ini. Jadinya ia menjadi guru sempoa termuda.

Menginjak usia 12 tahun sekarang ini, ia telah mengoleksi 19 gelar juara. Di antaranya, dari kompetisi English Spelling dan Vocabulary yang terus dimenangkan dengan gemilang. Ia meraih juara I, II, III, Lomba Bahasa Inggris “Spelling Bee EF” tahun 2003, 2005 dan 2006 di Denpasar.
Umur 11 tahun, saat ia duduk di bangku kelas 6 SD, dapat berbahasa Inggris dengan fasih. Brian pun melewati tiap mata pelajaran dengan hasil cemerlang, terutama dalam pelajaran matematika tanpa kesulitan.
“Saya bisa melakukan semua ini berkat dukungan Mama, Papa dan kehendak Tuhan,” ujar Brian.

Gidion berharap prestasi ini membuka cakrawala bagi para orangtua anak. Orangtua seharusnya sadar untuk menjadikan anak cerdas, anak wajib dibekali pelatihan otak kanan (seni, emosi, intuisi, EQ, dan imajinasi), di samping pelatihan otak kiri (IQ, logika, analistis, matematis). “Salah satu cara mengasah otak kanan ialah belajar sempoa dan power brain yang memiliki beragam manfaat bagi anak, seperti melatih daya konsentrasi dan meningkatkan rasa percaya dirinya,” ujar Gidion.

Dalam memecahkan rekor dunia itu, Brian mengaku berlatih secara rutin. Dalam belajar, baik pelajaran di sekolah maupun pelatihan daya ingat tak memerlukan waktu lama. “Cukup beberapa menit sehari asalkan rutin tiap hari,” ujar ayahnya.

Meski punya kemampuan di atas normal, Brian tak berbeda dengan anak seusianya. Ia menyukai banyak permainan. Salah satunya playstation. Ia pun banyak menghabiskan waktunya bermain internet, komputer, mengikuti kursus renang dan bermain piano. Brian memiliki hobi membaca. Ia pun sangat doyan menyantap spaghetti, burger, dan mie ayam. Cita-citanya setelah lulus kuliah, mengembangkan waralaba SLC ke seluruh Indonesia.- tin (*T)

byakuya
19-08-2009, 09:23 AM
wow,jenius bgt thu org y..

tusuksate
21-08-2009, 10:49 AM
Ga sanggup gw, gw paling malas menghapal...

koret
21-08-2009, 11:15 AM
gile otaknya canggih /e4 /e4