PDA

View Full Version : XL dan Telkomsel Dapatkan Sertifikasi Uji Layak 3G


magnum
13-09-2006, 08:30 AM
XL dan Telkomsel Dapatkan Sertifikasi Uji Layak 3G

Jakarta, PT Excelcomindo Pratama (XL) dan PT Telkomsel mendapatkan sertifikasi uji laik operasi (ULO) agar dapat menggelar layanan seluler generasi ketiga (3G) secara komersial.

Demikian keterangan tertulis yang diterima detikINET, Rabu (13/9/2006), dari Head of Corporate Communication XL Ventura Elisawati dan GM Corporate Communication Telkomsel Azis Fuedi.

"XL telah berhasil lulus ULO untuk layanan 3G, yang diselenggarakan oleh BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia -red). ULO merupakan salah satu syarat kunci yang harus dipenuhi sebelum XL dapat menawarkan layanan 3G secara komersial," ujar Ventura.

Ia pun mengklaim, XL telah siap secara infrastruktur untuk menawarkan layanan 3G dengan didukung sekitar 260 pemancar Base Transceiver Station Node B (BTS 3G) untuk wilayah Jabotabek. XL sendiri sebelumnya berencana menggelar 3G di delapan kota, yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Jogjakarta, Bali, Medan, Batam Bintan, dan Lombok.

Sementara itu, lanjutnya, sertifikasi untuk area Pulau Jawa dan Bali masih dalam proses. "Jadi, XL 3G sudah makin mendekati kenyataan. Mudah-mudahan bisa segera selesai di enam kota," imbuhnya

Sedangkan menurut Azis, dengan mengantongi sertifikasi lulus ULO, Telkomsel secara resmi dapat menggelar 3G secara komersial di Jakarta. Sedangkan untuk daerah lain akan menyusul.

"Sertifikasi ULO saat ini untuk wilayah Jakarta dan segera dilanjutkan ke berbagai wilayah lain di Indonesia seperti Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, Jogja, Bali, Balikpapan, dan Makassar," jelasnya dalam pesan singkat.

Ia juga mengatakan, Telkomsel telah melakukan kajian terhadap kesiapan teknis setiap elemen jaringan 3G termasuk interoperabilitas antar perangkat berbagai vendor, interoperabilitas jaringan 3G dengan jaringan existing, kesiapan pengembangan layanan dan aplikasi, serta uji coba internal untuk mengkaji kesiapan pasar di Indonesia.

"Kami bersyukur bahwa Telkomsel telah selesai menjalani proses ULO dengan lancar, di mana seluruh aspek layanan berbasis teknologi 3G Telkomsel telah diuji kualitas performanya dan bisa segera diluncurkan untuk bisa dinikmati pelanggan," ujarnya lagi.

Dalam sebulan sejak dibukanya praregistrasi, menurut Azis, pelanggan Telkomsel yang sudah mendaftar via SMS ke nomor singkat 3636 untuk mendapatkan layanan 3G telah mencapai 60 ribu pendaftar.

Sementara itu, kedua anggota BRTI Heru Sutadi dan Kamilov Sagala, sejak keterangan tertulis diterima hingga berita ini diturunkan masih belum bisa dihubungi untuk memberikan tanggapan mengenai pernyataan kedua operator seluler tersebut.
[DetikInet]

Berita lain

'Tarif 3G Sewajarnya Dua Kali 2G'


Jakarta, Tarif layanan seluler generasi ketiga (3G) kemungkinan besar jauh lebih mahal dibandingkan tarif seluler yang dikenakan saat ini (2G). Namun, sewajarnya, tarif 3G hanya dua kali 2G.

Soal tarif diyakini akan menjadi faktor penentu adopsi layanan 3G. Dalam sebuah survei bertajuk National Technology Readiness Survey (NTRS), yang digelar di Amerika Serikat untuk periode 2005/2006, hanya 13 persen pengguna ponsel yang ingin pindah ke layanan 3G dalam satu atau dua tahun ke depan.

Angka itu melonjak jadi 29 persen untuk periode lima tahun ke depan. Syaratnya? tarif dan harga ponsel yang terjangkau. Demikian dikutip detikINET dari Cellular-News.com, Senin (11/09/2006).

Di Indonesia, operator 3G masih 'mengambang' dalam menentukan tarif 3G. "Layanan 3G bergantung content provider dan data yang ditawarkan. Kalau kualitasnya tinggi harganya memang lebih mahal dibandingkan tarif saat ini," kata Dirut PT Telkomsel Kiskenda Suriahardja usai peluncuran 'Dunia Bola Telkomsel *465#' di Senayan City, Jakarta, akhir pekan lalu.

Artinya, video call dan video streaming yang menjadi teknologi andalan layanan tersebut kemungkinan belum bisa dinikmati dengan harga murah. Namun demikian, tambahnya, operator tidak akan mengenakan tarif tinggi terhadap layanan dasar seluler seperti voice dan SMS. "Kalau kedua layanan itu harganya tidak mengalami perubahan," ujar Kiskenda.

Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar sebelumnya sudah mengatakan, pemerintah tidak akan turut campur dalam menentukan tarif layanan tersebut. Sebab 3G dianggap bukan merupakan layanan dasar telekomunikasi seluler. Namun pemerintah akan menegur operator apabila mengenakan tarif tidak sesuai dengan layanan yang ditawarkan.

Dua Kali Lipat

Pengamat telekomunikasi Abdullah Yusuf Pulungan saat workshop 3G yang diadakan Telkomsel mengungkapkan, tarif layanan tersebut mencapai lebih dari 2 kali lipat dari kondisi saat ini. "Bahkan harga jual layanannya melebihi yang diberlakukan negara tetangga yang sudah mengaplikasikan layanan ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, hal tersebut merupakan konsekuensi yang harus dilakukan operator saat mengoperasikan layanan ini di tahap awal. Sebab operator harus menginvestasikan jaringan baru agar layanan ini berfungsi optimal. "Kondisi ini tidak bedanya saat para operator membuka layanan seluler GSM sekitar 10 tahun yang lalu," katanya.

Proses balik modal (break even point/BEP), ujar Yusuf, bisa mencapai 2-3 tahun tergantung konsep yang diterapkan operator. "Masing-masing operator berbeda konsepnya, kalau mementingkan kualitas mereka akan telat BEP-nya," ujarnya.

Yusuf berpendapat, tarif 3G yang wajar adalah dua kali lipat tarif layanan serupa pada jaringan yang ada saat ini (2G). Hal itu menurutnya yang diterapkan negara tetangga semisal Singapura.

mahal dong nieh

tidus_sakray
16-09-2006, 02:49 AM
wah, gw udh nyoba nich..keren banget gila 3Gnya..
Td gw coba di plasa semanggi.. MANTAP !!! gw coba pake nokia 6680 n kartu simpati..

magnum
16-09-2006, 05:22 AM
lebih mahal kt nya bos,udah pake video calling nya.....si boss pake bwat apa?
sebener nya di indo ketinggalan lhoo 3G nya......murah ngak di sana.....

XL Laik Operasi 3G di 6 Kota

Setelah berhasil mendapatkan lisensi 3G pada tanggal 8 Februari lalu, PT. Excelcomindo Pratama Tbk. (XL) segera bisa menggelar layanan tersebut ke publik dengan dikeluarkannya sertifikat Uji Laik Operasi (ULO) dari Direktorat Jendral Pos dan Telekomunikasi, Departemen Komunikasi dan Informatika RI.

Operator selular terbesar ketiga di Indonesia tersebut dinyatakan laik operasi 3G di Surabaya, Medan, Bandung, Batam dan Denpasar sejak 14 September 2006. Sedangkan untuk Jabotabek sudah lulus pada tanggal 12 September 2006.

"Proses uji XL 3G telah berlangsung di enam kota sejak tanggal 31 Agustus 2006 dan hari ini sertifikat resmi di enam kota telah kami terima," ungkap M. Buldansyah, Direktur Network Operations XL. Ia menambahkan, dalam waktu dekat, XL akan meluncurkan layanan XL 3G secara komersial.

Kesiapan XL 3G di Indonesia didukung oleh 284 Node B di Jakarta, 25 site di Surabaya, 24 site di Bandung, 22 site di Denpasar, 24 site di Medan, 18 site di Batam yang telah beroperasi dan ditargetkan pada akhir Oktober 2006 mencapai 1000 Node B di enam kota. Investasi XL untuk layanan 3G di Indonesia adalah 50 hingga100 juta dollar AS.

Sertifikasi ULO merupakan syarat mutlak bagi penyedia jasa telekomunikasi untuk dapat meluncurkan layanan berbasis 3G ke publik secara komersial. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi, khususnya Pasal 65 Ayat (1) menyebutkan, bahwa pemegang izin prinsip wajib mengajukan permohonan Uji Laik Operasi (ULO) untuk sarana dan prasarana yang telah selesai dibangun kepada lembaga yang berwenang untuk melaksanakan Uji Laik Operasi.

Demikian pula pada Ayat (2) yang menyebutkan, bahwa ketentuan mengenai tata cara Uji Laik Operasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan Keputusan Menteri. Lebih lanjut dalam Pasal 66 disebutkan, bahwa Menteri menerbitkan izin penyelenggaraan telekomunikasi setelah sarana dan prasarana yang dibangun dinyatakan laik operasi.

Untuk mengatur lebih teknis tentang tata cara pelaksanaan Uji Laik Operasi penyelenggaraan telekomunikasi ini telah diatur dalam Keputusan Dirjen No. 251 Tahun 2002. Dalam perkembangannya, kemudian diterbitkan pula Peraturan Dirjen No. 265 Tahun 2006 tentang Perubahan Tata Cara Pelaksanaan Uji Laik Operasi Penyelenggaraan Telekomunikasi, yang pada intinya memasukkan kriteria Uji Laik Operasi untuk teknologi seluler 3G / WCDMA.

/ho /ho /ho /ho /ho /ho

crualry
29-09-2006, 02:19 AM
gw coba video call gratis lho, gw pake sim card simpati..
gak tau mulai bayarnya kapan..tp di bekasi sini lom isa 3G../sob
baru jakarta selatan aja kayaknya yach kalo telkomsel sama bandung../hmm